Aset Milik Tersangka Kasus Asabri Satu Persatu Disita, Kali Ini 30 Bidang Tanah
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

Aset Milik Tersangka Kasus Asabri Satu Persatu Disita, Kali Ini 30 Bidang Tanah

...
RILIS.ID
Jakarta
29 April 2021 - 16:53 WIB
Hukum | RILISID
...
Foto: Istimewa

RILISID, Jakarta — Penyitaan aset milik tersangka kasus Asabri kembali dilakukan tim penyidik Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung (Kejagung).

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Leonard Eben Ezer Simanjuntak mengungkapkan aset yang disita milik tersangka Benny Tjokrosaputro (BTS), Komisaris PT Hanson International Tbk.

"Kali ini aset yang berhasil disita berupa 30 bidang tanah beserta sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB) atas nama PT Andalan Tekhno Korindo yang terafiliasi dengan tersangka BTS," kata Leonard dalam keterangan tertulisnya, Kamis (29/4/2021).

Tiga puluh bidang tanah dengan luas 394.662 meter persegi itu berada di Desa Puwatu dan Watulondo, Kendari, Sulawesi Tenggara.

"Status sertifikat HGB tersebut telah diblokir oleh Kantor Badan Pertanahan Kota Kendari," ujar Leonard.

Lebih lanjut Leonard menambahkan bahwa penyitaan tiga puluh bidang tanah tersebut telah mendapatkan penetapan wakil ketua Pengadilan Negeri Kendari bernomor 8/Pen.Pid.Sus-TPK/2021/PN Kdi tanggal 27 April.

"Pengadilan pada pokoknya memberikan izin kepada penyidik Kejaksaan Agung untuk melakukan penyitaan terhadap tanah dan/atau bangunan di Kota Kendari," tutur Leonard.

Selanjutnya, kata Leonard, aset yang telah disita akan dilakukan penaksiran atau taksasi oleh Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP).

"Hal ini dilakukan guna diperhitungkan sebagai penyelamatan kerugian keuangan negara di dalam proses selanjutnya," ujarnya.

Beberapa waktu sebelumnya, penyidik juga menyita aset tersangka BTS berupa enam bidang tanah dan/atau bangunan dengan jumlah luas seluruhnya 7.360 meter persegi di Batam.

Diketahui, penyitaan barang bukti dalam perkara korupsi pengelolaan keuangan dan dana investasi di PT Asuransi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Asabri) yang diduga menyebabkan kerugian keuangan negara kurang lebih Rp23 triliun. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya

Aset Milik Tersangka Kasus Asabri Satu Persatu Disita, Kali Ini 30 Bidang Tanah

...
RILIS.ID
Jakarta
29 April 2021 - 16:53 WIB
Hukum | RILISID
...
Foto: Istimewa

RILISID, Jakarta — Penyitaan aset milik tersangka kasus Asabri kembali dilakukan tim penyidik Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung (Kejagung).

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Leonard Eben Ezer Simanjuntak mengungkapkan aset yang disita milik tersangka Benny Tjokrosaputro (BTS), Komisaris PT Hanson International Tbk.

"Kali ini aset yang berhasil disita berupa 30 bidang tanah beserta sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB) atas nama PT Andalan Tekhno Korindo yang terafiliasi dengan tersangka BTS," kata Leonard dalam keterangan tertulisnya, Kamis (29/4/2021).

Tiga puluh bidang tanah dengan luas 394.662 meter persegi itu berada di Desa Puwatu dan Watulondo, Kendari, Sulawesi Tenggara.

"Status sertifikat HGB tersebut telah diblokir oleh Kantor Badan Pertanahan Kota Kendari," ujar Leonard.

Lebih lanjut Leonard menambahkan bahwa penyitaan tiga puluh bidang tanah tersebut telah mendapatkan penetapan wakil ketua Pengadilan Negeri Kendari bernomor 8/Pen.Pid.Sus-TPK/2021/PN Kdi tanggal 27 April.

"Pengadilan pada pokoknya memberikan izin kepada penyidik Kejaksaan Agung untuk melakukan penyitaan terhadap tanah dan/atau bangunan di Kota Kendari," tutur Leonard.

Selanjutnya, kata Leonard, aset yang telah disita akan dilakukan penaksiran atau taksasi oleh Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP).

"Hal ini dilakukan guna diperhitungkan sebagai penyelamatan kerugian keuangan negara di dalam proses selanjutnya," ujarnya.

Beberapa waktu sebelumnya, penyidik juga menyita aset tersangka BTS berupa enam bidang tanah dan/atau bangunan dengan jumlah luas seluruhnya 7.360 meter persegi di Batam.

Diketahui, penyitaan barang bukti dalam perkara korupsi pengelolaan keuangan dan dana investasi di PT Asuransi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Asabri) yang diduga menyebabkan kerugian keuangan negara kurang lebih Rp23 triliun. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya