Anji Dinyatakan Positif THC, Apa Itu?
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

Anji Dinyatakan Positif THC, Apa Itu?

...
RILIS.ID
Jakarta
14 Juni 2021 - 13:40 WIB
Hukum | RILISID
...
Anji. FOTO: Instagram @duniamanji

RILISID, Jakarta — Polisi telah memeriksa urine musisi Erdian Aji Prihartanto alias Anji. Pemeriksaan tersebut dilakukan setelah Anji ditangkap pada Jumat (11/6/2021).

"Sudah (sempat tes urine). Protap habis penangkapan, agar akan lakukan CU (cek urine),” kata Kasatresnarkoba Polres Metro Jakarta Barat AKBP Ronaldo Maradona Siregar dikutip dari laman humas.polri.go.id, Senin (14/6/2021).

Dari hasil tes urine tersebut, Anji dinyatakan positif Tetrahydrocannabinol atau THC.

"Positif THC,” ucap Ronaldo.

Namun, Ronaldo enggan menjelaskan alasan kenapa Anji dites urine lagi. Menurutnya, hal itu adalah wewenang dari Kedokteran dan Kesehatan (Dokkes).

"Kalau untuk kepentingan pemeriksaan, pemberkasan, itu memang dari Dokkes,” tuturnya.

Dikutip dari laman pom.go.id, THC merupakan senyawa utama dari ekstrak tanaman ganja, termasuk bahan yang dilarang digunakan sebagai bahan baku pangan di Indonesia sebagaimana diatur dalam Peraturan BPOM No. 7 Tahun 2018 tentang Bahan Baku yang Dilarang dalam Pangan Olahan.

Dalam rangka perlindungan konsumen, BPOM RI melakukan evaluasi keamanan, mutu, dan gizi pangan termasuk terhadap semua bahan yang digunakan untuk pembuatan pangan olahan. Pangan yang telah memenuhi ketentuan akan diberikan nomor izin edar (MD atau ML) dan wajib dicantumkan pada label.

BPOM RI tidak akan memberikan izin edar terhadap produk pangan yang mengandung THC. Jika di peredaran ditemukan produk pangan mengandung THC, berarti produk tersebut ilegal.

Dengan merebaknya isu peredaran produk pangan yang mengandung ganja di luar negeri, BPOM RI mengajak masyarakat untuk menjadi konsumen cerdas dengan selalu melakukan cek “KLIK” (Kemasan, Label, Izin Edar dan Kedaluwarsa) sebelum membeli. Pastikan kemasannya dalam kondisi baik, baca informasi pada labelnya, pastikan memiliki izin edar dari BPOM RI, dan tidak melebihi masa kedaluarsa. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya

Anji Dinyatakan Positif THC, Apa Itu?

...
RILIS.ID
Jakarta
14 Juni 2021 - 13:40 WIB
Hukum | RILISID
...
Anji. FOTO: Instagram @duniamanji

RILISID, Jakarta — Polisi telah memeriksa urine musisi Erdian Aji Prihartanto alias Anji. Pemeriksaan tersebut dilakukan setelah Anji ditangkap pada Jumat (11/6/2021).

"Sudah (sempat tes urine). Protap habis penangkapan, agar akan lakukan CU (cek urine),” kata Kasatresnarkoba Polres Metro Jakarta Barat AKBP Ronaldo Maradona Siregar dikutip dari laman humas.polri.go.id, Senin (14/6/2021).

Dari hasil tes urine tersebut, Anji dinyatakan positif Tetrahydrocannabinol atau THC.

"Positif THC,” ucap Ronaldo.

Namun, Ronaldo enggan menjelaskan alasan kenapa Anji dites urine lagi. Menurutnya, hal itu adalah wewenang dari Kedokteran dan Kesehatan (Dokkes).

"Kalau untuk kepentingan pemeriksaan, pemberkasan, itu memang dari Dokkes,” tuturnya.

Dikutip dari laman pom.go.id, THC merupakan senyawa utama dari ekstrak tanaman ganja, termasuk bahan yang dilarang digunakan sebagai bahan baku pangan di Indonesia sebagaimana diatur dalam Peraturan BPOM No. 7 Tahun 2018 tentang Bahan Baku yang Dilarang dalam Pangan Olahan.

Dalam rangka perlindungan konsumen, BPOM RI melakukan evaluasi keamanan, mutu, dan gizi pangan termasuk terhadap semua bahan yang digunakan untuk pembuatan pangan olahan. Pangan yang telah memenuhi ketentuan akan diberikan nomor izin edar (MD atau ML) dan wajib dicantumkan pada label.

BPOM RI tidak akan memberikan izin edar terhadap produk pangan yang mengandung THC. Jika di peredaran ditemukan produk pangan mengandung THC, berarti produk tersebut ilegal.

Dengan merebaknya isu peredaran produk pangan yang mengandung ganja di luar negeri, BPOM RI mengajak masyarakat untuk menjadi konsumen cerdas dengan selalu melakukan cek “KLIK” (Kemasan, Label, Izin Edar dan Kedaluwarsa) sebelum membeli. Pastikan kemasannya dalam kondisi baik, baca informasi pada labelnya, pastikan memiliki izin edar dari BPOM RI, dan tidak melebihi masa kedaluarsa. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya