Ajukan Kasasi, Penikam Syekh Ali Jaber Berharap Diampuni Hakim MA
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

Ajukan Kasasi, Penikam Syekh Ali Jaber Berharap Diampuni Hakim MA

...
RILIS.ID
Bandarlampung
27 Juli 2021 - 22:11 WIB
Hukum | RILISID
...
Almarhum Syekh Ali Jaber foto bersama dengan pejabat Bandarlampung usai menjadi korban penusukan. Foto: Dok Rilisid Lampung

RILISID, Bandarlampung — Penikam ulama dan pendakwah Indonesia Syekh Ali Jaber, Alvin Andrian berharap mendapat pengampunan dari hakim agung.

Alvin melalui penasihat hukumnya, Ardiansyah telah mengajukan kasasi atas putusan empat tahun penjara oleh Pengadilan Negeri (PN) Tanjungkarang beberapa waktu lalu.

Menurut Ardiansyah, kliennya saat ini masih menunggu putusan kasasi Mahkamah Agung (MA). Sehingga kasus tersebut belum berkekuatan hukum yang tetap atau inkrah.

"Belum inkrah, kita masih tunggu hasil dari MA," katanya sebagaimana dikutip dari Rilisid Lampung (Grup Rilisid), Selasa (27/7/2021).

Ardiansyah menjelaskan kliennya mengajukan kasasi karena tidak terima dengan putusan banding Pengadilan Tinggi Tanjungkarang, yang memperkuat vonis pengadilan tingkat pertama.

"Apabila nanti putusan dari MA juga menguatkan putusan PN, maka sudah selesai, sudah inkrah," ujarnya.

Diketahui, Alvin dijatuhi hukuman empat tahun penjara oleh Majelis Hakim PN Tanjungkarang pada Kamis (1/4/2021). Terdakwa dinyatakan secara sah dan terbukti telah melakukan penusukan terhadap almarhum Syekh Ali Jaber ketika berceramah di Bandarlampung.

Hakim menilai terdakwa terbukti melanggar Pasal 351 KUHP seperti pledoi kuasa hukum terdakwa dan terbukti menggunakan senjata penusuk berupa pisau dapur seperti dakwaan kedua tentang UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951.

Padahal sebelumnya, istri almarhum Syekh Ali Jaber, Deva Rachman, meminta penikam Alpin Andrian dibebaskan. Namun, hakim bergeming.

”Terdakwa menikam lengan kanan korban dengan pisau dapur. Ini masuk definisi menghilangkan nyawa orang lain,” kata Hakim Ketua Dadi Rahmadi.

Vonis ini lebih ringan dari tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) yang menuntut Alpin dihukum 10 tahun penjara.

Almarhum Syekh Ali Jaber ditusuk Alpin pada Minggu (13/9/2020) sore. Saat itu, ia tengah mengisi pengajian di Masjid Fallahudin, Kecamatan Tanjungkarang Barat, Bandarlampung.

Penikaman terjadi saat Syekh Ali Jaber baru menyampaikan ceramah selama 15 menit. Pendakwah kondang itu terluka di lengan kanan dan mendapat 10 jahitan. (*)

Laporan: Sulaiman, Kontributor Bandarlampung

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya

Ajukan Kasasi, Penikam Syekh Ali Jaber Berharap Diampuni Hakim MA

...
RILIS.ID
Bandarlampung
27 Juli 2021 - 22:11 WIB
Hukum | RILISID
...
Almarhum Syekh Ali Jaber foto bersama dengan pejabat Bandarlampung usai menjadi korban penusukan. Foto: Dok Rilisid Lampung

RILISID, Bandarlampung — Penikam ulama dan pendakwah Indonesia Syekh Ali Jaber, Alvin Andrian berharap mendapat pengampunan dari hakim agung.

Alvin melalui penasihat hukumnya, Ardiansyah telah mengajukan kasasi atas putusan empat tahun penjara oleh Pengadilan Negeri (PN) Tanjungkarang beberapa waktu lalu.

Menurut Ardiansyah, kliennya saat ini masih menunggu putusan kasasi Mahkamah Agung (MA). Sehingga kasus tersebut belum berkekuatan hukum yang tetap atau inkrah.

"Belum inkrah, kita masih tunggu hasil dari MA," katanya sebagaimana dikutip dari Rilisid Lampung (Grup Rilisid), Selasa (27/7/2021).

Ardiansyah menjelaskan kliennya mengajukan kasasi karena tidak terima dengan putusan banding Pengadilan Tinggi Tanjungkarang, yang memperkuat vonis pengadilan tingkat pertama.

"Apabila nanti putusan dari MA juga menguatkan putusan PN, maka sudah selesai, sudah inkrah," ujarnya.

Diketahui, Alvin dijatuhi hukuman empat tahun penjara oleh Majelis Hakim PN Tanjungkarang pada Kamis (1/4/2021). Terdakwa dinyatakan secara sah dan terbukti telah melakukan penusukan terhadap almarhum Syekh Ali Jaber ketika berceramah di Bandarlampung.

Hakim menilai terdakwa terbukti melanggar Pasal 351 KUHP seperti pledoi kuasa hukum terdakwa dan terbukti menggunakan senjata penusuk berupa pisau dapur seperti dakwaan kedua tentang UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951.

Padahal sebelumnya, istri almarhum Syekh Ali Jaber, Deva Rachman, meminta penikam Alpin Andrian dibebaskan. Namun, hakim bergeming.

”Terdakwa menikam lengan kanan korban dengan pisau dapur. Ini masuk definisi menghilangkan nyawa orang lain,” kata Hakim Ketua Dadi Rahmadi.

Vonis ini lebih ringan dari tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) yang menuntut Alpin dihukum 10 tahun penjara.

Almarhum Syekh Ali Jaber ditusuk Alpin pada Minggu (13/9/2020) sore. Saat itu, ia tengah mengisi pengajian di Masjid Fallahudin, Kecamatan Tanjungkarang Barat, Bandarlampung.

Penikaman terjadi saat Syekh Ali Jaber baru menyampaikan ceramah selama 15 menit. Pendakwah kondang itu terluka di lengan kanan dan mendapat 10 jahitan. (*)

Laporan: Sulaiman, Kontributor Bandarlampung

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya