Jadi Tersangka Prostitusi Online, Artis Cynthiara Alona Sediakan Tempat Prostitusi Anak
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

Jadi Tersangka Prostitusi Online, Artis Cynthiara Alona Sediakan Tempat Prostitusi Anak

...
Segan Simanjuntak
Jakarta
19 Maret 2021 - 18:10 WIB
Hukum | RILISID
...
Artis Cynthiara Alona jadi tersangka kasus prostitusi online. FOTO: ISTIMEWA

RILISID, Jakarta — Polda Metro Jaya menetapkan artis Cynthiara Alona (CA/CCA) sebagai tersangka kasus prostitusi online di Hotel Alona, Kelurahan Kreo, Kota Tangerang, Banten, Jumat (19/3/2021).

Penetapan Cynthiara menjadi tersangka diumumkan oleh Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus dalam press rilis kasus pengungkapan kasus eksploitasi terhadap anak di Gedung Ditreskrimum yang disiarkan melalui Instagram resmi Polda Metro Jaya, Jumat (19/3/2021).

Yusri mengungkapkan Cynthiara Alona menjadikan hotel miliknya yakni Hotel Alona sebagai tempat prostitusi dengan melibatkan 15 anak.

"Berdasarkan pengakuan tersangka, mereka melakukan hal itu lantaran hunian hotel turun akibat terdampak Covid-19," katanya.

Selain Cynthiara Alona, polisi juga menetapkan tersangka berinisial DA dan AA.

"DA adalah muncikari, dan AA adalah pengelola hotel. Para pelaku kerja sama, muncikari, pengelola hotel, pemilik hotel. Sehingga biaya operasional hotel bisa berjalan," jelas Yusri.

Para tersangka, masih menurut Yusri, menawarkan anak perempuan di bawah umur melalui media sosial berbasis aplikasi MiChat.

"Modusnya dengan menawarkan wanita anak di bawah umur melalui aplikasi MiChat kepada para pria hidung belang. (Prostitusi online) sudah berjalan kurang lebih 3 bulan," ungkapnya.

"Ada yang dipacari, ada yang ditawarkan pekerjaan. Tarifnya melalui WA (WhatsApp) dan MiChat sebesar Rp400 ribu sampai Rp1 juta. Ada yang tiga kali melayani tamu," sambung Yusri.

Para tersangka akan dijerat dengan UU Nomor 88 sebagai telah diubah menjadi UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

"Dengan ancaman 10 tahun penjara. Juga pasal 296 KUHP. Kami akan melakukan mendalami kasus ini," pungkas Yusri.

Konferensi pers tersebut dihadiri Kasubdit 5 Renakta Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Pujiyarto, Ketua KPAI Susanto, Staff Khusus Presiden Bidang Sumber Daya Manusia Erlinda, Deputi Perlindungan Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPA) Nahar.

Kemudian ada juga Wakil Ketua LPSK Livia Istania serta Kepala Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) DKI Jakarta Wiwik Andayani. (*)

Editor : RILIS.ID

TAG:

Berita Lainnya

Jadi Tersangka Prostitusi Online, Artis Cynthiara Alona Sediakan Tempat Prostitusi Anak

...
Segan Simanjuntak
Jakarta
19 Maret 2021 - 18:10 WIB
Hukum | RILISID
...
Artis Cynthiara Alona jadi tersangka kasus prostitusi online. FOTO: ISTIMEWA

RILISID, Jakarta — Polda Metro Jaya menetapkan artis Cynthiara Alona (CA/CCA) sebagai tersangka kasus prostitusi online di Hotel Alona, Kelurahan Kreo, Kota Tangerang, Banten, Jumat (19/3/2021).

Penetapan Cynthiara menjadi tersangka diumumkan oleh Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus dalam press rilis kasus pengungkapan kasus eksploitasi terhadap anak di Gedung Ditreskrimum yang disiarkan melalui Instagram resmi Polda Metro Jaya, Jumat (19/3/2021).

Yusri mengungkapkan Cynthiara Alona menjadikan hotel miliknya yakni Hotel Alona sebagai tempat prostitusi dengan melibatkan 15 anak.

"Berdasarkan pengakuan tersangka, mereka melakukan hal itu lantaran hunian hotel turun akibat terdampak Covid-19," katanya.

Selain Cynthiara Alona, polisi juga menetapkan tersangka berinisial DA dan AA.

"DA adalah muncikari, dan AA adalah pengelola hotel. Para pelaku kerja sama, muncikari, pengelola hotel, pemilik hotel. Sehingga biaya operasional hotel bisa berjalan," jelas Yusri.

Para tersangka, masih menurut Yusri, menawarkan anak perempuan di bawah umur melalui media sosial berbasis aplikasi MiChat.

"Modusnya dengan menawarkan wanita anak di bawah umur melalui aplikasi MiChat kepada para pria hidung belang. (Prostitusi online) sudah berjalan kurang lebih 3 bulan," ungkapnya.

"Ada yang dipacari, ada yang ditawarkan pekerjaan. Tarifnya melalui WA (WhatsApp) dan MiChat sebesar Rp400 ribu sampai Rp1 juta. Ada yang tiga kali melayani tamu," sambung Yusri.

Para tersangka akan dijerat dengan UU Nomor 88 sebagai telah diubah menjadi UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

"Dengan ancaman 10 tahun penjara. Juga pasal 296 KUHP. Kami akan melakukan mendalami kasus ini," pungkas Yusri.

Konferensi pers tersebut dihadiri Kasubdit 5 Renakta Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Pujiyarto, Ketua KPAI Susanto, Staff Khusus Presiden Bidang Sumber Daya Manusia Erlinda, Deputi Perlindungan Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPA) Nahar.

Kemudian ada juga Wakil Ketua LPSK Livia Istania serta Kepala Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) DKI Jakarta Wiwik Andayani. (*)

Editor : RILIS.ID

TAG:

Berita Lainnya