Sebagai Penduduk Muslim Terbesar, Wapres Berharap RI Kuasai Pasar Halal Dunia
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

Sebagai Penduduk Muslim Terbesar, Wapres Berharap RI Kuasai Pasar Halal Dunia

...
RILIS.ID
Jakarta
3 Juni 2021 - 17:15 WIB
Bisnis | RILISID
...
Wapres Ma'ruf Amin. Ilustrasi: Rilis.id/Kalbi Rikardo

RILISID, Jakarta — Sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar, Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin mendorong produk Indonesia menguasai pasar halal dunia karena memiliki potensi besar.

Hal itu disampaikan Wapres saat membuka acara Indonesia Industrial Moslem Exhibition (II-Motion) 2021 secara virtual.

”Indonesia memiliki potensi pasar besar bagi produk muslim. Kita tentu sangat ingin Indonesia juga menjadi produsen dan eksportir produk halal terbesar di dunia,” ujarnya dikutip dari laman Sekretariat Kabinet, Kamis (3/6/2021).

Wapres mengungkapkan, berdasarkan data OIC Economic Outlook 2020, di antara negara-negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam atau OKI, Indonesia masih menjadi eksportir terbesar kelima dengan proporsi 9,3 persen.

Namun posisi Indonesia masih berada di bawah Arab Saudi dengan 14,5 persen, Malaysia (13,3 persen), Uni Emirat Arab (12,3 persen), dan Turki (10,1 persen).

Indonesia juga merupakan importir terbesar keempat dengan proporsi 8,4 persen di bawah Uni Emirat Arab (12,2 persen), Turki (12,1 persen), dan Malaysia (11,8 persen).

Lebih lanjut Wapres berharap agar potensi Indonesia sebagai pasar produk muslim harus dibarengi dengan peningkatan kinerja ekspor Indonesia ke luar negeri khususnya ke negara-negara OKI.

”Indonesia harus lebih gigih berusaha menguasai pasar halal dunia khususnya negara-negara OKI,” katanya.

Untuk mewujudkan hal itu, Ma’ruf memaparkan sedikitnya ada empat langkah strategis yang dapat dilakukan. Pertama, dengan mengembangkan riset halal dan meningkatkan substitusi impor.

”Yang kedua, dengan mambangun kawasan-kawasan halal yang terintegrasi dengan fasilitas logistik halal. Ketiga, dengan membangun sistem informasi halal termasuk mempercepat proses penyelesaian sertifikat halal,” paparnya.

Terakhir, adalah dengan meningkatkan kontribusi produsen-produsen produk halal, baik skala mikro, menengah, dan besar untuk ekspor produk halal ke seluruh dunia (Global Halal Value Chain).

”Melihat berbagai potensi yang kita miliki, ditambah dukungan pemerintah melalui Peraturan Pemerintah Nomor 39 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Bidang Jaminan Produk Halal, saya optimis Indonesia mampu menjadi produsen produk halal terbesar di dunia dalam waktu mendatang,” pungkas Wapres.

Sebelumnya, Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengharapkan penyelenggaraan II-Motion 2021 bisa meningkatkan Purchasing Managers Index (PMI) Manufaktur Indonesia.

”Alhamdulillah, berdasarkan rilis terbaru, PMI Manufaktur Indonesia pada bulan Mei 2021 tercatat pada posisi 55,3, naik dari 54,6 pada bulan April sebelumnya. Hal ini merupakan catatan rekor tertinggi dalam sejarah Indonesia,” kata Agus. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya

Sebagai Penduduk Muslim Terbesar, Wapres Berharap RI Kuasai Pasar Halal Dunia

...
RILIS.ID
Jakarta
3 Juni 2021 - 17:15 WIB
Bisnis | RILISID
...
Wapres Ma'ruf Amin. Ilustrasi: Rilis.id/Kalbi Rikardo

RILISID, Jakarta — Sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar, Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin mendorong produk Indonesia menguasai pasar halal dunia karena memiliki potensi besar.

Hal itu disampaikan Wapres saat membuka acara Indonesia Industrial Moslem Exhibition (II-Motion) 2021 secara virtual.

”Indonesia memiliki potensi pasar besar bagi produk muslim. Kita tentu sangat ingin Indonesia juga menjadi produsen dan eksportir produk halal terbesar di dunia,” ujarnya dikutip dari laman Sekretariat Kabinet, Kamis (3/6/2021).

Wapres mengungkapkan, berdasarkan data OIC Economic Outlook 2020, di antara negara-negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam atau OKI, Indonesia masih menjadi eksportir terbesar kelima dengan proporsi 9,3 persen.

Namun posisi Indonesia masih berada di bawah Arab Saudi dengan 14,5 persen, Malaysia (13,3 persen), Uni Emirat Arab (12,3 persen), dan Turki (10,1 persen).

Indonesia juga merupakan importir terbesar keempat dengan proporsi 8,4 persen di bawah Uni Emirat Arab (12,2 persen), Turki (12,1 persen), dan Malaysia (11,8 persen).

Lebih lanjut Wapres berharap agar potensi Indonesia sebagai pasar produk muslim harus dibarengi dengan peningkatan kinerja ekspor Indonesia ke luar negeri khususnya ke negara-negara OKI.

”Indonesia harus lebih gigih berusaha menguasai pasar halal dunia khususnya negara-negara OKI,” katanya.

Untuk mewujudkan hal itu, Ma’ruf memaparkan sedikitnya ada empat langkah strategis yang dapat dilakukan. Pertama, dengan mengembangkan riset halal dan meningkatkan substitusi impor.

”Yang kedua, dengan mambangun kawasan-kawasan halal yang terintegrasi dengan fasilitas logistik halal. Ketiga, dengan membangun sistem informasi halal termasuk mempercepat proses penyelesaian sertifikat halal,” paparnya.

Terakhir, adalah dengan meningkatkan kontribusi produsen-produsen produk halal, baik skala mikro, menengah, dan besar untuk ekspor produk halal ke seluruh dunia (Global Halal Value Chain).

”Melihat berbagai potensi yang kita miliki, ditambah dukungan pemerintah melalui Peraturan Pemerintah Nomor 39 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Bidang Jaminan Produk Halal, saya optimis Indonesia mampu menjadi produsen produk halal terbesar di dunia dalam waktu mendatang,” pungkas Wapres.

Sebelumnya, Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengharapkan penyelenggaraan II-Motion 2021 bisa meningkatkan Purchasing Managers Index (PMI) Manufaktur Indonesia.

”Alhamdulillah, berdasarkan rilis terbaru, PMI Manufaktur Indonesia pada bulan Mei 2021 tercatat pada posisi 55,3, naik dari 54,6 pada bulan April sebelumnya. Hal ini merupakan catatan rekor tertinggi dalam sejarah Indonesia,” kata Agus. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya