Mantan Mensos Lolos dari Hukuman Mati, JPU KPK Cuma Tuntut 11 Tahun Bui
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

Mantan Mensos Lolos dari Hukuman Mati, JPU KPK Cuma Tuntut 11 Tahun Bui

...
RILIS.ID
Jakarta
28 Juli 2021 - 15:38 WIB
Hukum | RILISID
...
Juliari Peter Batubara. Ilustrasi: Rilis.id

RILISID, Jakarta — Mantan Menteri Sosial (Mensos) Juliari Peter Batubara akhirnya bisa bernapas lega setelah Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hanya menuntut 11 tahun bui.

Juliari dituntut 11 tahun penjara dalam kasus suap fee proyek bantuan sosial (Bansos) Covid-19. Politikus PDI Perjuangan itu terbukti memerintah dan menerima fee pengadaan paket bansos untuk wilayah Jabodetabek tahun anggaran 2020.

Uang haram ijon proyek itu diterima Juliari dari anak buahnya, Matheus Joko Santoso dan Adi Wahyono. Keduanya juga terseret dalam kasus tersebut.

"Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa berupa pidana penjara selama 11 tahun dikurangi selama terdakwa berada di dalam tahanan, dan denda sebesar Rp500 juta subsider enam bulan kurungan," kata JPU KPK dalam persidangan yang disiarkan di YouTube KPK RI, Rabu (28/7/2021).

Juliari juga dituntut membayar kerugian negara dengan pidana pengganti sebesar Rp14.597.450.000 subsider dua tahun bui.

"Menetapkan uang penghanti Rp14,597 miliar jika terpidana tidak membayar uang pengganti dalam waktu satu bulan setelah putusan pengadilan memperoleh kekuatan hukum tetap," tambah JPU KPK.

Jika tidak membayar uang pengganti, Juliari akan dijatuhi hukuman kurungan selama dua tahun. JPU KPK juga menuntut agar hak politik terdakwa dicabut selama empat tahun.

Sebelumnya, Juliari didakwa telah melanggar Pasal 12 huruf (b) juncto Pasal 18 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Diketahui, Juliari terjaring dalam operasi tangkap tangan (OTT) KPK terkait fee proyek pengadaan paket bansos Covid-19 wilayah Jabodetabek 2020 sebesar Rp32,48 miliar.

Selain Juliari, Direktur Utama PT Tigapilar Ardian Maddanatja dan pengusaha bernama Harry Van Sidabukke juga terjaring dalam operasi senyap KPK. Keduanya dijatuhi hukuman selama empat tahun penjara dan denda Rp100 juta. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya

Mantan Mensos Lolos dari Hukuman Mati, JPU KPK Cuma Tuntut 11 Tahun Bui

...
RILIS.ID
Jakarta
28 Juli 2021 - 15:38 WIB
Hukum | RILISID
...
Juliari Peter Batubara. Ilustrasi: Rilis.id

RILISID, Jakarta — Mantan Menteri Sosial (Mensos) Juliari Peter Batubara akhirnya bisa bernapas lega setelah Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hanya menuntut 11 tahun bui.

Juliari dituntut 11 tahun penjara dalam kasus suap fee proyek bantuan sosial (Bansos) Covid-19. Politikus PDI Perjuangan itu terbukti memerintah dan menerima fee pengadaan paket bansos untuk wilayah Jabodetabek tahun anggaran 2020.

Uang haram ijon proyek itu diterima Juliari dari anak buahnya, Matheus Joko Santoso dan Adi Wahyono. Keduanya juga terseret dalam kasus tersebut.

"Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa berupa pidana penjara selama 11 tahun dikurangi selama terdakwa berada di dalam tahanan, dan denda sebesar Rp500 juta subsider enam bulan kurungan," kata JPU KPK dalam persidangan yang disiarkan di YouTube KPK RI, Rabu (28/7/2021).

Juliari juga dituntut membayar kerugian negara dengan pidana pengganti sebesar Rp14.597.450.000 subsider dua tahun bui.

"Menetapkan uang penghanti Rp14,597 miliar jika terpidana tidak membayar uang pengganti dalam waktu satu bulan setelah putusan pengadilan memperoleh kekuatan hukum tetap," tambah JPU KPK.

Jika tidak membayar uang pengganti, Juliari akan dijatuhi hukuman kurungan selama dua tahun. JPU KPK juga menuntut agar hak politik terdakwa dicabut selama empat tahun.

Sebelumnya, Juliari didakwa telah melanggar Pasal 12 huruf (b) juncto Pasal 18 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Diketahui, Juliari terjaring dalam operasi tangkap tangan (OTT) KPK terkait fee proyek pengadaan paket bansos Covid-19 wilayah Jabodetabek 2020 sebesar Rp32,48 miliar.

Selain Juliari, Direktur Utama PT Tigapilar Ardian Maddanatja dan pengusaha bernama Harry Van Sidabukke juga terjaring dalam operasi senyap KPK. Keduanya dijatuhi hukuman selama empat tahun penjara dan denda Rp100 juta. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya