Lagi, Enam Bidang Tanah Milik Tersangka Kasus Asabri di Batam Disita Kejagung
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

Lagi, Enam Bidang Tanah Milik Tersangka Kasus Asabri di Batam Disita Kejagung

...
RILIS.ID
Jakarta
21 April 2021 - 15:29 WIB
Hukum | RILISID
...
FOTO: ISTIMEWA

RILISID, Jakarta — Tim penyidik Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung (Kejagung) kembali menyita aset milik tersangka kasus Asabri.

Baca: Aset Tersangka Kasus Asabri Kembali Disita, Kali Ini 410 Bidang Tanah di Lebak

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Leonard Eben Ezer Simanjuntak mengungkapkan aset yang disita milik tersangka Benny Tjokrosaputro (BTS), Komisaris PT Hanson International Tbk.

”Kali ini penyitaan aset terkait tersangka BTS berupa 6 (enam) bidang tanah dan/atau bangunan dengan jumlah luas seluruhnya 7.360 meter persegi,” kata Leonard dalam keterangan persnya, Rabu (21/4/2021).

Penyitaan tersebut, lanjut Leonard, telah mendapatkan penetapan ketua Pengadilan Negeri (PN) Batam. Ini sesuai keputusan ketua PN Batam bernomor 320/Pen.Pid/2021 /PN.Btm tanggal 15 April 2021.

Adapun aset milik tersangka BTS yang disita sebagai berikut:

  • Satu bidang tanah dan/atau bangunan sesuai HGB No. 1640 yang terletak di Kota Batam dengan luas 6.184 M2;
  • Satu bidang tanah dan/atau bangunan sesuai HGB No. 1618 yang terletak di Kota Batam dengan luas 104 M2;
  • Satu bidang tanah dan/atau bangunan sesuai HGB No. 1516 yang terletak di Kota Batam dengan luas 82 M2;
  • Satu bidang tanah dan/atau bangunan sesuai HGB No. 1514 yang terletak di Kota Batam dengan luas 82 M2;
  • Satu bidang tanah dan/atau bangunan sesuai HGB No. 1641 yang terletak di Kota Batam dengan luas 826 M2;
  • Satu bidang tanah dan/atau bangunan sesuai HGB No. 1483 yang terletak di Kota Batam dengan luas 82 M2;

”Di atas 6 bidang tanah tersebut berdiri sebuah bangunan permanen yaitu Hotel Mandarine Regency,” tutur Leonard.

Selanjutnya, aset yang telah disita tersebut akan dilakukan penaksiran atau taksasi oleh Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) guna diperhitungkan sebagai penyelamatan kerugian keuangan negara.

Diketahui, penyitaan barang bukti dalam perkara korupsi pengelolaan keuangan dan dana investasi di PT Asuransi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Asabri) yang diduga menyebabkan kerugian keuangan negara kurang lebih Rp23 triliun. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya

Lagi, Enam Bidang Tanah Milik Tersangka Kasus Asabri di Batam Disita Kejagung

...
RILIS.ID
Jakarta
21 April 2021 - 15:29 WIB
Hukum | RILISID
...
FOTO: ISTIMEWA

RILISID, Jakarta — Tim penyidik Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung (Kejagung) kembali menyita aset milik tersangka kasus Asabri.

Baca: Aset Tersangka Kasus Asabri Kembali Disita, Kali Ini 410 Bidang Tanah di Lebak

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Leonard Eben Ezer Simanjuntak mengungkapkan aset yang disita milik tersangka Benny Tjokrosaputro (BTS), Komisaris PT Hanson International Tbk.

”Kali ini penyitaan aset terkait tersangka BTS berupa 6 (enam) bidang tanah dan/atau bangunan dengan jumlah luas seluruhnya 7.360 meter persegi,” kata Leonard dalam keterangan persnya, Rabu (21/4/2021).

Penyitaan tersebut, lanjut Leonard, telah mendapatkan penetapan ketua Pengadilan Negeri (PN) Batam. Ini sesuai keputusan ketua PN Batam bernomor 320/Pen.Pid/2021 /PN.Btm tanggal 15 April 2021.

Adapun aset milik tersangka BTS yang disita sebagai berikut:

  • Satu bidang tanah dan/atau bangunan sesuai HGB No. 1640 yang terletak di Kota Batam dengan luas 6.184 M2;
  • Satu bidang tanah dan/atau bangunan sesuai HGB No. 1618 yang terletak di Kota Batam dengan luas 104 M2;
  • Satu bidang tanah dan/atau bangunan sesuai HGB No. 1516 yang terletak di Kota Batam dengan luas 82 M2;
  • Satu bidang tanah dan/atau bangunan sesuai HGB No. 1514 yang terletak di Kota Batam dengan luas 82 M2;
  • Satu bidang tanah dan/atau bangunan sesuai HGB No. 1641 yang terletak di Kota Batam dengan luas 826 M2;
  • Satu bidang tanah dan/atau bangunan sesuai HGB No. 1483 yang terletak di Kota Batam dengan luas 82 M2;

”Di atas 6 bidang tanah tersebut berdiri sebuah bangunan permanen yaitu Hotel Mandarine Regency,” tutur Leonard.

Selanjutnya, aset yang telah disita tersebut akan dilakukan penaksiran atau taksasi oleh Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) guna diperhitungkan sebagai penyelamatan kerugian keuangan negara.

Diketahui, penyitaan barang bukti dalam perkara korupsi pengelolaan keuangan dan dana investasi di PT Asuransi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Asabri) yang diduga menyebabkan kerugian keuangan negara kurang lebih Rp23 triliun. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya