Gontor Klaster Baru COVID-19, Jazilul Minta Para Santri Digratiskan Rapid Test - RILIS.ID
Gontor Klaster Baru COVID-19, Jazilul Minta Para Santri Digratiskan Rapid Test
Nailin In Saroh
Minggu | 12/07/2020 17.05 WIB
Gontor Klaster Baru COVID-19, Jazilul Minta Para Santri Digratiskan Rapid Test
Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid. FOTO: Biro Pemberitaan MPR RI

RILIS.ID, Jakarta – Wakil Ketua MPR RI Jazilul Fawaid mengaku kecewa atas sikap Bupati Ponorogo, Jawa Timur, Ipong Muchlissoni, yang menyalahkan santri saat kembali ke pondok pesantren yang tidak melengkapi diri dengan surat keterangan rapid test. 

Ia memahami aturan di Kota Reog yang mengharuskan para santri kembali ke pesantren agar melengkapi diri dengan surat keterangan rapid test. 

“Tapi jangan seolah-olah menyalahkan santri, orangtua santri, dan pengasuh pesantren,” ujar Jazilul di Jakarta, Minggu (12/7/2020).

Menurut Wakil Ketua Umum PKB itu, untuk ukuran orangtua santri, melakukan rapid test untuk anaknya, disebut tidak mudah dan tidak murah. “Biayanya hampir Rp 400.000-an per anak,” ungkapnya. 

Jazilul yang akrab disapa Gus Jazil ini berani mengatakan demikian sebab dirinya tahu dari tiga keponakan yang nyantri di Pesantren Gontor di mana mereka diminta biaya rapid test dan bayar bis rombongan.

Pria asal Pulau Bawean, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, itu berharap Pemerintah Kabupaten Ponorogo tidak hanya memberi himbauan namun juga harus membantu para santri. Dikatakan semestinya para santri dibantu, disubsidi, bahkan digratiskan dalam masalah rapid test. 

Hal demikian disebut Gus Jazil bukan mengada-ada karena di tengah pandemi COVID-19, pendapatan para wali (orangtua) santri menurun. Di sisi yang lain pengeluaran untuk anaknya bertambah bila adanya kewajiban untuk rapid test dengan biaya sendiri. “Belum lagi dengan kebutuhan lain seperti buku, seragam, dan uang asrama,” tuturnya.

Gus Jazil bersuara keras terhadap masalah ini sebab Pondok Pesantren Gontor 2 Ponorogo, Jawa Timur, menjadi klaster COVID-19. Di pesantren favorit itu ada ribuan santri. Tercatat hingga Sabtu, (11/7/2020), 12 santri positif terjangkit COVID-19. 

Koordinator Nasional Nusantara Mengaji itu mengakui bahwa membantu rapid test kepada para santri sangat mungkin dilakukan, sebab saat ini penyerapan anggaran di Kementerian Kesehatan dan Dinas Kesehatan masih tergolong rendah. 

"Kalau masih rendah penyerapan anggarannya, kenapa tidak dialokasikan sebagian untuk para santri. Misalnya dengan mendirikan pelayan rapid test gratis untuk para santri,” ungkap Gus Jazil.

 Skenario kedua untuk membantu para santri dalam soal rapid test, Gus Jazil mengusulkan Pemerintah Kabupaten Ponorogo bisa bekerja sama dengan pemerintah kabupaten atau kota dan provinsi dari asal santri. “Kan bisa bersinergi antar pemerintah daerah,” ucapnya.

Lebih lanjut dikatakannya, sinergi antar pemerintah kabupaten, kota, provinsi, dan pusat menurutnya mestinya dilakukan. Agar program yang ada bisa dijalankan sesuai rencana dan terintegrasi. 

"Jangan sampai masalah sudah besar baru kemudian minta bantuan," katanya. 

Gus Jazil menambahkan, bantuan kepada pesantren dalam masalah fasilitas kesehatan dalam pencegahan COVID-19, sudah lama diperjuangkan. “Syukur aspirasi kita sudah ditanggapi Istana,” paparnya.
 


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2020 | WWW.RILIS.ID