Tekan Prevalensi Stunting, Kementan Perluas Padi Biofortifikasi Inpari Nutri Zinc
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

Tekan Prevalensi Stunting, Kementan Perluas Padi Biofortifikasi Inpari Nutri Zinc

...
RILIS.ID
Jakarta
3 November 2020 - 14:00 WIB
Bisnis | RILISID
...
FOTO: Humas Balitbangtan

RILISID, Jakarta — Kementerian Pertanian akan memperluas penananam varietas unggul baru padi biofortifikasi Inpari IR Nutri Zinc seluas 50 ribu┬áhektare guna mendukung upaya pemerintah untuk menekan prevalensi stunting atau kekerdilan pada anak-anak akibat kurangnya konsumsi gizi.

Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementan Suwandi menyatakan penanggulangan kekurangan gizi zinc (Zn) yang berakibat stunting antara lain dengan suplementasi, fortifikasi, dan biofortifikasi yaitu perakitan varietas yang memiliki kandungan gizi target khususnya Zn yang tinggi, sesuai dengan tingkat yang dibutuhkan.

Kementan pun telah menghasilkan varietas unggul baru (VUB) padi biofortifikasi Inpari IR Nutri Zinc sebagai salah satu sumber pangan dengan kandungan gizi zinc 6 persen lebih tinggi daripada varietas padi Ciherang.

"Diharapkan Inpari IR Nutri Zinc dapat berperan mengatasi kekurangan gizi Zn yang banyak terjadi di Indonesia. Inpari IR Nutri Zinc sebagai produk biofortifikasi menjadi salah satu komponen dalam program prioritas nasional untuk mengatasi stunting," kata Suwandi, di Jakarta, Selasa (3/11/2020).

Berdasarkan data deskriptif yang dikeluarkan melalui Keputusan Menteri Pertanian 2019, kandungan Zn pada varietas ini adalah 34,51 ppm, sedangkan varietas lain seperti Ciherang hanya mengandung 24,06 ppm. Varietas ini juga tahan hama dengan umur tanaman padi 115 hari dan potensi produktivitas rata-rata 6,21 ton per hektar.

Pada tahun ini, Kementan telah menanam seluas 10 ribu hektare yang tersebar di 9 provinsi yaitu Provinsi Riau seluas 212 hektare, Lampung seluas 1.600 hektare, Jawa Barat seluas 2.500 hektare, Jawa Tengah seluas 2.378 hektare, Kalimantan Barat seluas 960 hektare, Nusa Tenggara Barat seluas 1.300 hektare, Gorontalo seluas 400 hektare, Maluku seluas 450 ha dan Papua seluas 200 hektare.

"Pada 2021, Kementan akan memperluas penanaman padi biofortifikasi ini seluas 50.000 hektare dan meningkat terus tiap tahun hingga 200 ribu hektare pada 2024," kata dia.

Benih varietas Inpari IR Nutri Zinc juga telah tersebar luas ke berbagai daerah di Indonesia, yakni Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Lampung, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Kalimantan Barat, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur.

Kementan akan memproduksi benih Inpari IR Nutri Zinc untuk mempercepat diseminasi dan adopsi tersebut di setiap provinsi.

Editor : RILIS.ID

TAG:

Berita Lainnya

Tekan Prevalensi Stunting, Kementan Perluas Padi Biofortifikasi Inpari Nutri Zinc

...
RILIS.ID
Jakarta
3 November 2020 - 14:00 WIB
Bisnis | RILISID
...
FOTO: Humas Balitbangtan

RILISID, Jakarta — Kementerian Pertanian akan memperluas penananam varietas unggul baru padi biofortifikasi Inpari IR Nutri Zinc seluas 50 ribu┬áhektare guna mendukung upaya pemerintah untuk menekan prevalensi stunting atau kekerdilan pada anak-anak akibat kurangnya konsumsi gizi.

Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementan Suwandi menyatakan penanggulangan kekurangan gizi zinc (Zn) yang berakibat stunting antara lain dengan suplementasi, fortifikasi, dan biofortifikasi yaitu perakitan varietas yang memiliki kandungan gizi target khususnya Zn yang tinggi, sesuai dengan tingkat yang dibutuhkan.

Kementan pun telah menghasilkan varietas unggul baru (VUB) padi biofortifikasi Inpari IR Nutri Zinc sebagai salah satu sumber pangan dengan kandungan gizi zinc 6 persen lebih tinggi daripada varietas padi Ciherang.

"Diharapkan Inpari IR Nutri Zinc dapat berperan mengatasi kekurangan gizi Zn yang banyak terjadi di Indonesia. Inpari IR Nutri Zinc sebagai produk biofortifikasi menjadi salah satu komponen dalam program prioritas nasional untuk mengatasi stunting," kata Suwandi, di Jakarta, Selasa (3/11/2020).

Berdasarkan data deskriptif yang dikeluarkan melalui Keputusan Menteri Pertanian 2019, kandungan Zn pada varietas ini adalah 34,51 ppm, sedangkan varietas lain seperti Ciherang hanya mengandung 24,06 ppm. Varietas ini juga tahan hama dengan umur tanaman padi 115 hari dan potensi produktivitas rata-rata 6,21 ton per hektar.

Pada tahun ini, Kementan telah menanam seluas 10 ribu hektare yang tersebar di 9 provinsi yaitu Provinsi Riau seluas 212 hektare, Lampung seluas 1.600 hektare, Jawa Barat seluas 2.500 hektare, Jawa Tengah seluas 2.378 hektare, Kalimantan Barat seluas 960 hektare, Nusa Tenggara Barat seluas 1.300 hektare, Gorontalo seluas 400 hektare, Maluku seluas 450 ha dan Papua seluas 200 hektare.

"Pada 2021, Kementan akan memperluas penanaman padi biofortifikasi ini seluas 50.000 hektare dan meningkat terus tiap tahun hingga 200 ribu hektare pada 2024," kata dia.

Benih varietas Inpari IR Nutri Zinc juga telah tersebar luas ke berbagai daerah di Indonesia, yakni Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Lampung, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Kalimantan Barat, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur.

Kementan akan memproduksi benih Inpari IR Nutri Zinc untuk mempercepat diseminasi dan adopsi tersebut di setiap provinsi.

Editor : RILIS.ID

TAG:

Berita Lainnya