Hari Bahasa Ibu, Hari Lestarikan Bahasa Daerah - RILIS.ID
Hari Bahasa Ibu, Hari Lestarikan Bahasa Daerah
Tio Pirnando
Kamis | 22/02/2018 02.02 WIB
Hari Bahasa Ibu, Hari Lestarikan Bahasa Daerah
ILUSTRASI: RILIS.ID/Hafidz Faza

RILIS.ID, Jakarta – Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Dadang Suhendar mengatakan, banyak bahasa daerah khususnya bahasa ibu di seluruh dunia, mulai punah. Ini juga berlaku di Indonesia. 

"Keanekaragaman bahasa semakin terancam, karena semakin banyak bahasa yang hilang. Setiap dua minggu, rata-rata satu bahasa hilang. Itu setara dengan hilangnya warisan budaya dan intelektual bangsa itu sendiri," bebernya.

Hingga 28 Oktober 2017, papar Dadang, Badan Bahasa telah memetakan 652 bahasa daerah (tidak termasuk dialek dan subdialek) di Indonesia. Diantaranya, bahasa di wilayah Nusa Tenggara Timur, Maluku, Maluku Utara, Papua dan Papua Barat, belum semua teridentifikasi. 

"Jumlah hasil pemetaan tersebut, tentunya akan bertambah seiring pertambahan jumlah daerah pengamatan (DP) dalam pemetaan," kata Dadang di Gedung Samudera Jakarta, Rabu (21/2/2018).

Untuk itu, pihaknya mendorong masyarakat untuk melestarikan keanekaragama bahasa daerahanya masing-masing, khususnya bahasa ibu. 

Dadang mengharapkan, upaya pelestarian bahasa bisa menjadi sarana memajukan bangsa, khususnya mempromosikan pendidikan multibahasa berbasis bahasa ibu. Di Indonesia sendiri, itu identik dengan bahasa daerah saat jenjang awal sekolah.

"Kazanah bahasa Nusantara yang sangat bervariasi dan tersebar dari Sabang sampai Merauke dan dari Miangas hingga Rote," ujarnnya di Gedung Samudera Jakarta, Rabu (21/2/2018).

Sebagai informasi, setiap tahunnya 21 Februari selalu diperingati sebagai hari Bahasa Ibu. Peringatan tersebut, tak hanya dilakukan di Indonesia, melainkan seluruh dunia. 

Editor


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2020 | WWW.RILIS.ID