Aset Tersangka Kasus Asabri Kembali Disita, Kali Ini 410 Bidang Tanah di Lebak
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

Aset Tersangka Kasus Asabri Kembali Disita, Kali Ini 410 Bidang Tanah di Lebak

...
RILIS.ID
Jakarta
8 April 2021 - 19:23 WIB
Hukum | RILISID
...
Kejagung menyita aset tersangka kasus Asabri di Lebak, Banten. Foto: Tangkapan layar

RILISID, Jakarta — Aset para tersangka kasus Asabri kembali disita Kejaksaan Agung (Kejagung). Kali ini 410 bidang tanah di Kabupaten Lebak, Banten.

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Leonard Eben Ezer Simanjuntak mengatakan aset berupa 410 bidang tanah itu milik tersangka Benny Tjokrosaputro (BTS), Komisaris PT Hanson International Tbk.

"Pemasangan tanda penyitaan barang bukti kali ini adalah aset milik tersangka BTS berupa 410 (empat ratus sepuluh) bidang tanah dengan luas 3.090.000 meter persegi sebagai tindak lanjut dari proses penyitaan pada 10 Maret 2021 lalu," kata Leonard dalam keterangannya, Kamis (8/4/2021).

Menurut Leonard, pemasangan tanda penyitaan yang dilakukan tim jaksa penyidik pada Direktorat Penyidikan Jampidsus Kejagung guna memastikan status barang bukti agar tidak dialihkan kepada pihak lain.

"Setelah dipasang tanda penyitaan, selanjutnya status barang bukti tersebut ditiitipkan kepada empat camat di mana tanah tersebut terletak," ujarnya.

Adapun 410 bidang tanah tersebut terletak di Kecamatan Cibadak sebanyak 38 bidang, Kalanganyar 39 bidang, Sajira 86 bidang, dan Rangkasbitung 247 bidang.

Pada hari ini juga tim penyidik memeriksa tujuh orang saksi terkait perkara dugaan tindak pidana korupsi PT Asabri.

Mereka yang diperiksa adalah E selaku Direktur Utama (Dirut) PT Amanah Ventura Syariah, RM (Karyawan PT Hanson International, Tbk), EK yang merupakan Dirut PT Emco Asset Management, YA selaku Dirut PT Grahamas Citrawisata, Tbk.

Kemudian GWA (Fund Manager PT Insight Investment Management), EHP selaku Dirut PT Insight Investment Management, dan EH (Nominee/karyawan PT Millenium Aset Manajemen).

Diketahui, kasus korupsi pengelolaan keuangan dan dana investasi di PT Asuransi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Asabri) diduga telah menyebabkan kerugian keuangan negara kurang lebih Rp23 triliun. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya

Aset Tersangka Kasus Asabri Kembali Disita, Kali Ini 410 Bidang Tanah di Lebak

...
RILIS.ID
Jakarta
8 April 2021 - 19:23 WIB
Hukum | RILISID
...
Kejagung menyita aset tersangka kasus Asabri di Lebak, Banten. Foto: Tangkapan layar

RILISID, Jakarta — Aset para tersangka kasus Asabri kembali disita Kejaksaan Agung (Kejagung). Kali ini 410 bidang tanah di Kabupaten Lebak, Banten.

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Leonard Eben Ezer Simanjuntak mengatakan aset berupa 410 bidang tanah itu milik tersangka Benny Tjokrosaputro (BTS), Komisaris PT Hanson International Tbk.

"Pemasangan tanda penyitaan barang bukti kali ini adalah aset milik tersangka BTS berupa 410 (empat ratus sepuluh) bidang tanah dengan luas 3.090.000 meter persegi sebagai tindak lanjut dari proses penyitaan pada 10 Maret 2021 lalu," kata Leonard dalam keterangannya, Kamis (8/4/2021).

Menurut Leonard, pemasangan tanda penyitaan yang dilakukan tim jaksa penyidik pada Direktorat Penyidikan Jampidsus Kejagung guna memastikan status barang bukti agar tidak dialihkan kepada pihak lain.

"Setelah dipasang tanda penyitaan, selanjutnya status barang bukti tersebut ditiitipkan kepada empat camat di mana tanah tersebut terletak," ujarnya.

Adapun 410 bidang tanah tersebut terletak di Kecamatan Cibadak sebanyak 38 bidang, Kalanganyar 39 bidang, Sajira 86 bidang, dan Rangkasbitung 247 bidang.

Pada hari ini juga tim penyidik memeriksa tujuh orang saksi terkait perkara dugaan tindak pidana korupsi PT Asabri.

Mereka yang diperiksa adalah E selaku Direktur Utama (Dirut) PT Amanah Ventura Syariah, RM (Karyawan PT Hanson International, Tbk), EK yang merupakan Dirut PT Emco Asset Management, YA selaku Dirut PT Grahamas Citrawisata, Tbk.

Kemudian GWA (Fund Manager PT Insight Investment Management), EHP selaku Dirut PT Insight Investment Management, dan EH (Nominee/karyawan PT Millenium Aset Manajemen).

Diketahui, kasus korupsi pengelolaan keuangan dan dana investasi di PT Asuransi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Asabri) diduga telah menyebabkan kerugian keuangan negara kurang lebih Rp23 triliun. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya