Gojek Didenda KPPU Rp3,3 Miliar karena Keterlambatan Notifikasi Akuisisi
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

Gojek Didenda KPPU Rp3,3 Miliar karena Keterlambatan Notifikasi Akuisisi

...
Segan Simanjuntak
Jakarta
25 Maret 2021 - 21:14 WIB
Hukum | RILISID
...
ILUSTRASI: RILIS.ID

RILISID, Jakarta — Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menjatuhkan sanksi denda kepada Gojek alias PT Aplikasi Karya Anak Bangsa sebesar Rp3,3 miliar, Kamis (25/3/2021).

Hal ini terjadi karena Gojek melakukan keterlambatan pemberitahuan (notifikasi) akuisisi atas PT Global Loket Sejahtera atau yang dikenal dengan Loket.com.

Sanksi tersebut disampaikan dalam Sidang Majelis Komisi dengan agenda pembacaan putusan yang dilaksanakan hari ini.

"Memperhatikan berbagai fakta yang ditemukan dalam proses persidangan, Majelis Komisi menyatakan Gojek telah terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar Pasal 29 UU No. 5 Tahun 1999 Jo. Pasal 5 PP No. 57 Tahun 2010. Atas pelanggaran tersebut, Majelis Komisi menghukum Gojek untuk membayar denda sebesar Rp3,3 miliar," demikian bunyi putusan Majelis Komisi yang dikutip Rilis.id, Kamis (25/3/2021).

Dalam putusan perkara bernomor register 30/KPPU-M/2020, Gojek dinyatakan telah melanggar ketentuan Pasal 29 UU No. 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat dan Pasal 5 Peraturan Pemerintah No. 57 Tahun 2010.

Sidang dipimpin oleh Ukay Karyadi selaku Ketua Majelis Komisi dan didampingi dua anggota, yaitu Guntur Saragih dan Afif Hasbullah.

Perkara ini berawal dari penyelidikan atas dugaan keterlambatan notifikasi Gojek dalam akuisisi yang dilakukannya pada tanggal 4 Agustus 2017 atas sebagian besar saham PT Global Loket Sejahtera.

Gojek baru melakukan pemberitahuan pengambilalihan saham kepada KPPU pada 22 Februari 2019. Majelis Komisi berpendapat bahwa Gojek telah terlambat melakukan pemberitahuan pengambilalihan saham selama 347 hari.

Atas putusan tersebut, Gojek wajib menyetor denda ke kas negara selambat-lambatnya 30 hari setelah putusan KPPU memiliki kekuatan hukum tetap atau inkrah. (*)

Editor : RILIS.ID

TAG:

Berita Lainnya

Gojek Didenda KPPU Rp3,3 Miliar karena Keterlambatan Notifikasi Akuisisi

...
Segan Simanjuntak
Jakarta
25 Maret 2021 - 21:14 WIB
Hukum | RILISID
...
ILUSTRASI: RILIS.ID

RILISID, Jakarta — Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menjatuhkan sanksi denda kepada Gojek alias PT Aplikasi Karya Anak Bangsa sebesar Rp3,3 miliar, Kamis (25/3/2021).

Hal ini terjadi karena Gojek melakukan keterlambatan pemberitahuan (notifikasi) akuisisi atas PT Global Loket Sejahtera atau yang dikenal dengan Loket.com.

Sanksi tersebut disampaikan dalam Sidang Majelis Komisi dengan agenda pembacaan putusan yang dilaksanakan hari ini.

"Memperhatikan berbagai fakta yang ditemukan dalam proses persidangan, Majelis Komisi menyatakan Gojek telah terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar Pasal 29 UU No. 5 Tahun 1999 Jo. Pasal 5 PP No. 57 Tahun 2010. Atas pelanggaran tersebut, Majelis Komisi menghukum Gojek untuk membayar denda sebesar Rp3,3 miliar," demikian bunyi putusan Majelis Komisi yang dikutip Rilis.id, Kamis (25/3/2021).

Dalam putusan perkara bernomor register 30/KPPU-M/2020, Gojek dinyatakan telah melanggar ketentuan Pasal 29 UU No. 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat dan Pasal 5 Peraturan Pemerintah No. 57 Tahun 2010.

Sidang dipimpin oleh Ukay Karyadi selaku Ketua Majelis Komisi dan didampingi dua anggota, yaitu Guntur Saragih dan Afif Hasbullah.

Perkara ini berawal dari penyelidikan atas dugaan keterlambatan notifikasi Gojek dalam akuisisi yang dilakukannya pada tanggal 4 Agustus 2017 atas sebagian besar saham PT Global Loket Sejahtera.

Gojek baru melakukan pemberitahuan pengambilalihan saham kepada KPPU pada 22 Februari 2019. Majelis Komisi berpendapat bahwa Gojek telah terlambat melakukan pemberitahuan pengambilalihan saham selama 347 hari.

Atas putusan tersebut, Gojek wajib menyetor denda ke kas negara selambat-lambatnya 30 hari setelah putusan KPPU memiliki kekuatan hukum tetap atau inkrah. (*)

Editor : RILIS.ID

TAG:

Berita Lainnya