Dua Korban Tewas Ledakan Pasuruan Jadi Tersangka
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

Dua Korban Tewas Ledakan Pasuruan Jadi Tersangka

...
Imron Hakiki
Malang
14 September 2021 - 12:34 WIB
Hukum | RILISID
...
Polisi mengevakuasi korban ledakan di Pasuruan, pada Sabtu (11/9/2021) lalu. FOTO: Istimewa

RILISID, Malang — Polisi telah menetapkan dua orang sebagai tersangka dalam peristiwa ledakan bondet atau bom ikan di Dusun Bawang Putih, Desa Pekangkungan, Kecamatan Gondangwetan, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, pada Sabtu (11/8/2021) lalu.

Kedua tersangka itu meruapakan dua orang korban tewas akibat ledakan bom ikan tersebut, yakni Abdul Ghofar dan Mat Sodiq selaku ayah dari Abdul Ghofar.

"Berdasarkan hasil gelar perkara dan pemeriksaan saksi-saksi dua orang yang juga tewas akibat ledakan tersebut ditetapkan sebagai tersangka," ungkap Kapolres Pasuruan Kota AKBP Arman, Selasa (14/9/2021).

Namun, pihaknya menyebut tidak menutup kemungkinan muncul tersangka lain dalam kasus bom ikan itu. Saat ini sendiri pengembangan masih terus didalami kepolisian.

"Kemungkinan ada tersangka lain, proses pendalaman masih berlanjut," tuturnya.

Arman melanjutkan, berdasarkan hasil penyidikan sementara, ledakan keras itu berasal dari bom ikan atau bondet yang berada di rumah Abdul Ghofar.

Namun, jajaran Polres Pasuruan Kota masih menunggu hasil uji Labfor untuk menguatkan kesimpulan atas kepemilikan bondet itu.

Diberitakan sebelumnya, pada Sabtu pagi 11 September 2021 pukul 08.00 WIB sebuah ledakan terjadi di Dusun Bawang Putih, Desa Pekangkungan, Kecamatan Gondangwetan, Kabupaten Pasuruan. Ledakan yang berasal dari bom ikan ini menghancurkan rumah rumah pemilik bom itu, yakni Abdul Ghofar.

Selain Ghofar, satu orang lain yang tewas yakni Mat Sodiq yang tak lain adalah ayah Ghofar. Sementara dua orang dilaporkan terluka akibat kejadian tersebut.

Keduanya adalah Imron berusia 30 tahun. Ia adalah adik dari Gofar dan tengah menjalani perawatan di rumah sakit. Satu korban lain yakni Feri berusia 17 tahun, juga turut dilarikan ke rumah sakit.

Ledakan juga membuat dua rumah rusak dan merusak 13 rumah yang ada di sekitar lokasi. Mayoritas rumah yang rusak mengalami kerusakan di bagian atapnya. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya

Dua Korban Tewas Ledakan Pasuruan Jadi Tersangka

...
Imron Hakiki
Malang
14 September 2021 - 12:34 WIB
Hukum | RILISID
...
Polisi mengevakuasi korban ledakan di Pasuruan, pada Sabtu (11/9/2021) lalu. FOTO: Istimewa

RILISID, Malang — Polisi telah menetapkan dua orang sebagai tersangka dalam peristiwa ledakan bondet atau bom ikan di Dusun Bawang Putih, Desa Pekangkungan, Kecamatan Gondangwetan, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, pada Sabtu (11/8/2021) lalu.

Kedua tersangka itu meruapakan dua orang korban tewas akibat ledakan bom ikan tersebut, yakni Abdul Ghofar dan Mat Sodiq selaku ayah dari Abdul Ghofar.

"Berdasarkan hasil gelar perkara dan pemeriksaan saksi-saksi dua orang yang juga tewas akibat ledakan tersebut ditetapkan sebagai tersangka," ungkap Kapolres Pasuruan Kota AKBP Arman, Selasa (14/9/2021).

Namun, pihaknya menyebut tidak menutup kemungkinan muncul tersangka lain dalam kasus bom ikan itu. Saat ini sendiri pengembangan masih terus didalami kepolisian.

"Kemungkinan ada tersangka lain, proses pendalaman masih berlanjut," tuturnya.

Arman melanjutkan, berdasarkan hasil penyidikan sementara, ledakan keras itu berasal dari bom ikan atau bondet yang berada di rumah Abdul Ghofar.

Namun, jajaran Polres Pasuruan Kota masih menunggu hasil uji Labfor untuk menguatkan kesimpulan atas kepemilikan bondet itu.

Diberitakan sebelumnya, pada Sabtu pagi 11 September 2021 pukul 08.00 WIB sebuah ledakan terjadi di Dusun Bawang Putih, Desa Pekangkungan, Kecamatan Gondangwetan, Kabupaten Pasuruan. Ledakan yang berasal dari bom ikan ini menghancurkan rumah rumah pemilik bom itu, yakni Abdul Ghofar.

Selain Ghofar, satu orang lain yang tewas yakni Mat Sodiq yang tak lain adalah ayah Ghofar. Sementara dua orang dilaporkan terluka akibat kejadian tersebut.

Keduanya adalah Imron berusia 30 tahun. Ia adalah adik dari Gofar dan tengah menjalani perawatan di rumah sakit. Satu korban lain yakni Feri berusia 17 tahun, juga turut dilarikan ke rumah sakit.

Ledakan juga membuat dua rumah rusak dan merusak 13 rumah yang ada di sekitar lokasi. Mayoritas rumah yang rusak mengalami kerusakan di bagian atapnya. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya