Hakim: JAD Terlarang dan Harus Dibubarkan - RILIS.ID
Hakim: JAD Terlarang dan Harus Dibubarkan

Selasa | 31/07/2018 12.30 WIB
Hakim: JAD Terlarang dan Harus Dibubarkan
ILUSTRASI: RILIS.ID/Dendi Supratman

RILIS.ID, Jakarta – Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menyatakan organisasi Jamaah Anshor Daulah (JAD) merupakan organisasi terlarang dan harus dibubarkan, karena dianggap melanggar Undang-Undang Tindak Pidana Terorisme.

Dalam bagian pertimbangan, majelis hakim yang diketuai Hakim Aris Bawono Langgeng, sependapat dengan tim penuntut umum, bahwa aksi teror yang dilakukan sejumlah anggota JAD, terkait dengan organisasi itu.

Suasana pembacaan vonis pembubaran Jamaah Anshor Daulah di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan juga berlangsung ketat. Sekitar puluhan polisi berlaras panjang dari Korps Brigade Mobil (Brimob) bersama ratusan petugas lainnya tampak siaga sejak pukul 07.00 WIB, Selasa (31/7/2018).

Sebagaimana sidang sebelumnya yang dimulai sejak Selasa (24/7/2018) pekan lalu, pengamanan terbagi dalam empat ring, yaitu bagian dalam ruang sidang, bagian luar ruang sidang, bagian dalam pengadilan, dan bagian luar PN Jakarta Selatan.

Sebelumnya pada Jumat (27/7/2018), terdakwa Zainal Anshori alias Abu Fahry alias Qomarudin bin M. Ali selaku amir (Ketua) JAD Pusat, membacakan nota pembelaan (pleidoi) melalui kuasa hukumnya Asludin Hatjani.

Dalam nota pembelaan tersebut disampaikan ragam aksi teror yang disebutkan tim jaksa dalam dakwaan tidak terkait langsung dengan JAD.

"Misi JAD adalah untuk menyamakan pemahaman tentang Islam dan mendukung gerakan khilafah di Suriah," kata Zainal Anshori.

Namun, tim JPU yang dipimpin Jaksa Heri Jerman menolak pembelaan terdakwa. Pihak JPU bahkan telah melampirkan salinan dari sejumlah kasus terorisme yang telah divonis pengadilan, bahwa terpidananya adalah anggota JAD.

"Dengan begitu, sebagai organisasi yang kami nilai membahayakan masyarakat banyak, saya (pihak JPU) minta (ke majelis hakim) untuk dilarang," kata Jaksa Heri Jerman.

Sumber ANTARA


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2020 | WWW.RILIS.ID