Bentrok Berdarah Lahan Tebu yang Tewaskan Dua Petani: Polisi Amankan 20 Orang
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

Bentrok Berdarah Lahan Tebu yang Tewaskan Dua Petani: Polisi Amankan 20 Orang

...
RILIS.ID
Jawa Barat
6 Oktober 2021 - 15:43 WIB
Hukum | RILISID
...
Kabidhumas Polda Jabar Kombes Erdi A Chaniago.Foto: tribratanews.polri.go.id/Istimewa

RILISID, Jawa Barat — Perebutan lahan tebu yang dikelola PG Jatitujuh di Kecamatan Tukdana, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat terus diselidiki pihak kepolisian setempat.

Diketahui, perselisihan antar kelompok petani yang terjadi pada Senin (5/10/2021) tersebut memang diduga dipicu perebutan lahan.

Pasca bentrokan, polisi mengamankan 20 orang yang terlibat dalam bentrokan maut yang menewaskan dua petani tersebut.

Kabidhumas Polda Jabar Kombes Erdi A Chaniago membenarkan pihaknya mengamankan 20 orang akibat bentrokan maut di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat itu.

”Mereka menjalani pemeriksaan guna mencari penyebab adanya perkelahian itu,” ujar Erdi di Mapolda Jawa Barat, Bandung, Selasa (5/10/2021) yang dikutip dari tribratanews.polri.go.id.

Namun, belum ada di antara mereka yang ditetapkan sebagai tersangka dalam bentrokan itu.

”Masih didalami, karena ini belum 24 jam. Yang meninggal itu dari kelompok penggarap lahannya,” katanya.

Selain itu, 20 orang itu juga masih ditahan untuk menjalani pemeriksaan guna mencari penyebab atau pemicu bentrokan tersebut.

Karena, kata dia, pada saat pengamanan, perkelahiannya sudah terjadi, orang-orang yang diamankan itu juga yang diduga melakukan tindakan pidana.

Ia memastikan, kondisi lahan tebu di Kecamatan Tukdana, Kabupaten Indramayu yang juga berbatasan dengan Kecamatan Majalengka itu sudah kembali kondusif.(*)

Editor : Wirahadikusumah

TAG:

Berita Lainnya

Bentrok Berdarah Lahan Tebu yang Tewaskan Dua Petani: Polisi Amankan 20 Orang

...
RILIS.ID
Jawa Barat
6 Oktober 2021 - 15:43 WIB
Hukum | RILISID
...
Kabidhumas Polda Jabar Kombes Erdi A Chaniago.Foto: tribratanews.polri.go.id/Istimewa

RILISID, Jawa Barat — Perebutan lahan tebu yang dikelola PG Jatitujuh di Kecamatan Tukdana, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat terus diselidiki pihak kepolisian setempat.

Diketahui, perselisihan antar kelompok petani yang terjadi pada Senin (5/10/2021) tersebut memang diduga dipicu perebutan lahan.

Pasca bentrokan, polisi mengamankan 20 orang yang terlibat dalam bentrokan maut yang menewaskan dua petani tersebut.

Kabidhumas Polda Jabar Kombes Erdi A Chaniago membenarkan pihaknya mengamankan 20 orang akibat bentrokan maut di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat itu.

”Mereka menjalani pemeriksaan guna mencari penyebab adanya perkelahian itu,” ujar Erdi di Mapolda Jawa Barat, Bandung, Selasa (5/10/2021) yang dikutip dari tribratanews.polri.go.id.

Namun, belum ada di antara mereka yang ditetapkan sebagai tersangka dalam bentrokan itu.

”Masih didalami, karena ini belum 24 jam. Yang meninggal itu dari kelompok penggarap lahannya,” katanya.

Selain itu, 20 orang itu juga masih ditahan untuk menjalani pemeriksaan guna mencari penyebab atau pemicu bentrokan tersebut.

Karena, kata dia, pada saat pengamanan, perkelahiannya sudah terjadi, orang-orang yang diamankan itu juga yang diduga melakukan tindakan pidana.

Ia memastikan, kondisi lahan tebu di Kecamatan Tukdana, Kabupaten Indramayu yang juga berbatasan dengan Kecamatan Majalengka itu sudah kembali kondusif.(*)

Editor : Wirahadikusumah

TAG:

Berita Lainnya