5 Mobil Mewah Tersangka Kasus Asabri Disita, Begini Penampakannya
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

5 Mobil Mewah Tersangka Kasus Asabri Disita, Begini Penampakannya

...
RILIS.ID
Jakarta
25 Maret 2021 - 20:47 WIB
Hukum | RILISID
...
FOTO: ISTIMEWA

RILISID, Jakarta — Tim penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung) kembali menyita sejumlah aset milik para tersangka kasus korupsi Asabri, Kamis (25/3/2021).

Baca: Kejagung juga Sita Mobil Rolls Royce-20 Aset Tersangka Kasus Asabri

Kali ini aset yang disita Kejagung adalah lima mobil mewah milik Ilham W Siregar (IWS), mantan Kepala Divisi Investasi PT Asuransi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Asabri) periode 2012-2017.

"Tim jaksa penyidik kembali melakukan tindakan penyitaan barang bukti dalam perkara tindak pidana korupsi pengelolaan keuangan dan dana investasi di PT Asabri yang diduga merugikan negara Rp23 triliun," kata Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Leonard Eben Ezer Simanjuntak dalam keterangannya, Kamis (25/3/2021).

Kelima mobil mewah yang disita adalah satu unit Range Rover Sport 3.0 berplat B 2881 PBO; satu Range Rover B 2728 STN; satu Toyota Camry B 206 BSA; satu Honda CRV B 225 MLK; satu Range Rover B 611 FN.

"Terhadap aset-aset para tersangka yang telah disita tersebut akan dilakukan penaksiran atau taksasi oleh Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) guna diperhitungkan sebagai penyelamatan kerugian keuangan negara di dalam proses selanjutnya," jelas Leonard.

Selain melakukan penyitaan, lanjut Leonard, tim penyidik Kejagung juga memeriksa tujuh orang sebagai saksi pada Kamis siang.

Mereka adalah IJ selaku Direktur Utama PT Oriental Pasific; HP selaku Direktur Utama PT Banua Land Sejahtera/PT Tri Kartika; HH selaku Direktur Utama PT Mulia Manunggal Karsa; C selaku nominee tersangka JS.

Kemudian DA selaku Direktur Utama PT Treasure Fund Investama; JN selaku Komisaris PT Tunggal Energi Nusantara; D selaku audit keuangan dan tax pada PT Tricore Kapital Sarana & PT Dana Lingkar Kapital.

"Pemeriksaan saksi dilakukan guna mencari fakta hukum dan mengumpulkan alat bukti tentang tindak pidana korupsi yang terjadi pada PT Asabri," pungkasnya. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya

5 Mobil Mewah Tersangka Kasus Asabri Disita, Begini Penampakannya

...
RILIS.ID
Jakarta
25 Maret 2021 - 20:47 WIB
Hukum | RILISID
...
FOTO: ISTIMEWA

RILISID, Jakarta — Tim penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung) kembali menyita sejumlah aset milik para tersangka kasus korupsi Asabri, Kamis (25/3/2021).

Baca: Kejagung juga Sita Mobil Rolls Royce-20 Aset Tersangka Kasus Asabri

Kali ini aset yang disita Kejagung adalah lima mobil mewah milik Ilham W Siregar (IWS), mantan Kepala Divisi Investasi PT Asuransi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Asabri) periode 2012-2017.

"Tim jaksa penyidik kembali melakukan tindakan penyitaan barang bukti dalam perkara tindak pidana korupsi pengelolaan keuangan dan dana investasi di PT Asabri yang diduga merugikan negara Rp23 triliun," kata Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Leonard Eben Ezer Simanjuntak dalam keterangannya, Kamis (25/3/2021).

Kelima mobil mewah yang disita adalah satu unit Range Rover Sport 3.0 berplat B 2881 PBO; satu Range Rover B 2728 STN; satu Toyota Camry B 206 BSA; satu Honda CRV B 225 MLK; satu Range Rover B 611 FN.

"Terhadap aset-aset para tersangka yang telah disita tersebut akan dilakukan penaksiran atau taksasi oleh Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) guna diperhitungkan sebagai penyelamatan kerugian keuangan negara di dalam proses selanjutnya," jelas Leonard.

Selain melakukan penyitaan, lanjut Leonard, tim penyidik Kejagung juga memeriksa tujuh orang sebagai saksi pada Kamis siang.

Mereka adalah IJ selaku Direktur Utama PT Oriental Pasific; HP selaku Direktur Utama PT Banua Land Sejahtera/PT Tri Kartika; HH selaku Direktur Utama PT Mulia Manunggal Karsa; C selaku nominee tersangka JS.

Kemudian DA selaku Direktur Utama PT Treasure Fund Investama; JN selaku Komisaris PT Tunggal Energi Nusantara; D selaku audit keuangan dan tax pada PT Tricore Kapital Sarana & PT Dana Lingkar Kapital.

"Pemeriksaan saksi dilakukan guna mencari fakta hukum dan mengumpulkan alat bukti tentang tindak pidana korupsi yang terjadi pada PT Asabri," pungkasnya. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya