Warga Berharap Program Sambang Kelurahan Bapenda Kota Malang Berlanjut Tiap Tahun
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

Warga Berharap Program Sambang Kelurahan Bapenda Kota Malang Berlanjut Tiap Tahun

...
Iwan Irawan
Kota Malang
25 November 2021 - 19:30 WIB
Advertorial | RILISID
...
Lurah Purwantoro Dwi Cahyo bersama tim Bapenda saling support. Foto: Iwan

RILISID, Kota Malang — Hari keenam pada tahap ketiga program Sambang Kelurahan yang digagas Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Malang berlangsung di Kelurahan Arjosari dan Purwantoro, Kamis (25/11/2021), kian diminati masyarakat.

Kepala Bapenda Kota Malang Dr. Handi Priyanto, A.P. M.Si. mengatakan program Sambang Kelurahan banyak diminati warga Kota Malang.

Kendati sudah berjalan di tahap ketiga, masyarakat Kota Malang tetap antuasias dan berharap program tersebut bisa berlanjut setiap tahunnya.

"Terbukti, 600 lebih WP membayar pajak jenis PBB berhasilĀ  dibukukan dengan nominal uang sebesar Rp 11 juta sekian di Kelurahan Arjosari dan Purwantoro. Ditambah lagi, pengajuan perubahan data milik Wajib Pajak (WP) terkait SPPT sebanyak 20 berkas," kata Handi.

Handi berbicara, program Sambang Kelurahan ini selain bertujuan meningkatkan pendapatan pajak daerah. Goal-nya adalah membantu pelayanan masyarakat dengan memudahkan serta mempercepat pembayaran pajaknya.

"Kami menangkap aspirasi masyarakat mayoritas yang tidak memiliki waktu dan kejauhan mengjangkaunya. Adanya Sambang Kelurahan, mereka merasa terbantukan sekali," imbuhnya.


Di sisi lain, nilai plus di Sambang Kelurahan selain membayar PBB. Warga juga bisa melakukan pembetulan (perubahan) ditempat akan data-data di Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT) sekiranya ada kesalahan.

"Bapenda pada intinya ingin memberikan pelayanan terbaiknya dengan cara peningkatan pelayanan. Sehingga meringankan atau memudahkan kepada masyarakat bentuk jemput bola," bebernya.

Lurah Arjosari Kunaryo mewakili Lurah lainnya yang ketempatan pelayanan program Bapenda. Kunaryo menuturkan, pihaknya bersama masyarakat Arjosari sangat mengapresiasi dan berterimakasih atas program tersebut.


"Program ini dinilai sangat membantu dan begitu bermanfaat. Disamping itu, pengurusan perubahan data pada SPPT. Warga tidak perlu lagi jauh-jauh ke Block Office Tlogowaru, cukup diselesaikan di kelurahan," tuturnya.

Kembali menandaskan, sebelum ada program Sambang Kelurahan. Keluhan dari warga sini mayoritas adalah jangkauannya jauh untuk membayar PBB sekaligus tidak punya waktu senggang.

"Menjadikan warganya tidak bisa membayar PBB secara tepat waktu, sebagian justru nunggak atau dobel-dobel bayarnya," tandas dia.

Senada diucapkan Lurah Arjosari, warga RT 7 RW 1 yakni Novia Awalia mengeluhkan hal serupa. "Kami bisa pun membayarnya terpaksa jauh ke Jln. Letjen Sutoyo sana. Seperti tahun ini, pihaknya mesti membayar dobel plus denda. Harapannya, program seperti ini terus berlanjut setiap tahunnya," ujar Novia.

Warga RT 6 RW 10 Kelurahan Purwantoro yakni Tri Wahyuningsih ditemui di lokasi pembayaran PBB. "Sambang Kelurahan jangan sampai berhenti begitu saja, sebaliknya mesti ditingkatkan ke bentuk pelayanan lainnya., Manfaatnya sangat dirasakan oleh masyarakat sekitar," pungkasnya. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya

Warga Berharap Program Sambang Kelurahan Bapenda Kota Malang Berlanjut Tiap Tahun

...
Iwan Irawan
Kota Malang
25 November 2021 - 19:30 WIB
Advertorial | RILISID
...
Lurah Purwantoro Dwi Cahyo bersama tim Bapenda saling support. Foto: Iwan

RILISID, Kota Malang — Hari keenam pada tahap ketiga program Sambang Kelurahan yang digagas Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Malang berlangsung di Kelurahan Arjosari dan Purwantoro, Kamis (25/11/2021), kian diminati masyarakat.

Kepala Bapenda Kota Malang Dr. Handi Priyanto, A.P. M.Si. mengatakan program Sambang Kelurahan banyak diminati warga Kota Malang.

Kendati sudah berjalan di tahap ketiga, masyarakat Kota Malang tetap antuasias dan berharap program tersebut bisa berlanjut setiap tahunnya.

"Terbukti, 600 lebih WP membayar pajak jenis PBB berhasilĀ  dibukukan dengan nominal uang sebesar Rp 11 juta sekian di Kelurahan Arjosari dan Purwantoro. Ditambah lagi, pengajuan perubahan data milik Wajib Pajak (WP) terkait SPPT sebanyak 20 berkas," kata Handi.

Handi berbicara, program Sambang Kelurahan ini selain bertujuan meningkatkan pendapatan pajak daerah. Goal-nya adalah membantu pelayanan masyarakat dengan memudahkan serta mempercepat pembayaran pajaknya.

"Kami menangkap aspirasi masyarakat mayoritas yang tidak memiliki waktu dan kejauhan mengjangkaunya. Adanya Sambang Kelurahan, mereka merasa terbantukan sekali," imbuhnya.


Di sisi lain, nilai plus di Sambang Kelurahan selain membayar PBB. Warga juga bisa melakukan pembetulan (perubahan) ditempat akan data-data di Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT) sekiranya ada kesalahan.

"Bapenda pada intinya ingin memberikan pelayanan terbaiknya dengan cara peningkatan pelayanan. Sehingga meringankan atau memudahkan kepada masyarakat bentuk jemput bola," bebernya.

Lurah Arjosari Kunaryo mewakili Lurah lainnya yang ketempatan pelayanan program Bapenda. Kunaryo menuturkan, pihaknya bersama masyarakat Arjosari sangat mengapresiasi dan berterimakasih atas program tersebut.