Keluarga Pasien Covid-19 Keroyok Nakes Rendy Jadi Tersangka
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

Keluarga Pasien Covid-19 Keroyok Nakes Rendy Jadi Tersangka

...
RILIS.ID
Bandarlampung
1 Agustus 2021 - 10:39 WIB
Hukum | RILISID
...
Kasatreskrim Polresta Bandarlampung Kompol Resky Maulana. Foto: Sulaiman

RILISID, Bandarlampung — Keluarga pasien Covid-19 yang menggeroyok seorang tenaga kesehatan (Nakes) bernama Rendy Kurniawan beberapa waktu lalu, ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Polresta Bandarlampung.

Kasatreskrim Polresta Bandarlampung Kompol Resky Maulana mengatakan kasus penggeroyokan itu melibatkan tiga orang anggota keluarga pasien.

Mereka, lanjut Resky, diduga menganiaya Rendy yang bekerja sebagai perawat di Puskemas Kedaton, Bandarlampung pada Minggu (4/7/2021) sekitar pukul 04.00 WIB.

”Ketiga tersangka penganiaya tersebut berinisial A, N, dan D. Mereka diduga melakukan kekerasan secara bersama-sama,” katanya sebagaimana dikutip dari Rilisid Lampung (Grup Rilisid), Minggu (1/8/2021).

Resky menerangkan, penetapan status tersangka berdasarkan bukti-bukti yang ada di Tempat Kejadian Perkara (TKP).

"Dari bukti tersebut ditemukan petunjuk yang mengarah pelanggaran pidana penganiayaan," ujarnya. Diketahui, ketiga tersangka diduga melakukan penganiayaan setelah Rendy menolak meminjamkan tabung oksigen milik Puskesmas Rawat Inap Kedaton.

Aksi pengeroyokan ketiganya pun terekam dalam video hingga viral di media sosial. Kasus ini juga menyita perhatian Wali Kota Bandarlampung Eva Dwiana.

Eva mengutuk keras pelaku pengeroyokan Rendi Kurniawan.

"Bunda mengutuk keras aksi penganiayaan yang menimpa Rendi, salah seorang perawat Puskesmas Kedaton, Kota Bandarlampung.

Rendi dikeroyok tiga orang tidak dikenal sekitar pukul 04.00 dini hari di tempat kerjanya," kata Eva dalam keterangannya.

Eva memastikan bahwa pihaknya akan mengawal proses hukum terhadap pelaku penggeroyokan Rendi, yang saat ini sedang menjalani perawatan di RSUD Abdul Moeloek.

"Pemerintah Kota Bandarlampung akan mengawal kasus ini dan akan melakukan pendampingan hukum. Kita berdoa agar kondisi Rendi segera membaik," ucap politikus PDI Perjuangan ini.

Rendi menjadi korban penggeroyokan keluarga pasien Covid-19 yang ingin meminta oksigen. Peristiwa itu terekam kamera dan videonya beredar luas di media sosial.

"Ya Allah perawat puskesmas kedaton dikeroyok subuh hari ini ngaku2 anggota mau pinjem oksigen secara paksa karena persediaan oksigen kosong dimana-mana, masih ada aja modelan orang begini. Kalo sakit berobat ya jangan gebukin nakes yg udah kerja tiap hari," demikian keterangan video tersebut.

Informasi yang dihimpun, keluarga pasien diduga pelaku penggeroyokan mengaku kerabat pejabat di lingkungan Pemprov Lampung berinisial R. Ia disebut-sebut sebagai kepala dinas (kadis).

Beberapa saksi mata dan juga kuasa hukum yang tergabung dalam Lembaga Bantuan Hukum Korpri Kota mendatangi Polsek Kedaton guna menindaklanjuti kasus tersebut ke ranah hukum.

Sebelumnya, Kapolsek Kedaton Kompol Ery Hafry mengatakan permasalahan ini sudah diterima, dan sedang ditangani penyelidikannya secara intensif.

