Gaduh TKA Cina Ditengah Corona, Komisi III Minta Pimpinan DPR Panggil Luhut Pandjaitan - RILIS.ID
Gaduh TKA Cina Ditengah Corona, Komisi III Minta Pimpinan DPR Panggil Luhut Pandjaitan
Nailin In Saroh
Jumat | 20/03/2020 16.00 WIB
Gaduh TKA Cina Ditengah Corona, Komisi III Minta Pimpinan DPR Panggil Luhut Pandjaitan
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan. FOTO: RILIS.ID

RILIS.ID, Jakarta – Anggota Komisi III DPR, Muhammad Nasir Djamil meminta pimpinan DPR RI memanggil Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar untuk dimintai keterangan soal pernyataannya tentang TKA asal China yang tiba di Kendari, Minggu (15/3/2020) setelah transit di Jakarta dengan tanpa proses di karantina terlebih dahulu selama 14 hari.

Menurutnya, pernyataan Luhut tersebut membuat masyarakat bingung dan gaduh antara anggota kabinet.

Kegaduhan itu, kata Nasir, seharusnya tidak terjadi jika semua pihak memahami soal aturan keluar masuknya orang ke Indonesia. Sebagaimana sudah diatur melalui Peraturan Menteri Hukum dan HAM Nomor 7 Tahun 2020 tentang Pemberian Visa dan Izin Tinggal Dalam Upaya Pencegahan Masuknya Virus Corona.

"Sikap Luhut sangat aneh. Sebab, sekaliber dia masih mau pasang badan untuk melawan pihak-pihak, termasuk anggota dan kebijakan Presiden soal ancaman virus corona dari TKA asal Tiongkok dan negara lainnya yang termuat dalam Kepres No. 7 tahun 2020 tentang Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19)," ujar Nasir dalam keterangannya, Jumat (20/3/2020).

"Sikap tersebut menimbulkan pertanyaannya, ada apa? Padahal,  kemenaker menyebutkan bahwa kedatangan TKA asal Tiongkok itu ilegal. Siapa yang patut kita percaya?, sambungnya. 

Semestinya, lanjut anggota Fraksi Partai Keadilan Sejahtera itu, semua anggota kabinet harus memiliki sensitifitas dan cara pikir yang sama bahwa virus corona telah mengancam Indonesia. 

"Untuk itu saya meminta Presiden segera menertibkan semua anggota kabinetnya agar lebih banyak bekerja ketimbang bicara," tegas Nasir. 

Seperti dikutip dari CNNIndonesia.com, silang pendapat dan beda pernyataan terjadi di antara empat instansi pemerintah dalam menyikapi kedatangan 49 TKA asal Cina di Bandara Haluoleo, Kendari pada Minggu (15/3).

Kapolda Sultra Brigjen Merdisyam mengatakan 49 TKA Cina yang baru tiba di Bandara Haluoleo merupakan pekerja di PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) Morosi Kabupaten Konawe.

Ia mengklaim para TKA ini datang dari Jakarta untuk memperpanjang visa yang telah habis menyusul larangan keluar masuknya TKA. Ia juga mengatakan para TKA bukan datang dari negeri asalnya, Cina.

Namun, Sofyan mengoreksi pernyataan Merdisyam dengan menyatakan bahwa 49 TKA itu berasal dari Cina dan merupakan pekerja baru yang masuk di Sultra.

Sofyan menjelaskan mereka masuk ke Indonesia menggunakan visa kunjungan dan akan bekerja di pabrik smelter PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) Morosi, Kabupaten Konawe.

Tak berhenti sampai di situ, silang pernyataan kemudian terjadi antara Luhut dan Dita. Luhut menyebut 49 TKA Cina datang dengan memenuhi persyaratan yang berlaku, memiliki visa kerja resmi dari Pemerintah Indonesia.

Pernyataan Luhut menganulir pernyataan Dita yang sebelumnya memastikan bahwa 49 TKA asal Cina tidak memiliki izin kerja dari Direktorat Pengendalian Penggunaan Tenaga Kerja Asing Kemenaker RI. 

 


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2020 | WWW.RILIS.ID