Jalan Poros Tabone-Nosu Rusak Parah, Pemprov Dinilai Tutup Mata
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

Jalan Poros Tabone-Nosu Rusak Parah, Pemprov Dinilai Tutup Mata

...
Wahyuandi
Mamasa
27 November 2021 - 20:24 WIB
Daerah | RILISID
...
Kondisi jalan poros Tabone-Nosu-Pana, Kabupaten Mamasa. Foto: Istimewa

RILISID, Mamasa — Jalan poros Tabone-Nosu, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat (Sulbar) lagi-lagi mendapat sorotan masyarakat.

Bukan tanpa alasan, dalam beberapa bulan terakhir, kondisi jalan di wilayah tersebut semakin memburuk.

Selain rusak parah, ruas jalan longsor juga di beberapa titik menutup ruas jalan. Hingga sulit dilintasi kendaraan roda dua maupun roda empat.

Sementara akses ini adalah status jalan provinsi. Namun, Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) seolah abai terhdap persoalan tersebut.

Jalan ini merupakan akses utama masyarakat, untuk mengakut hasil pertanian dan kebutuhan sehari-hari.

Salah seorang warga Risal Landolalan sangat menyayangkan sikap Pemprov Sulbar dan juga Pemkab Mamasa, lantaran tidak perduli dengan jeritan masyarakat di daerah tersebut.

Risal mengatakan, pemerintah tidak konsistensi dengan penanganan jalan yang merupakan jalan provinsi itu.

"Pemda Mamasa dan Pemprov Sulbar sangat inkonsistensi terhadap persolan jalan ini," tegas Risal Landolalan melalui pesan berbasis aplikasi, Sabtu (27/11/2021).

Beberapa bulan lalu, satu alat berat berupa eskavator dari Pemda Mamasa dikerahkan ke wilayah itu, dengan maksud untuk membenahi akses jalan yang dianggap parah. Namun, hingga saat ini alat itu tak kunjung difungsikan.

"Bahkan sekarang tidak tahu dikemanakan alat itu," kata Risal.

Dengan kesal, ia meminta pemerintah untuk berhenti membohongi rakyat, utamanya masyarakat Nosu-Pana.

"Setop bohongi rakyat, kami bosan dengan janji pemerintah," tegas Risal.

Jika periode Bupati dan Wakil Bupati Mamasa berakhir di tahun 2023 dan jalan tersebut tidak tuntas, maka dianggap gagal dalam menjalankan roda pemerintahan.

Risal menganggap, pemerintah telah mebohongi masyarakat kecamatan Nosu-Pana yang meruapakan kecamatan berbatasan dengan Kabupaten Tanah Toraja, Sulawesi Selatan.

"Kebohongan pemerintah telah menginjak-injak harga diri dan martabat kami," tegas Risal.

Bahkan kata Risal, persoalan jalan itu menjadi pembahasan serius bagi masyarakat Nosu dan Pana'.

Tak hanya menagih janji Pemda dan Pemprov, Risal juga meminta legislatif peka terhadap persoalan masyarakat.

Kata Risal, peran serta anggota Legislatif dari wilayah 2 Kabupaten Mamasa, terutama dari daerah pemilihan (Dapil) Nosu dan Pana agar peka melihat kondisi jalan Tabone-Nosu-Pana.

"Kami berharap pemerintah bisa menghadirkan alat berat mengerjakan beberapa titik longsor di poros Tabone-Nosu-Pana," tandasnya. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya

Jalan Poros Tabone-Nosu Rusak Parah, Pemprov Dinilai Tutup Mata

...
Wahyuandi
Mamasa
27 November 2021 - 20:24 WIB
Daerah | RILISID
...
Kondisi jalan poros Tabone-Nosu-Pana, Kabupaten Mamasa. Foto: Istimewa

RILISID, Mamasa — Jalan poros Tabone-Nosu, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat (Sulbar) lagi-lagi mendapat sorotan masyarakat.

Bukan tanpa alasan, dalam beberapa bulan terakhir, kondisi jalan di wilayah tersebut semakin memburuk.

Selain rusak parah, ruas jalan longsor juga di beberapa titik menutup ruas jalan. Hingga sulit dilintasi kendaraan roda dua maupun roda empat.

Sementara akses ini adalah status jalan provinsi. Namun, Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) seolah abai terhdap persoalan tersebut.

Jalan ini merupakan akses utama masyarakat, untuk mengakut hasil pertanian dan kebutuhan sehari-hari.

Salah seorang warga Risal Landolalan sangat menyayangkan sikap Pemprov Sulbar dan juga Pemkab Mamasa, lantaran tidak perduli dengan jeritan masyarakat di daerah tersebut.

Risal mengatakan, pemerintah tidak konsistensi dengan penanganan jalan yang merupakan jalan provinsi itu.

"Pemda Mamasa dan Pemprov Sulbar sangat inkonsistensi terhadap persolan jalan ini," tegas Risal Landolalan melalui pesan berbasis aplikasi, Sabtu (27/11/2021).

Beberapa bulan lalu, satu alat berat berupa eskavator dari Pemda Mamasa dikerahkan ke wilayah itu, dengan maksud untuk membenahi akses jalan yang dianggap parah. Namun, hingga saat ini alat itu tak kunjung difungsikan.

"Bahkan sekarang tidak tahu dikemanakan alat itu," kata Risal.

Dengan kesal, ia meminta pemerintah untuk berhenti membohongi rakyat, utamanya masyarakat Nosu-Pana.

"Setop bohongi rakyat, kami bosan dengan janji pemerintah," tegas Risal.

Jika periode Bupati dan Wakil Bupati Mamasa berakhir di tahun 2023 dan jalan tersebut tidak tuntas, maka dianggap gagal dalam menjalankan roda pemerintahan.

Risal menganggap, pemerintah telah mebohongi masyarakat kecamatan Nosu-Pana yang meruapakan kecamatan berbatasan dengan Kabupaten Tanah Toraja, Sulawesi Selatan.

"Kebohongan pemerintah telah menginjak-injak harga diri dan martabat kami," tegas Risal.

Bahkan kata Risal, persoalan jalan itu menjadi pembahasan serius bagi masyarakat Nosu dan Pana'.

Tak hanya menagih janji Pemda dan Pemprov, Risal juga meminta legislatif peka terhadap persoalan masyarakat.

Kata Risal, peran serta anggota Legislatif dari wilayah 2 Kabupaten Mamasa, terutama dari daerah pemilihan (Dapil) Nosu dan Pana agar peka melihat kondisi jalan Tabone-Nosu-Pana.

"Kami berharap pemerintah bisa menghadirkan alat berat mengerjakan beberapa titik longsor di poros Tabone-Nosu-Pana," tandasnya. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya