Dua Jenderal Purnawirawan Segera Disidang Terkait Kasus Asabri, JPU Susun Dakwaan
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

Dua Jenderal Purnawirawan Segera Disidang Terkait Kasus Asabri, JPU Susun Dakwaan

...
RILIS.ID
Jakarta
29 Mei 2021 - 11:21 WIB
Hukum | RILISID
...
FOTO: ISTIMEWA

RILISID, Jakarta — Kasus dugaan korupsi pengelolaan keuangan dan investasi di PT Asuransi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (PT Asabri) memasuki babak baru.

Pasalnya, tim penyidik Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung (Kejagung) telah melimpahkan tujuh tersangka dan barang bukti kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Pelimpahan tersebut dilakukan penyidik kepada tim JPU Direktorat Penuntutan Jampidsus dan Kejaksaan Negeri Jakarta Timur pada Jumat (28/5/2021).

”Penyerahan tujuh tersangka dan barang bukti dilaksanakan setelah berkas perkara dinyatakan lengkap atau P-21 oleh Tim Jaksa Peneliti kemarin,” kata Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung Leonard Eben Ezer Simanjuntak dalam keterangan tertulisnya yang diterima Rilis.id, Sabtu (29/5/2021).

Ketujuh tersangka itu adalah Mayjen (Purn) Adam Rachmat Damiri (ARD) selaku Dirut PT Asabri periode 2011-Maret 2016, Letjen (Purn) Sonny Widjaja (SW) selaku Direktur Utama PT Asabri periode Maret 2016 sampai Juli 2020.

Mantan Direktur Keuangan PT Asabri periode Oktober 2008 sampai Juni 2014 Bachtiar Effendi (BE), Direktur PT Asabri periode 2013-2014 dan 2015-2019 Hari Setianto (HS).

Kemudian mantan Kepala Divisi Investasi PT Asabri Ilham W Siregar (IWS), Direktur Utama PT Prima Jaringan Lukman Purnomosidi (LP) dan Direktur PT Jakarta Emiten Investor Relation Jimmy Sutopo (JS).

Ketujuh tersangka disangkakan Pasal 2 ayat 1 juncto Pasal 18 UU No.31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah menjadi UU No.20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. Subsidair Pasal 3 juncto Pasal 18 UU No.20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

”Setelah selesai serah terima terhadap para tersangka kemudian ditahan kembali oleh JPU dengan tetap menahan dalam Rumah Tahanan Negara (Rutan) selama 20 hari terhitung sejak 28 Mei sampai16 Juni,” ujar Leonard.

Menurutnya, ada empat tersangka ditahan di Rutan Salemba Cabang Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan. Mereka adalah tersangka BE, IWS, HS, dan LP.

Sementara tersangka ARD dan SW dilakukan penahanan di Rutan Salemba Cabang Kejagung, sedangkan JS ditahan di Rutan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

”Selanjutnya, tim JPU akan mempersiapkan surat dakwaan terhadap para terdakwa dan kelengkapan administrasi lainnya guna menentukan apakah perkara tersebut sudah dapat dilimpahkan ke pengadilan,” tambah Leonard.

Diketahui, para tersangka diduga telah melakukan kerja sama dengan beberapa pihak untuk mengatur dan mengendalikan dana investasi PT Asabri dalam investasi pembelian saham melalui pihak-pihak yang terafiliasi dan investasi penyertaan dana melalui beberapa perusahaan Manajemen Investasi (MI) dalam kurun 2012-2019.

Perbuatan tersebut diduga telah mengakibatkan kerugian keuangan negara sekitar Rp23,73 triliun. (*)

Editor : RILIS.ID

TAG:

Berita Lainnya

Dua Jenderal Purnawirawan Segera Disidang Terkait Kasus Asabri, JPU Susun Dakwaan

...
RILIS.ID
Jakarta
29 Mei 2021 - 11:21 WIB
Hukum | RILISID
...
FOTO: ISTIMEWA

RILISID, Jakarta — Kasus dugaan korupsi pengelolaan keuangan dan investasi di PT Asuransi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (PT Asabri) memasuki babak baru.

Pasalnya, tim penyidik Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung (Kejagung) telah melimpahkan tujuh tersangka dan barang bukti kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Pelimpahan tersebut dilakukan penyidik kepada tim JPU Direktorat Penuntutan Jampidsus dan Kejaksaan Negeri Jakarta Timur pada Jumat (28/5/2021).

”Penyerahan tujuh tersangka dan barang bukti dilaksanakan setelah berkas perkara dinyatakan lengkap atau P-21 oleh Tim Jaksa Peneliti kemarin,” kata Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung Leonard Eben Ezer Simanjuntak dalam keterangan tertulisnya yang diterima Rilis.id, Sabtu (29/5/2021).

Ketujuh tersangka itu adalah Mayjen (Purn) Adam Rachmat Damiri (ARD) selaku Dirut PT Asabri periode 2011-Maret 2016, Letjen (Purn) Sonny Widjaja (SW) selaku Direktur Utama PT Asabri periode Maret 2016 sampai Juli 2020.

Mantan Direktur Keuangan PT Asabri periode Oktober 2008 sampai Juni 2014 Bachtiar Effendi (BE), Direktur PT Asabri periode 2013-2014 dan 2015-2019 Hari Setianto (HS).

Kemudian mantan Kepala Divisi Investasi PT Asabri Ilham W Siregar (IWS), Direktur Utama PT Prima Jaringan Lukman Purnomosidi (LP) dan Direktur PT Jakarta Emiten Investor Relation Jimmy Sutopo (JS).

Ketujuh tersangka disangkakan Pasal 2 ayat 1 juncto Pasal 18 UU No.31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah menjadi UU No.20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. Subsidair Pasal 3 juncto Pasal 18 UU No.20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

”Setelah selesai serah terima terhadap para tersangka kemudian ditahan kembali oleh JPU dengan tetap menahan dalam Rumah Tahanan Negara (Rutan) selama 20 hari terhitung sejak 28 Mei sampai16 Juni,” ujar Leonard.

Menurutnya, ada empat tersangka ditahan di Rutan Salemba Cabang Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan. Mereka adalah tersangka BE, IWS, HS, dan LP.

Sementara tersangka ARD dan SW dilakukan penahanan di Rutan Salemba Cabang Kejagung, sedangkan JS ditahan di Rutan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

”Selanjutnya, tim JPU akan mempersiapkan surat dakwaan terhadap para terdakwa dan kelengkapan administrasi lainnya guna menentukan apakah perkara tersebut sudah dapat dilimpahkan ke pengadilan,” tambah Leonard.

Diketahui, para tersangka diduga telah melakukan kerja sama dengan beberapa pihak untuk mengatur dan mengendalikan dana investasi PT Asabri dalam investasi pembelian saham melalui pihak-pihak yang terafiliasi dan investasi penyertaan dana melalui beberapa perusahaan Manajemen Investasi (MI) dalam kurun 2012-2019.

Perbuatan tersebut diduga telah mengakibatkan kerugian keuangan negara sekitar Rp23,73 triliun. (*)

Editor : RILIS.ID

TAG:

Berita Lainnya