Divonis 4 Tahun dalam Kasus Gratifikasi, Eks Bupati Lampung Tengah Makin Lama Dipenjara
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

Divonis 4 Tahun dalam Kasus Gratifikasi, Eks Bupati Lampung Tengah Makin Lama Dipenjara

...
RILIS.ID
Bandarlampung
5 Juli 2021 - 14:36 WIB
Hukum | RILISID
...
Mustafa. Foto: Dok Rilisid Lampung

RILISID, Bandarlampung — Majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Tanjungkarang menjatuhi hukuman empat tahun penjara terhadap mantan Bupati Lampung Tengah (Lamteng) Mustafa dalam kasus suap dan gratifikasi.

"Menjatuhi hukuman empat tahun penjara terhadap terdakwa dan denda Rp300 juta dengan ketentuan apabila tidak dibayar maka diganti 3 bulan penjara,” ucap Hakim Ketua Afiyanto dalam sidang putusan di Pengadilan Negeri (PN) Tanjungkarang, Senin (5/7/2021).

Afiyanto menyatakan Mustafa terbukti melakukan tindak pidana korupsi secara berjamaah. Hukuman ditambah degan membayar uang pengganti sebesar Rp17,1 miliar.

Jika tidak mampu membayar dalam satu bulan, maka harta dan asetnya akan dilelang. Apabila tidak mencukupi juga, akan diganti hukuman dua tahun penjara.

Hakim Tipikor juga memberikan hukum tambahan berupa pencabutan hak politik terhadap Mustafa selama dua tahun. Baik dipilih maupun memilih dalam pemilihan kepala daerah, pemilihan presiden, dan pemilihan legislatif.

Putusan tersebut lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), yang menuntut Mustafa lima tahun penjara dan denda Rp400 juta subsider 4 bulan penjara.

Selain itu JPU KPK juga membebankan uang pengganti Rp24,6 miliar subsider dua tahun penjara dan pencabutan hak politik selama 4 tahun, terhitung sejak terdakwa menjalani pidana pokok.

Mustafa mengatakan akan pikir-pikir terlebih terkait vonis hakim tersebut, termasuk perihal putusan uang pengganti. JPU juga menyatakan hal serupa.

Beberapa waktu sebelumnya, Mustafa telah dijatuhi hukuman tiga tahun penjara dalam kasus suap terkait persetujuan pinjaman daerah APBD Lampung Tengah tahun anggaran 2018. (*)

Laporan: Sulaiman, Kontributor Bandarlampung


Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya

Divonis 4 Tahun dalam Kasus Gratifikasi, Eks Bupati Lampung Tengah Makin Lama Dipenjara

...
RILIS.ID
Bandarlampung
5 Juli 2021 - 14:36 WIB
Hukum | RILISID
...
Mustafa. Foto: Dok Rilisid Lampung

RILISID, Bandarlampung — Majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Tanjungkarang menjatuhi hukuman empat tahun penjara terhadap mantan Bupati Lampung Tengah (Lamteng) Mustafa dalam kasus suap dan gratifikasi.

"Menjatuhi hukuman empat tahun penjara terhadap terdakwa dan denda Rp300 juta dengan ketentuan apabila tidak dibayar maka diganti 3 bulan penjara,” ucap Hakim Ketua Afiyanto dalam sidang putusan di Pengadilan Negeri (PN) Tanjungkarang, Senin (5/7/2021).

Afiyanto menyatakan Mustafa terbukti melakukan tindak pidana korupsi secara berjamaah. Hukuman ditambah degan membayar uang pengganti sebesar Rp17,1 miliar.

Jika tidak mampu membayar dalam satu bulan, maka harta dan asetnya akan dilelang. Apabila tidak mencukupi juga, akan diganti hukuman dua tahun penjara.

Hakim Tipikor juga memberikan hukum tambahan berupa pencabutan hak politik terhadap Mustafa selama dua tahun. Baik dipilih maupun memilih dalam pemilihan kepala daerah, pemilihan presiden, dan pemilihan legislatif.

Putusan tersebut lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), yang menuntut Mustafa lima tahun penjara dan denda Rp400 juta subsider 4 bulan penjara.

Selain itu JPU KPK juga membebankan uang pengganti Rp24,6 miliar subsider dua tahun penjara dan pencabutan hak politik selama 4 tahun, terhitung sejak terdakwa menjalani pidana pokok.

Mustafa mengatakan akan pikir-pikir terlebih terkait vonis hakim tersebut, termasuk perihal putusan uang pengganti. JPU juga menyatakan hal serupa.

Beberapa waktu sebelumnya, Mustafa telah dijatuhi hukuman tiga tahun penjara dalam kasus suap terkait persetujuan pinjaman daerah APBD Lampung Tengah tahun anggaran 2018. (*)

Laporan: Sulaiman, Kontributor Bandarlampung


Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya