Korban Pelecehan Seksual-Bullying Akhirnya Polisikan Oknum Pegawai KPI Pusat
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

Korban Pelecehan Seksual-Bullying Akhirnya Polisikan Oknum Pegawai KPI Pusat

...
RILIS.ID
Jakarta
3 September 2021 - 14:26 WIB
Hukum | RILISID
...
Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan. Foto: Dok Istimewa

RILISID, Jakarta — Kasus dugaan pelecehan seksual dan perundungan (bullying) yang dialami seorang pegawai Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat berinisial MS terus berlanjut.

MS yang diduga mendapatkan pelecehan seksual dan perundungan sesama teman kantornya resmi melaporkan kejadian itu ke Polres Metro Jakarta Pusat (Jakpus), pada Kamis (2/9/2021) malam.

Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabag Penum) Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan membenarkan informasi tersebut. Menurutnya, MS didampingi perwakilan KPI Pusat saat membuat laporan polisi.

"Kasus ditangani Polres Jakarta Pusat. Baru tadi malam korban didampingi KPI Pusat melaporkan ke Polres Metro Jakarta Pusat,” kata Ramadhan dikutip dari laman humas.polri.go.id, Jumat (3/9/2021).

Ramadhan menyebut, nantinya akan disampaikan lebih lengkap oleh pihak Polda Metro Jaya melalui Kabid Humas Kombes Yusri Yunus.

Sebelumnya, Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto menyatakan bakal menyelidiki kasus dugaan pelecehan seksual sesama jenis dan perundungan yang terjadi di kantor KPI Pusat.

"Saya sudah arahkan untuk lidik (Penyelidikan-red),” kata Agus, pada Kamis (2/9/2021).

Menurutnya, penanganan perkara tersebut akan diarahkan ke Direktorat Tindak Pidana Umum (Dittipidum) Bareskrim Polri. Namun, ia belum dapat merincikan lebih lanjut terkait dengan proses penanganan perkara itu.

Diketahui, karyawan KPI Pusat berinisial MS muncul dengan pengakuan telah mendapatkan pelecahan seksual dan perundungan selama bertahun-tahun oleh sesama pekerja yang juga seniornya di kantor.

MS bahkan menuliskan pesan terbuka untuk Presiden Joko Widodo atas apa yang sudah dialaminya. Dalam suratnya, MS menceritakan mengalami pelecehan seksual sesama pria sejak 2012-2014.

Ia juga mengaku ditelanjangi hingga alat kelaminnya dicoret-coret dengan menggunakan spidol. Akibat perbuatan tersebut, MS merasa trauma dan rendah diri. Ia tak bisa melawan aksi perundungan yang dilakukan secara ramai-ramai itu.

MS dipindahkan ke ruangan lain yang dinilai atasan jauh dari para perundung. Hanya saja, upaya tersebut tetap membuat dirinya dicibir oleh para pelaku.

Sementara itu, KPI Pusat tengah melakukan investigasi internal untuk mendalami perkara tersebut. Pimpinan memanggil tujuh orang yang diduga terlibat dalam aksi tersebut pada Kamis (2/9).

KPI Pusat juga turut prihatin dan tidak akan mentoleransi segala bentuk pelecehan seksual, perundungan terhadap siapapun dan dalam bentuk apapun.

Berdasarkan Peraturan KPI Nomor 1/KPI/07/2014 tentang Kelembagaan, sanksi pegawai KPI terkait pelanggaran tata tertib dapat berupa sanksi, teguran tertulis, pemberhentian sementara, atau pemberhentian tetap.

"Sanksinya sesuai aturan kepegawaian, memang ada sanksi pemecatan,” kata Ketua KPI Pusat, Agung Suprio. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya

Korban Pelecehan Seksual-Bullying Akhirnya Polisikan Oknum Pegawai KPI Pusat

...
RILIS.ID
Jakarta
3 September 2021 - 14:26 WIB
Hukum | RILISID
...
Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan. Foto: Dok Istimewa

RILISID, Jakarta — Kasus dugaan pelecehan seksual dan perundungan (bullying) yang dialami seorang pegawai Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat berinisial MS terus berlanjut.

MS yang diduga mendapatkan pelecehan seksual dan perundungan sesama teman kantornya resmi melaporkan kejadian itu ke Polres Metro Jakarta Pusat (Jakpus), pada Kamis (2/9/2021) malam.

Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabag Penum) Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan membenarkan informasi tersebut. Menurutnya, MS didampingi perwakilan KPI Pusat saat membuat laporan polisi.

"Kasus ditangani Polres Jakarta Pusat. Baru tadi malam korban didampingi KPI Pusat melaporkan ke Polres Metro Jakarta Pusat,” kata Ramadhan dikutip dari laman humas.polri.go.id, Jumat (3/9/2021).

Ramadhan menyebut, nantinya akan disampaikan lebih lengkap oleh pihak Polda Metro Jaya melalui Kabid Humas Kombes Yusri Yunus.

Sebelumnya, Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto menyatakan bakal menyelidiki kasus dugaan pelecehan seksual sesama jenis dan perundungan yang terjadi di kantor KPI Pusat.

"Saya sudah arahkan untuk lidik (Penyelidikan-red),” kata Agus, pada Kamis (2/9/2021).

Menurutnya, penanganan perkara tersebut akan diarahkan ke Direktorat Tindak Pidana Umum (Dittipidum) Bareskrim Polri. Namun, ia belum dapat merincikan lebih lanjut terkait dengan proses penanganan perkara itu.

Diketahui, karyawan KPI Pusat berinisial MS muncul dengan pengakuan telah mendapatkan pelecahan seksual dan perundungan selama bertahun-tahun oleh sesama pekerja yang juga seniornya di kantor.

MS bahkan menuliskan pesan terbuka untuk Presiden Joko Widodo atas apa yang sudah dialaminya. Dalam suratnya, MS menceritakan mengalami pelecehan seksual sesama pria sejak 2012-2014.

Ia juga mengaku ditelanjangi hingga alat kelaminnya dicoret-coret dengan menggunakan spidol. Akibat perbuatan tersebut, MS merasa trauma dan rendah diri. Ia tak bisa melawan aksi perundungan yang dilakukan secara ramai-ramai itu.

MS dipindahkan ke ruangan lain yang dinilai atasan jauh dari para perundung. Hanya saja, upaya tersebut tetap membuat dirinya dicibir oleh para pelaku.

Sementara itu, KPI Pusat tengah melakukan investigasi internal untuk mendalami perkara tersebut. Pimpinan memanggil tujuh orang yang diduga terlibat dalam aksi tersebut pada Kamis (2/9).

KPI Pusat juga turut prihatin dan tidak akan mentoleransi segala bentuk pelecehan seksual, perundungan terhadap siapapun dan dalam bentuk apapun.

Berdasarkan Peraturan KPI Nomor 1/KPI/07/2014 tentang Kelembagaan, sanksi pegawai KPI terkait pelanggaran tata tertib dapat berupa sanksi, teguran tertulis, pemberhentian sementara, atau pemberhentian tetap.

"Sanksinya sesuai aturan kepegawaian, memang ada sanksi pemecatan,” kata Ketua KPI Pusat, Agung Suprio. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya