Dua Prajurit TNI Penyerang Polsek Ciracas Dipecat
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

Dua Prajurit TNI Penyerang Polsek Ciracas Dipecat

...
RILIS.ID
Jakarta
24 Mei 2021 - 18:58 WIB
Hukum | RILISID
...
FOTO: ISTIMEWA

RILISID, Jakarta — Dua prajurit TNI Angkatan Darat (TNI AD) diberhentikan dari dinas kemiliteran setelah dijatuhi hukuman bersalah oleh majelis hakim Pengadilan Militer II-08 Jakarta terkait kasus penyerangan Polsek Ciracas, Senin (24/5/2021).

Kedua prajurit itu adalah Pratu Novendo Arya Putra dari Kesatuan Badan Pembinaan Hukum (Babinkum TNI) dan Prada Muhammad Faisal dari Kesatuan Pengadilan Militer Utama.

Pratu Novendo Arya Putra divonis hukuman pokok satu tahun penjara potong masa tahanan, sedangkan Prada Muhammad Faisal dijatuhi pidana penjara 11 bulan.

Keduanya juga dijatuhi hukuman tambahan diberhentikan dari dinas kemiliteran tidak dengan hormat atau dipecat sebagai prajurit TNI AD.

"Dalam sidang putusan perkara nomor 59-K/PM.II-08/AD/III//2021 dengan terdakwa Novendo Arya Putra, majelis hakim menyatakan terdakwa secara sah dan meyakinkan melanggar Pasal 170 Ayat (1)  juncto Ayat (2) Ke-1 KUHP, Pasal 351 Ayat (1) KUHP juncto Pasal 55 Ayat (1) KUHP dan Pasal 406 Ayat (1) KUHP juncto Pasal 55 Ayat (1) Ke-1 KUHP," bunyi amar putusan yang dibacakan Hakim Ketua Letkol Chk (K) Nunung Hasana.

Mendengar putusan tersebut, terdakwa Pratu Novendo dan penasehat hukumnya menyatakan pikir-pikir untuk banding.

Sementara, perkara Prada Muhammad Faisal bersama dua prajurit TNI AD lainnya yakni Prada Ardi Sepri dan Prada Adefo diadili oleh Hakim Ketua Letkol Laut Slamet.

Prada Ardi Sepri dan Prada Adefo divonis bersalah dan dijatuhi hukuman penjara 11 bulan potong selama masa tahanan.

Keduanya terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar Pasal 170 ayat 1 juncto ayat 2 Ke-1 KUHP, Pasal 351 ayat 1 KUHP juncto Pasal 55 ayat 1 Ke-1 KUHP.

Sementara itu, Kepala Pengadilan Militer Utama Mayjen TNI Abdul Rasyid mengatakan bahwa dari 67 terdakwa, sebanyak 16 orang dijatuhi hukuman pokok pidana penjara selama satu tahun dan hukuman tambahan dipecat dari dinas militer.

Satu terdakwa dijatuhi hukuman pokok penjara 11 bulan dan hukuman tambahan dipecat dari dinas militer. Tiga terdakwa dijatuhi hukuman pidana penjara selama 13 bulan.

Kemudian 13 terdakwa dijatuhi hukuman pidana penjara selama satu tahun, 19 terdakwa dijatuhi hukuman pidana penjara 11 bulan, dan 15 terdakwa divonis pidana penjara 10 bulan.

"Dari 67 orang terdakwa yang sudah diputus perkaranya, 48 orang terdakwa menyatakan menerima, 15 terdakwa mengajukan upaya hukum banding dan 4 terdakwa menyatakan pikir-pikir," ujarnya dikutip dari laman tni.mil.id, Senin (24/5). (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya

Dua Prajurit TNI Penyerang Polsek Ciracas Dipecat

...
RILIS.ID
Jakarta
24 Mei 2021 - 18:58 WIB
Hukum | RILISID
...
FOTO: ISTIMEWA

RILISID, Jakarta — Dua prajurit TNI Angkatan Darat (TNI AD) diberhentikan dari dinas kemiliteran setelah dijatuhi hukuman bersalah oleh majelis hakim Pengadilan Militer II-08 Jakarta terkait kasus penyerangan Polsek Ciracas, Senin (24/5/2021).

Kedua prajurit itu adalah Pratu Novendo Arya Putra dari Kesatuan Badan Pembinaan Hukum (Babinkum TNI) dan Prada Muhammad Faisal dari Kesatuan Pengadilan Militer Utama.

Pratu Novendo Arya Putra divonis hukuman pokok satu tahun penjara potong masa tahanan, sedangkan Prada Muhammad Faisal dijatuhi pidana penjara 11 bulan.

Keduanya juga dijatuhi hukuman tambahan diberhentikan dari dinas kemiliteran tidak dengan hormat atau dipecat sebagai prajurit TNI AD.

"Dalam sidang putusan perkara nomor 59-K/PM.II-08/AD/III//2021 dengan terdakwa Novendo Arya Putra, majelis hakim menyatakan terdakwa secara sah dan meyakinkan melanggar Pasal 170 Ayat (1)  juncto Ayat (2) Ke-1 KUHP, Pasal 351 Ayat (1) KUHP juncto Pasal 55 Ayat (1) KUHP dan Pasal 406 Ayat (1) KUHP juncto Pasal 55 Ayat (1) Ke-1 KUHP," bunyi amar putusan yang dibacakan Hakim Ketua Letkol Chk (K) Nunung Hasana.

Mendengar putusan tersebut, terdakwa Pratu Novendo dan penasehat hukumnya menyatakan pikir-pikir untuk banding.

Sementara, perkara Prada Muhammad Faisal bersama dua prajurit TNI AD lainnya yakni Prada Ardi Sepri dan Prada Adefo diadili oleh Hakim Ketua Letkol Laut Slamet.

Prada Ardi Sepri dan Prada Adefo divonis bersalah dan dijatuhi hukuman penjara 11 bulan potong selama masa tahanan.

Keduanya terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar Pasal 170 ayat 1 juncto ayat 2 Ke-1 KUHP, Pasal 351 ayat 1 KUHP juncto Pasal 55 ayat 1 Ke-1 KUHP.

Sementara itu, Kepala Pengadilan Militer Utama Mayjen TNI Abdul Rasyid mengatakan bahwa dari 67 terdakwa, sebanyak 16 orang dijatuhi hukuman pokok pidana penjara selama satu tahun dan hukuman tambahan dipecat dari dinas militer.

Satu terdakwa dijatuhi hukuman pokok penjara 11 bulan dan hukuman tambahan dipecat dari dinas militer. Tiga terdakwa dijatuhi hukuman pidana penjara selama 13 bulan.

Kemudian 13 terdakwa dijatuhi hukuman pidana penjara selama satu tahun, 19 terdakwa dijatuhi hukuman pidana penjara 11 bulan, dan 15 terdakwa divonis pidana penjara 10 bulan.

"Dari 67 orang terdakwa yang sudah diputus perkaranya, 48 orang terdakwa menyatakan menerima, 15 terdakwa mengajukan upaya hukum banding dan 4 terdakwa menyatakan pikir-pikir," ujarnya dikutip dari laman tni.mil.id, Senin (24/5). (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya