Upaya Cegah Stunting, Balitbangtan Panen Inpari Nutri Zinc di Kubu Raya
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

Upaya Cegah Stunting, Balitbangtan Panen Inpari Nutri Zinc di Kubu Raya

...
RILIS.ID
Jakarta
27 Juli 2020 - 13:30 WIB
Bisnis | RILISID
...
Upaya Cegah Stunting, Balitbangtan Panen Inpari Nutri Zinc di Kubu Raya. FOTO: Humas Balitbangtan

RILISID, Jakarta — Penanganan Stunting di Indonesia menjadi prioritas nasional, karena terkait dengan kualitas SDM generasi penerus bangsa. Tidak hanya berpengaruh pada pertumbuhan tinggi badan anak, stunting juga berpengaruh pada daya tahan tubuh, dan pada pertumbuhan otak. Salah satu penyebab stuting adalah malnutrisi kronis. 

Kepala Balitbangtan, Fadjry Djufry mengatakan bahwa selama ini masyarakat mengonsumsi beras tanpa memperhatikan kelengkapan gizi. "Kekurangan gizi Zn juga menjadi salah satu faktor penyebab kekerdilan atau stunting di masyarakat," tuturnya.

Untuk itu, Balitbangtan telah menghasilkan VUB padi biofortifikasi Inpari IR Nutri Zinc yang memiliki kandungan Zn enam persen lebih tinggi daripada Ciherang. Biofortifikasi pada Inpari IR Nutri Zinc diharapkan dapat membantu peningkatan nilai gizi sekaligus mengatasi kekurangan gizi. 

“Setelah dilepas 2019 yang lalu, varietas padi Inpari IR Nutri Zinc sebagai padi fungsional untuk mencegah terjadinya stunting telah tersebar ke berbagai penjuru nusantara’, terangnya. 

Sementara, Kementerian Pertanian juga telah menyatakan komitmennya terhadap penanganan issue stunting ini. Kementerian Pertanian selama ini telah berperan aktif dalam upaya percepatan penurunan stunting di Indonesia melalui intervensi berbagai program unggulan.  

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo pada saat penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Tujuh Kementerian dan Lembaga sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam penurunan prevalensi stunting atau angka kekurangan gizi di Indonesia pada akhir Oktober tahun lalu menyampaikan, penyebab kerawanan pangan di Indonesia sangat multifaktor. Karena itu penyelesaiannya harus dilakukan secara multisektor.

Sinergi multisektor ini nampak di Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Sabtu (25/7). Balai Pengajian Teknologi Pertanian (BPTP) Kalbar bersama dengan Pemkab Kubu Raya melakukan panen varietas ini di Desa Parit Baru, Kecamatan Sungai Raya dengan hasil cukup menggembirakan, dengan rata-rata hasil 6,28 ton/Ha.

Rata-rata hasil tersebut didapat dari ubinan yang dilakukan oleh BPS Kubu Raya bersama dengan koordinator BPP Sungai Raya sesaat sebelum panen dilaksanakan.  Hasil ubinan 5,2 ton per hektare pada daerah yang tanahnya agak keras dan tersampel pada daerah bekas serangan tikus dan 7,36 ton per hektare pada daerah yang tanahnya berlumpur, sehingga didapat rata-rata hasil 6,28 ton per hektare.

Akhmad Musyafak, Kepala BPTP Kalbar usai panen menjelaskan Varietas Inpari IR Nutri Zinc merupakan hasil dari badan Litbang mempunyai kadar zinc 3 kali lipat lebih tinggi dari beras pada umumnya, yang sangat baik untuk digunakan sebagai pencegah stunting. “Bapak Bupati ingin melakukan pencegahan stunting sehingga akan mengembangkan padi IR Nutri zinc sebanyak mungkin, saran kami kalau bisa 40 persen sawah di kabupaten Kubu Raya ditanami Nutri Zinc.” ujarnya.

Akhmad juga mengatakan bahwa Padi Nutri Zinc ini sudah banyak diminati, namun di Kalimantan Barat yang pertama merespon adalah Bupati Kubu Raya, “tetapi kabupaten lain sudah mulai akan mengembangkan bahkan Bapak Gubernur juga sudah mulai minta Dinas Pertanian Provinsi untuk mengembangkan Nutri Zinc.” lanjutnya.

Kepala Dinas Ketahan Pangan dan Pertanian Kubu Raya, Gandhi Satyagraha yang mewakili Bupati, dalam sambutannya mengatakan bahwa padi Nutri Zinc ini akan disebarluaskan di Kabupaten Kubu Raya. “Bapak Bupati sangat konsen untuk mengawal program dalam mengatasi masalah stunting dan Kubu Raya juga memiliki angka stunting cukup tinggi di Kalimantan Barat.” tegasnya.

Gandhi mengungkapkan komitmen Bupati Kubu Raya dalam mengatasi masalah stunting telah dilakukan secara terintegrasi dengan melibatkan semua komponen. Menurutnya, saat ini  masalah pangan merupakan masalah serius, sehingga lahan-lahan yang ada dimanfaatkan untuk produksi pangan. 

“Bapak Bupati telah mengarahkan bahwa lokasi desa Parit Baru ini sebagian akan dijadikan areal tanam benih dan dijadikan sentra benih. Benih Nutri zinc ini nantinya akan ditanam kembali diseluruh Kubu Raya termasuk Kuala Mandor B, Kubu, Batu Ampar, Terentang dan Rasau Jaya. Program ini akan dilakukan bersama sehingga hasil yang diperoleh akan lebih baik," jelas Gandhi.

Menurut Kepala BPTP Kalbar, zinc juga mampu meningkatkan imunitas, sehingga sangat sesuai dengan masa pandemic Covid 19 ini. Selain itu, zinc juga bermanfaat dalam meningkatkan kesuburan, menjaga kesehatan mata, kulit dan meningkatkan kecerdasaran serta menyehatkan jantung dan mencegah bayi lahir premature. 

Akhmad meyakini jika varietas ini ditanam dan dikonsumsi oleh masyarakat desa, akan mampu dapat mencegah gejala stunting yang mungkin terjadi. Selain itu, jika hal ini dapat diedukasikan kepada kalangan menengah atas, maka nilai jual beras nutria zinc juga bisa lebih mahal dari beras yang biasa. “Kubu Raya yang memiliki lahan sawah terbesar ke dua setelah Sambas, harus dapat dioptimalkan untuk meningkatkan dan mengamankan produksi pangan dan BPTP Kalimantan barat selalu mendukung program di Kabupaten.” tegasnya.

Editor : RILIS.ID

TAG:

Berita Lainnya

Upaya Cegah Stunting, Balitbangtan Panen Inpari Nutri Zinc di Kubu Raya

...
RILIS.ID
Jakarta
27 Juli 2020 - 13:30 WIB
Bisnis | RILISID
...
Upaya Cegah Stunting, Balitbangtan Panen Inpari Nutri Zinc di Kubu Raya. FOTO: Humas Balitbangtan

RILISID, Jakarta — Penanganan Stunting di Indonesia menjadi prioritas nasional, karena terkait dengan kualitas SDM generasi penerus bangsa. Tidak hanya berpengaruh pada pertumbuhan tinggi badan anak, stunting juga berpengaruh pada daya tahan tubuh, dan pada pertumbuhan otak. Salah satu penyebab stuting adalah malnutrisi kronis. 

Kepala Balitbangtan, Fadjry Djufry mengatakan bahwa selama ini masyarakat mengonsumsi beras tanpa memperhatikan kelengkapan gizi. "Kekurangan gizi Zn juga menjadi salah satu faktor penyebab kekerdilan atau stunting di masyarakat," tuturnya.

Untuk itu, Balitbangtan telah menghasilkan VUB padi biofortifikasi Inpari IR Nutri Zinc yang memiliki kandungan Zn enam persen lebih tinggi daripada Ciherang. Biofortifikasi pada Inpari IR Nutri Zinc diharapkan dapat membantu peningkatan nilai gizi sekaligus mengatasi kekurangan gizi. 

“Setelah dilepas 2019 yang lalu, varietas padi Inpari IR Nutri Zinc sebagai padi fungsional untuk mencegah terjadinya stunting telah tersebar ke berbagai penjuru nusantara’, terangnya. 

Sementara, Kementerian Pertanian juga telah menyatakan komitmennya terhadap penanganan issue stunting ini. Kementerian Pertanian selama ini telah berperan aktif dalam upaya percepatan penurunan stunting di Indonesia melalui intervensi berbagai program unggulan.  

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo pada saat penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Tujuh Kementerian dan Lembaga sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam penurunan prevalensi stunting atau angka kekurangan gizi di Indonesia pada akhir Oktober tahun lalu menyampaikan, penyebab kerawanan pangan di Indonesia sangat multifaktor. Karena itu penyelesaiannya harus dilakukan secara multisektor.

Sinergi multisektor ini nampak di Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Sabtu (25/7). Balai Pengajian Teknologi Pertanian (BPTP) Kalbar bersama dengan Pemkab Kubu Raya melakukan panen varietas ini di Desa Parit Baru, Kecamatan Sungai Raya dengan hasil cukup menggembirakan, dengan rata-rata hasil 6,28 ton/Ha.

Rata-rata hasil tersebut didapat dari ubinan yang dilakukan oleh BPS Kubu Raya bersama dengan koordinator BPP Sungai Raya sesaat sebelum panen dilaksanakan.  Hasil ubinan 5,2 ton per hektare pada daerah yang tanahnya agak keras dan tersampel pada daerah bekas serangan tikus dan 7,36 ton per hektare pada daerah yang tanahnya berlumpur, sehingga didapat rata-rata hasil 6,28 ton per hektare.

Akhmad Musyafak, Kepala BPTP Kalbar usai panen menjelaskan Varietas Inpari IR Nutri Zinc merupakan hasil dari badan Litbang mempunyai kadar zinc 3 kali lipat lebih tinggi dari beras pada umumnya, yang sangat baik untuk digunakan sebagai pencegah stunting. “Bapak Bupati ingin melakukan pencegahan stunting sehingga akan mengembangkan padi IR Nutri zinc sebanyak mungkin, saran kami kalau bisa 40 persen sawah di kabupaten Kubu Raya ditanami Nutri Zinc.” ujarnya.

Akhmad juga mengatakan bahwa Padi Nutri Zinc ini sudah banyak diminati, namun di Kalimantan Barat yang pertama merespon adalah Bupati Kubu Raya, “tetapi kabupaten lain sudah mulai akan mengembangkan bahkan Bapak Gubernur juga sudah mulai minta Dinas Pertanian Provinsi untuk mengembangkan Nutri Zinc.” lanjutnya.

Kepala Dinas Ketahan Pangan dan Pertanian Kubu Raya, Gandhi Satyagraha yang mewakili Bupati, dalam sambutannya mengatakan bahwa padi Nutri Zinc ini akan disebarluaskan di Kabupaten Kubu Raya. “Bapak Bupati sangat konsen untuk mengawal program dalam mengatasi masalah stunting dan Kubu Raya juga memiliki angka stunting cukup tinggi di Kalimantan Barat.” tegasnya.

Gandhi mengungkapkan komitmen Bupati Kubu Raya dalam mengatasi masalah stunting telah dilakukan secara terintegrasi dengan melibatkan semua komponen. Menurutnya, saat ini  masalah pangan merupakan masalah serius, sehingga lahan-lahan yang ada dimanfaatkan untuk produksi pangan. 

“Bapak Bupati telah mengarahkan bahwa lokasi desa Parit Baru ini sebagian akan dijadikan areal tanam benih dan dijadikan sentra benih. Benih Nutri zinc ini nantinya akan ditanam kembali diseluruh Kubu Raya termasuk Kuala Mandor B, Kubu, Batu Ampar, Terentang dan Rasau Jaya. Program ini akan dilakukan bersama sehingga hasil yang diperoleh akan lebih baik," jelas Gandhi.

Menurut Kepala BPTP Kalbar, zinc juga mampu meningkatkan imunitas, sehingga sangat sesuai dengan masa pandemic Covid 19 ini. Selain itu, zinc juga bermanfaat dalam meningkatkan kesuburan, menjaga kesehatan mata, kulit dan meningkatkan kecerdasaran serta menyehatkan jantung dan mencegah bayi lahir premature. 

Akhmad meyakini jika varietas ini ditanam dan dikonsumsi oleh masyarakat desa, akan mampu dapat mencegah gejala stunting yang mungkin terjadi. Selain itu, jika hal ini dapat diedukasikan kepada kalangan menengah atas, maka nilai jual beras nutria zinc juga bisa lebih mahal dari beras yang biasa. “Kubu Raya yang memiliki lahan sawah terbesar ke dua setelah Sambas, harus dapat dioptimalkan untuk meningkatkan dan mengamankan produksi pangan dan BPTP Kalimantan barat selalu mendukung program di Kabupaten.” tegasnya.

Editor : RILIS.ID

TAG:

Berita Lainnya