"Kami akan bekerja keras, dan saya yang akan memimpin secara langsung," janji Ery. (*)

Laporan: Sulaiman, Kontributor Bandarlampung

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya

Keluarga Pasien Covid-19 Keroyok Nakes Rendy Jadi Tersangka

...
RILIS.ID
Bandarlampung
1 Agustus 2021 - 10:39 WIB
Hukum | RILISID
...
Kasatreskrim Polresta Bandarlampung Kompol Resky Maulana. Foto: Sulaiman

RILISID, Bandarlampung — Keluarga pasien Covid-19 yang menggeroyok seorang tenaga kesehatan (Nakes) bernama Rendy Kurniawan beberapa waktu lalu, ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Polresta Bandarlampung.

Kasatreskrim Polresta Bandarlampung Kompol Resky Maulana mengatakan kasus penggeroyokan itu melibatkan tiga orang anggota keluarga pasien.

Mereka, lanjut Resky, diduga menganiaya Rendy yang bekerja sebagai perawat di Puskemas Kedaton, Bandarlampung pada Minggu (4/7/2021) sekitar pukul 04.00 WIB.

”Ketiga tersangka penganiaya tersebut berinisial A, N, dan D. Mereka diduga melakukan kekerasan secara bersama-sama,” katanya sebagaimana dikutip dari Rilisid Lampung (Grup Rilisid), Minggu (1/8/2021).

Resky menerangkan, penetapan status tersangka berdasarkan bukti-bukti yang ada di Tempat Kejadian Perkara (TKP).

"Dari bukti tersebut ditemukan petunjuk yang mengarah pelanggaran pidana penganiayaan," ujarnya. Diketahui, ketiga tersangka diduga melakukan penganiayaan setelah Rendy menolak meminjamkan tabung oksigen milik Puskesmas Rawat Inap Kedaton.

Aksi pengeroyokan ketiganya pun terekam dalam video hingga viral di media sosial. Kasus ini juga menyita perhatian Wali Kota Bandarlampung Eva Dwiana.

Eva mengutuk keras pelaku pengeroyokan Rendi Kurniawan.

"Bunda mengutuk keras aksi penganiayaan yang menimpa Rendi, salah seorang perawat Puskesmas Kedaton, Kota Bandarlampung.

Rendi dikeroyok tiga orang tidak dikenal sekitar pukul 04.00 dini hari di tempat kerjanya," kata Eva dalam keterangannya.

Eva memastikan bahwa pihaknya akan mengawal proses hukum terhadap pelaku penggeroyokan Rendi, yang saat ini sedang menjalani perawatan di RSUD Abdul Moeloek.

"Pemerintah Kota Bandarlampung akan mengawal kasus ini dan akan melakukan pendampingan hukum. Kita berdoa agar kondisi Rendi segera membaik," ucap politikus PDI Perjuangan ini.

Rendi menjadi korban penggeroyokan keluarga pasien Covid-19 yang ingin meminta oksigen. Peristiwa itu terekam kamera dan videonya beredar luas di media sosial.

"Ya Allah perawat puskesmas kedaton dikeroyok subuh hari ini ngaku2 anggota mau pinjem oksigen secara paksa karena persediaan oksigen kosong dimana-mana, masih ada aja modelan orang begini. Kalo sakit berobat ya jangan gebukin nakes yg udah kerja tiap hari," demikian keterangan video tersebut.

Informasi yang dihimpun, keluarga pasien diduga pelaku penggeroyokan mengaku kerabat pejabat di lingkungan Pemprov Lampung berinisial R. Ia disebut-sebut sebagai kepala dinas (kadis).

Beberapa saksi mata dan juga kuasa hukum yang tergabung dalam Lembaga Bantuan Hukum Korpri Kota mendatangi Polsek Kedaton guna menindaklanjuti kasus tersebut ke ranah hukum.

Sebelumnya, Kapolsek Kedaton Kompol Ery Hafry mengatakan permasalahan ini sudah diterima, dan sedang ditangani penyelidikannya secara intensif.

"Kami akan bekerja keras, dan saya yang akan memimpin secara langsung," janji Ery. (*)

Laporan: Sulaiman, Kontributor Bandarlampung

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya