Jumat Keramat! KPK Tahan Mantan Dirut Pelindo II RJ Lino
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

Jumat Keramat! KPK Tahan Mantan Dirut Pelindo II RJ Lino

...
Segan Simanjuntak
Jakarta
26 Maret 2021 - 16:51 WIB
Hukum | RILISID
...
Richard Joost Lino. ILUSTRASI: RILIS.ID/Kalbi Rikardo

RILISID, Jakarta — Setelah lima tahun menghirup udara segar, eks Direktur Utama (Dirut) PT Pelindo II Richard Joost Lino atau RJ Lino akhirnya resmi ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Jumat (26/3/2021).

Pelaksana tugas (Plt) Juru Bicara Bidang Penindakan KPK Ali Fikri mengatakan penahanan RJ Lino akan dilakukan selama 20 hari ke depan.

Diketahui, Lino sudah menyandang status tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan tiga unit Quay Container Crane (QCC) di PT Pelindo II sejak 15 Desember 2015 lalu.

RJ Lino ditetapkan KPK sebagai tersangka karena diduga memerintahkan pengadaan tiga QCC dengan menunjuk langsung perusahaan HDHM (PT Wuxi Hua Dong Heavy Machinery. Co.Ltd.) dari China sebagai penyedia barang.

Menurut KPK, pengadaan tiga unit QCC tersebut tidak disesuaikan dengan persiapan infrastruktur yang memadai (pembangunan powerhouse), sehingga menimbulkan inefisiensi atau dengan kata lain pengadaan tiga unit QCC tersebut sangat dipaksakan dan suatu bentuk penyalahgunaan wewenang dari RJ Lino selaku Dirut PT Pelindo II demi menguntungkan dirinya atau orang lain.

Berdasarkan analisa perhitungan ahli teknik dari Institut Teknologi Bandung (ITB) yang menyatakan bahwa analisa estimasi biaya dengan memperhitungkan peningkatan kapasitas QCC dari 40 ton menjadi 61 ton, serta eskalasi biaya akibat dari perbedaan waktu terdapat potensi kerugian keuangan negara sekurang-kurangnya 3.625.922 dolar AS atau setara Rp50,03 miliar.

Hal itu berdasarkan laporan audit investigatif BPKP atas dugaan penyimpangan dalam pengadaan tiga unit QCC di lingkungan PT Pelindo II (Persero) Tahun 2010 bernomor LHAI-244/D6.02/2011 tanggal 18 Maret 2011. (*)

Editor : RILIS.ID

TAG:

Berita Lainnya

Jumat Keramat! KPK Tahan Mantan Dirut Pelindo II RJ Lino

...
Segan Simanjuntak
Jakarta
26 Maret 2021 - 16:51 WIB
Hukum | RILISID
...
Richard Joost Lino. ILUSTRASI: RILIS.ID/Kalbi Rikardo

RILISID, Jakarta — Setelah lima tahun menghirup udara segar, eks Direktur Utama (Dirut) PT Pelindo II Richard Joost Lino atau RJ Lino akhirnya resmi ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Jumat (26/3/2021).

Pelaksana tugas (Plt) Juru Bicara Bidang Penindakan KPK Ali Fikri mengatakan penahanan RJ Lino akan dilakukan selama 20 hari ke depan.

Diketahui, Lino sudah menyandang status tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan tiga unit Quay Container Crane (QCC) di PT Pelindo II sejak 15 Desember 2015 lalu.

RJ Lino ditetapkan KPK sebagai tersangka karena diduga memerintahkan pengadaan tiga QCC dengan menunjuk langsung perusahaan HDHM (PT Wuxi Hua Dong Heavy Machinery. Co.Ltd.) dari China sebagai penyedia barang.

Menurut KPK, pengadaan tiga unit QCC tersebut tidak disesuaikan dengan persiapan infrastruktur yang memadai (pembangunan powerhouse), sehingga menimbulkan inefisiensi atau dengan kata lain pengadaan tiga unit QCC tersebut sangat dipaksakan dan suatu bentuk penyalahgunaan wewenang dari RJ Lino selaku Dirut PT Pelindo II demi menguntungkan dirinya atau orang lain.

Berdasarkan analisa perhitungan ahli teknik dari Institut Teknologi Bandung (ITB) yang menyatakan bahwa analisa estimasi biaya dengan memperhitungkan peningkatan kapasitas QCC dari 40 ton menjadi 61 ton, serta eskalasi biaya akibat dari perbedaan waktu terdapat potensi kerugian keuangan negara sekurang-kurangnya 3.625.922 dolar AS atau setara Rp50,03 miliar.

Hal itu berdasarkan laporan audit investigatif BPKP atas dugaan penyimpangan dalam pengadaan tiga unit QCC di lingkungan PT Pelindo II (Persero) Tahun 2010 bernomor LHAI-244/D6.02/2011 tanggal 18 Maret 2011. (*)

Editor : RILIS.ID

TAG:

Berita Lainnya