Hari Ibu, Lestari Moerdijat Ingatkan Perempuan jadi Diri Sendiri - RILIS.ID
Hari Ibu, Lestari Moerdijat Ingatkan Perempuan jadi Diri Sendiri
Nailin In Saroh
Minggu | 22/12/2019 19.15 WIB
Hari Ibu, Lestari Moerdijat Ingatkan Perempuan jadi Diri Sendiri
Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat (tengah)

RILIS.ID, Jakarta – Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat, mengungkapkan 22 Desember memiliki makna bukan hanya Hari Ibu harus menghargai Hari Ibu di negara lain. Lebih luas, tanggal ini perlu ditingkatkan sebagai Hari Perempuan Indonesia.

Lebih jauh ia bercerita, pada tanggal 22 Desember 1928, hingga 25 Desember 1928, dalam Kongres Perempuan Indonesia ke-1 di Yogyakarta, para perempuan Indonesia menancapkan tonggak perjuangan untuk merdeka dan bersatu. Melanjutkan Sumpah Pemuda, mereka berikrar agar perempuan mampu mencapai cita-citanya untuk sederajat dengan kaum pria.

Rerie berpandangan, Hari Ibu ke-91 yang menentang perjuangan perempuan Indonesia telah menempuh jalan panjang dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Meski demikian, perjuangan meningkatkan peran dan kedudukan kaum perempuan Indonesia dalam kehidupan berbangsa dan bernegara belum selesai. 

“Sudah ada kemajuan, belum berhasil berhasil mencapai cita-cita yang dikumandangkan 91 tahun yang lalu. Oleh karena itu, ubah Hari Ibu ke-91 merupakan momentum untuk merenungkan peran perempuan dalam memperjuangkan posisi dan kedudukannya yang mencerminkan semangat nasionalisme perempuan berdaya, Indonesia maju, sesuai tema Hari Ibu tahun ini, ”demikian dikatakan. Minggu (22/12/2019)

Untuk itu, Revisi nilai penting pengembalian nilai-nilai perjuangan perempuan. Tidak sebatas peran perempuan di dalam wilayah budaya secara umum dan dalam negeri, yang dilepaskan dari perempuan di dalam ekonomi dan politik.

Dia mencermati beberapa hal yang perlu mendapat perhatian dan pembenahan, antara lain hak dalam rumah tangga, pemberantasan huruf besar, serta kesetaraan dalam memperoleh pendidikan.

“Tidak kalah berhasil dan perlu segera direalisasikan sebagai hak-hak perempuan dalam perkawinan, pelarangan perkawinan anak di bawah umur, perbaikan gizi, dan kesehatan untuk ibu balita. Juga perlu satu gerakan bersama untuk meniadakan ketimpangan dalam kesejahteraan sosial, ”tegas perempuan penyintas kanker yang kini aktif di kegiatan pencegahan kanker, khususnya kanker payudara, melalui Gerakan Sahabat Lestari dan Millenials Goes Pink itu.

Pada Hari Ibu ini, Anda dapat menyampaikan salam dan mengingatkan perempuan di Indonesia. 

“Perempuan Indonesia jadilah diri sendiri, memberi makna dan makna. Perempuan yang mempertahankan bangsa dan negara, juga berjuang untuk Maju Indonesia, ”tutupnya


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2020 | WWW.RILIS.ID