Honor Penari Asian Games 2018 Ternyata Sudah Dibayarkan - RILIS.ID
Honor Penari Asian Games 2018 Ternyata Sudah Dibayarkan
Ning Triasih
Rabu | 19/09/2018 13.26 WIB
Honor Penari Asian Games 2018 Ternyata Sudah Dibayarkan
Ribuan siswa tampil membawakan Tari Ratoh Jaroe asal Aceh di pembukaan Asian Games 2018. FOTO: Istimewa

RILIS.ID, Jakarta – Perhelatan pesta olahraga Asian Games 2018 telah usai. Indonesia sebagai tuan rumah terbilang meraup kesuksesan, baik dari segi prestasi para atlet hingga keberhasilan acara seremonial yang memukau.

Sayangnya, Asian Games tahun ini menyisakan cerita pilu, terlebih bagi para penari yang menjadi penampil di acara pembukaan Asian Games 2018. Kabarnya, honor mereka hingga kini belum dibayarkan. Kabar itu mulai berembus setelah beredar keluhan sejumlah orang tua penari yang mengaku anaknya belum mendapat bayaran seperti yang dijanjikan.

Setelah ditelusuri melansir dari berbagai sumber, rupanya isu tersebut tidak benar. Pembayaran relawan penari yang tampil dalam Asian Games 2018 kemarin menurut Panitia Pelaksana Asian Games 2018 (Inasgoc) telah diselesaikan.

Hal itu tercantum dalam rilis yang dikeluarkan Inasgoc. Panitia menjelaskan, penari sebenarnya tak mendapatkan honor, melainkan uang operasional senilai Rp200.000 per hari setiap kali latihan.

Uang operasional itu digunakan sebagai pendukung persiapan dan latihan para penari, baik yang dilakukan di sekolah, stadion, atau di tempat-tempat lain.

Panitia sendiri memastikan, pembayaran itu telah disalurkan ke asal sekolah penari via ransfer bank. Uang operasional sendiri telah dibayarkan sebanyak tiga kali, yakni pada April, Juli dan terakhir 17 September 2018 lalu.

Soal ramainya isu honor penari Asian Games 2018 yang belum dibayarkan, seorang guru dari salah satu sekolah yang muridnya terlibat dalam seremonial Asian Games 2018 kemarin menepis kabar tersebut.

Guru yang enggan disebutkan namanya tersebut menjelaskan, uang operasional yang diberikan pihak Inasgoc memang tak langsung ke tangan siswa, melainken melalui pihak sekolah. Uang tersebut merupakan bentuk bantuan.

Para siswa sendiri sejak awal memang diajak untuk menjadi relawan. Jadi, uang yang masuk ke kocek sekolah digunakan untuk membiayai siswa makan, transportasi dan khas sekolah.

Untuk diketahui, Tari Ratoh Jaroe asal Aceh yang melibatkan 2.000 siswa SMA di Jakarta dalam acara pembukaan Asian Games 2018 beberapa waktu lalu berhasil mencuri perhatian, tak hanya di Indonesia bahkan sampai internasional. Penampilan apik ribuan siswa itu berhasil membuat dunia terpesona.

Adapun 2.000 penari tersebut berasal dari 18 SMA di Jakarta, di antaranya SMA 70, SMA 6, SMA 3, SMA 71, SMA 82, SMA 66, SMA 4, SMA 68, SMA 78, SMA 23, SMA 49, SMA 34, SMA 48, SMA 90, SMA 46, SMA 24, SMA Angkasa 1 Halim dan SMA Dian Didaktika.


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2020 | WWW.RILIS.ID