Gelar Organ Tunggal Pakai Dana Desa, Kades Jadi Tersangka, Padahal Baru 2 Bulan Menjabat
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

Gelar Organ Tunggal Pakai Dana Desa, Kades Jadi Tersangka, Padahal Baru 2 Bulan Menjabat

...
RILIS.ID
Tanggamus
18 Mei 2021 - 21:18 WIB
Hukum | RILISID
...
Foto: Istimewa

RILISID, Tanggamus — Kepolisian Resort (Polres) Tanggamus, Lampung, menetapkan Kepala Pekon atau Desa Karangagung Rohmad Amin (45) sebagai tersangka dalam acara organ tunggal yang dihadiri 800 orang pada Sabtu (15/5/2021) lalu.

Kapolres Tanggamus AKBP Oni Prasetya mengatakan tersangka Rohmad Amin (RA) turut terlibat karena telah memberikan uang panjar untuk pembayaran hiburan organ tunggal.

Oni menyebut tersangka menggunakan dana desa Karangagung untuk membayar uang muka organ tunggal tersebut. Nilainya sebesar Rp5 juta.

”Tersangka kepala pekon (Desa) tersebut justru menjadi inisiator acara, dia yang mendanai kegiatan hiburan tersebut,” katanya seperti dilansir Rilisidlampung (Grup Rilis.id), Selasa (18/5/2021).

Selain sang kades, polisi juga telah menetapkan dua tersangka lainnya. Yakni MR (22) yang notabene adalah anak Rohmad Amin sebagai pencari grup organ tunggal.

MR juga ditetapkan menjadi tersangka penyalahgunaan narkoba. Lalu, AR (22) selaku ketua pemuda pekon setempat sekaligus ketua panitia kegiatan.

”RA dan MR sudah ditangkap sementara polisi masih mengejar tersangka AR yang kini masih buron,” tegas Oni.

Kepada polisi, MR mengakui jika kegiatan itu melanggar aturan dan para pemuda setempat siap menganggung resikonya.

Lebih lanjut Oni menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah memberikan izin kegiatan hiburan organ tunggal sehari setelah lebaran.

Meski tidak memberikan izin, Kapolsek Semaka Iptu Pambudi Raharjo dicopot dari jabatannya sehari setelah kasus organ tunggal mencuat ke publik.

”Tentunya ada perkara pidana, sesuai perintah Kapolda Lampung, tidak ada musyawarah. Tidak ada negosiasi terhadap hal tersebut. Proses tuntas itu yang saya janjikan, akan kami proses tuntas semua,” tandas Oni. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya

Gelar Organ Tunggal Pakai Dana Desa, Kades Jadi Tersangka, Padahal Baru 2 Bulan Menjabat

...
RILIS.ID
Tanggamus
18 Mei 2021 - 21:18 WIB
Hukum | RILISID
...
Foto: Istimewa

RILISID, Tanggamus — Kepolisian Resort (Polres) Tanggamus, Lampung, menetapkan Kepala Pekon atau Desa Karangagung Rohmad Amin (45) sebagai tersangka dalam acara organ tunggal yang dihadiri 800 orang pada Sabtu (15/5/2021) lalu.

Kapolres Tanggamus AKBP Oni Prasetya mengatakan tersangka Rohmad Amin (RA) turut terlibat karena telah memberikan uang panjar untuk pembayaran hiburan organ tunggal.

Oni menyebut tersangka menggunakan dana desa Karangagung untuk membayar uang muka organ tunggal tersebut. Nilainya sebesar Rp5 juta.

”Tersangka kepala pekon (Desa) tersebut justru menjadi inisiator acara, dia yang mendanai kegiatan hiburan tersebut,” katanya seperti dilansir Rilisidlampung (Grup Rilis.id), Selasa (18/5/2021).

Selain sang kades, polisi juga telah menetapkan dua tersangka lainnya. Yakni MR (22) yang notabene adalah anak Rohmad Amin sebagai pencari grup organ tunggal.

MR juga ditetapkan menjadi tersangka penyalahgunaan narkoba. Lalu, AR (22) selaku ketua pemuda pekon setempat sekaligus ketua panitia kegiatan.

”RA dan MR sudah ditangkap sementara polisi masih mengejar tersangka AR yang kini masih buron,” tegas Oni.

Kepada polisi, MR mengakui jika kegiatan itu melanggar aturan dan para pemuda setempat siap menganggung resikonya.

Lebih lanjut Oni menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah memberikan izin kegiatan hiburan organ tunggal sehari setelah lebaran.

Meski tidak memberikan izin, Kapolsek Semaka Iptu Pambudi Raharjo dicopot dari jabatannya sehari setelah kasus organ tunggal mencuat ke publik.

”Tentunya ada perkara pidana, sesuai perintah Kapolda Lampung, tidak ada musyawarah. Tidak ada negosiasi terhadap hal tersebut. Proses tuntas itu yang saya janjikan, akan kami proses tuntas semua,” tandas Oni. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya