Organ Tunggal Bawa Petaka, Kapolsek Dicopot hingga Delapan Warga Jadi Tersangka
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

Organ Tunggal Bawa Petaka, Kapolsek Dicopot hingga Delapan Warga Jadi Tersangka

...
RILIS.ID
Tanggamus
18 Mei 2021 - 0:44 WIB
Hukum | RILISID
...
FOTO: ISTIMEWA

RILISID, Tanggamus — Organ tunggal di Pekon atau Desa Karangagung, Kecamatan Semaka, Kabupaten Tanggamus, Lampung pada Sabtu (15/5/2021) lalu, berbuntut panjang.

Selain pencopotan Kapolsek Semaka Iptu Pambudi Raharjo, delapan warga juga ditetapkan sebagai tersangka pada Senin (17/5/2021).

Polres Tanggamus menetapkan delapan  tersangka penyalahgunaan narkotika jenis sabu-sabu.

Mereka adalah empat kru organ tunggal Sila Music, yakni Wahyu Agung Saputra (23) warga Desa Adirejo, Kecamatan Pekalongan, Lampung Timur; Jepfi Utama (27), Muhaimin alias Aceng (24) dan Yuda Bagaskara (23). Ketiganya adalah warga Gedongtataan, Kabupaten Pesawaran.

Empat tersangka lainnya merupakan warga desa setempat, yakni Muhamad Rifki (22), Rohimi (42), Sulhan (32), dan Ario Pratama (25).

Kapolres Tanggamus AKBP Oni Prasetya saat gelar perkara di mapolres, Senin (17/5/2021), mengatakan barang bukti yang disita dari para tersangka terdiri dari tiga paket kecil berisi 0,4 gram sabu-sabu.

"Kemudian pipa kaca bekas pakai, dua alat hisap sabu, tujuh pipet, 20 klip bekas pakai, tas gendong, dompet, ponsel dan hasil tes urine positif narkoba,” ujar Oni seperti dikutip dari Rilisidlampung, Senin (17/5/2021).

Menurut Oni, para tersangka ternyata mendapatkan sabu tersebut dari penyuplai yang berbeda.

"Para tersangka kru organ tunggal mengaku menggunakan sabu di sebuah gubuk sebelum manggung dan mendapat suplai dari J, D, dan S," terangnya.

Sementara Sulhan, Ario Pratama dan Rohimi mendapatkan sabu dari F dan SY. Kelima penyuplai sabu yang sudah diketahui identitasnya itu menurut Oni sudah masuk dalam daftar pencarian orang oleh polisi.

“Para tersangka dijerat pasal 112 dan 114 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun dan denda Rp10 milyar,” tegas Oni.

Sebelumnya, Tim Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Tanggamus membubarkan acara hiburan organ tunggal di Pekon Karangagung, Kecamatan Semaka, pada Sabtu (15/5/2021) dini hari.

Saat pembubaran, tim gabungan yang terdiri dari Polres Tanggamus, Kodim 0424 Tanggamus dan Satgas Covid-19 sempat mengeluarkan sejumlah tembakan ke udara.

Petugas pun berhasil menangkap 23 orang dalam peristiwa tersebut. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya

Organ Tunggal Bawa Petaka, Kapolsek Dicopot hingga Delapan Warga Jadi Tersangka

...
RILIS.ID
Tanggamus
18 Mei 2021 - 0:44 WIB
Hukum | RILISID
...
FOTO: ISTIMEWA

RILISID, Tanggamus — Organ tunggal di Pekon atau Desa Karangagung, Kecamatan Semaka, Kabupaten Tanggamus, Lampung pada Sabtu (15/5/2021) lalu, berbuntut panjang.

Selain pencopotan Kapolsek Semaka Iptu Pambudi Raharjo, delapan warga juga ditetapkan sebagai tersangka pada Senin (17/5/2021).

Polres Tanggamus menetapkan delapan  tersangka penyalahgunaan narkotika jenis sabu-sabu.

Mereka adalah empat kru organ tunggal Sila Music, yakni Wahyu Agung Saputra (23) warga Desa Adirejo, Kecamatan Pekalongan, Lampung Timur; Jepfi Utama (27), Muhaimin alias Aceng (24) dan Yuda Bagaskara (23). Ketiganya adalah warga Gedongtataan, Kabupaten Pesawaran.

Empat tersangka lainnya merupakan warga desa setempat, yakni Muhamad Rifki (22), Rohimi (42), Sulhan (32), dan Ario Pratama (25).

Kapolres Tanggamus AKBP Oni Prasetya saat gelar perkara di mapolres, Senin (17/5/2021), mengatakan barang bukti yang disita dari para tersangka terdiri dari tiga paket kecil berisi 0,4 gram sabu-sabu.

"Kemudian pipa kaca bekas pakai, dua alat hisap sabu, tujuh pipet, 20 klip bekas pakai, tas gendong, dompet, ponsel dan hasil tes urine positif narkoba,” ujar Oni seperti dikutip dari Rilisidlampung, Senin (17/5/2021).

Menurut Oni, para tersangka ternyata mendapatkan sabu tersebut dari penyuplai yang berbeda.

"Para tersangka kru organ tunggal mengaku menggunakan sabu di sebuah gubuk sebelum manggung dan mendapat suplai dari J, D, dan S," terangnya.

Sementara Sulhan, Ario Pratama dan Rohimi mendapatkan sabu dari F dan SY. Kelima penyuplai sabu yang sudah diketahui identitasnya itu menurut Oni sudah masuk dalam daftar pencarian orang oleh polisi.

“Para tersangka dijerat pasal 112 dan 114 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun dan denda Rp10 milyar,” tegas Oni.

Sebelumnya, Tim Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Tanggamus membubarkan acara hiburan organ tunggal di Pekon Karangagung, Kecamatan Semaka, pada Sabtu (15/5/2021) dini hari.

Saat pembubaran, tim gabungan yang terdiri dari Polres Tanggamus, Kodim 0424 Tanggamus dan Satgas Covid-19 sempat mengeluarkan sejumlah tembakan ke udara.

Petugas pun berhasil menangkap 23 orang dalam peristiwa tersebut. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya