KPK Amankan Sejumlah Dokumen-Barang Elektronik saat Geledah Kantor Gunung Madu Plantation
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

KPK Amankan Sejumlah Dokumen-Barang Elektronik saat Geledah Kantor Gunung Madu Plantation

...
Muhammad Iqbal
Jakarta
26 Maret 2021 - 12:25 WIB
Hukum | RILISID
...
ILUSTRASI: RILIS.ID

RILISID, Jakarta — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengembangkan kasus suap pemeriksaan pajak di Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak Kementerian Keuangan tahun 2016-2017.

Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan mantan Direktur Jenderal (Dirjen) Ekstensifikasi dan Penilaian Ditjen Pajak Angin Prayitno dan bekas stafnya bernama Dadan Ramdhani sebagai tersangka.

Setelah menetapkan keduanya menjadi tersangka, penyidik lembaga antirasuah tersebut melakukan penggeledahan di sejumlah perusahaan.

Teranyar atau pada Kamis (25/3/2021), kantor pusat PT Gunung Madu Plantation (PT GMP) di Lampung Tengah, Lampung, turut digeledah penyidik KPK.

Pelaksana tugas (Plt) Juru Bicara Bidang Penindakan KPK Ali Fikri mengatakan penggeledehan yang dilakukan penyidik dimulai sejak pukul 12.00 hingga pukul 20.00 WIB.

"Di lokasi ini (Kantor pusat PT GMP) ditemukan diamankan di antaranya berbagai dokumen dan barang elekronik yang terkait dengan perkara," kata Ali dalam keterangannya yang diterima Rilis.id, Jumat (26/3/2021).

Selanjutnya, masih kata Ali, penyidik akan melakukan menganalisa dokumen dan barang elektronik yang diamankan penyidik.

"Bukti-bukti tersebut akan dianalisa untuk diajukan penyitaannya dan menjadi bagian dalam berkas perkara penyidikan dimaksud," ujarnya.

Sebelumnya, KPK juga telah menggeledah kantor PT Jhonlin Baratama di Kalimantan Selatan dan kantor Bank Panin di Jakarta. Dari kedua kantor tersebut, sejumlah dokumen dan barang bukti elektronik disita penyidik.

KPK melakukan penggeledahan di tiga kantor perusahaan itu terkait kasus suap yang diduga diterima kedua tersangka.

Hingga saat ini, KPK belum mengumumkan secara resmi tersangka kasus ini. Namun, KPK menyatakan akan mengumumkan tersangka pada saat penahanan. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya

KPK Amankan Sejumlah Dokumen-Barang Elektronik saat Geledah Kantor Gunung Madu Plantation

...
Muhammad Iqbal
Jakarta
26 Maret 2021 - 12:25 WIB
Hukum | RILISID
...
ILUSTRASI: RILIS.ID

RILISID, Jakarta — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengembangkan kasus suap pemeriksaan pajak di Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak Kementerian Keuangan tahun 2016-2017.

Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan mantan Direktur Jenderal (Dirjen) Ekstensifikasi dan Penilaian Ditjen Pajak Angin Prayitno dan bekas stafnya bernama Dadan Ramdhani sebagai tersangka.

Setelah menetapkan keduanya menjadi tersangka, penyidik lembaga antirasuah tersebut melakukan penggeledahan di sejumlah perusahaan.

Teranyar atau pada Kamis (25/3/2021), kantor pusat PT Gunung Madu Plantation (PT GMP) di Lampung Tengah, Lampung, turut digeledah penyidik KPK.

Pelaksana tugas (Plt) Juru Bicara Bidang Penindakan KPK Ali Fikri mengatakan penggeledehan yang dilakukan penyidik dimulai sejak pukul 12.00 hingga pukul 20.00 WIB.

"Di lokasi ini (Kantor pusat PT GMP) ditemukan diamankan di antaranya berbagai dokumen dan barang elekronik yang terkait dengan perkara," kata Ali dalam keterangannya yang diterima Rilis.id, Jumat (26/3/2021).

Selanjutnya, masih kata Ali, penyidik akan melakukan menganalisa dokumen dan barang elektronik yang diamankan penyidik.

"Bukti-bukti tersebut akan dianalisa untuk diajukan penyitaannya dan menjadi bagian dalam berkas perkara penyidikan dimaksud," ujarnya.

Sebelumnya, KPK juga telah menggeledah kantor PT Jhonlin Baratama di Kalimantan Selatan dan kantor Bank Panin di Jakarta. Dari kedua kantor tersebut, sejumlah dokumen dan barang bukti elektronik disita penyidik.

KPK melakukan penggeledahan di tiga kantor perusahaan itu terkait kasus suap yang diduga diterima kedua tersangka.

Hingga saat ini, KPK belum mengumumkan secara resmi tersangka kasus ini. Namun, KPK menyatakan akan mengumumkan tersangka pada saat penahanan. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya