Satu Tewas dan Puluhan Warga Menderita Luka Bakar Akibat Semburan Gunung Semeru
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

Satu Tewas dan Puluhan Warga Menderita Luka Bakar Akibat Semburan Gunung Semeru

...
RILIS.ID
Jakarta
5 Desember 2021 - 8:27 WIB
Breaking News | RILISID
...
Erupsi Gunung Semeru pada Sabtu sore. Foto: Tangkapan layar

RILISID, Jakarta — Semburan awan panas guguran (APG) akibat letusan Gunung Semeru menelan korban. Setidaknya dilaporkan 45 warga menderita luka bakar.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mendata para korban Gunung Semeru hingga Sabtu (4/12/2021) malam.

Dari data tersebut, sebagian besar korban mengalami luka bakar akibat tertimbun material erupsi yang melanda empat wilayah RT di satu RW.

"Sementara ini luka bakar 45 orang, yang berat dan dirujuk ke RSUD dan RS Bhayangkara 17 orang," kata Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin.

Lebih lanjut, Budi mengungkapkan rerata korban menderita luka bakar tingkat 2A-B. Sementara enam orang mengalami luka bakar 50 persen dan empat warga dirawat di ICU.

"Korban yang dirujuk ke RSUD Dr Haryoto satu orang karena butuh infus vena sentral," ujarnya.

Para korban dilaporkan telah menumpuk di puskesmas setempat. Dinas Kesehatan Kabupaten Lumajang saat ini membutuhkan pasokan obat-obatan untuk luka bakar.

Selain itu, jumlah tenaga kesehatan juga disebut membutuhkan perlengkapan tambahan untuk merawat korban.

BPBD setempat menentukan tiga lokasi pengungsian sementara masyarakat terdampak abu vulkanik Semeru, yakni di Pertigaan Jalan Pronojiwo, Desa Supiturang, Balai Desa Sumber Wuluh Candipuro dan Balai Desa Kamarkajang Candipuro.

Sebelumnya, Bupati Lumajang Indah Amperawati Masdar menyatakan satu orang telah dinyatakan meninggal dalam peristiwa erupsi Gunung Semeru.

Sementara itu masih ada 10 orang yang belum ditemukan dan sedang diupayakan evakuasi.

Indah juga mengatakan hampir semua rumah di area Curah Kobokan hancur. Warga disebut mengungsi ke Balai Desa Penanggal.

Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur dilaporkan mengalami erupsi disertai memuntahkan awan panas guguran pada Sabtu sekitar pukul 15.00 WIB.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyatakan status Gunung Semeru tetap level II atau Waspada.

Diberitakan sebelumnya, Gunung Semeru meletus pada Sabtu (4/12/2021) sore. Warga pun panik hingga berlarian meninggalkan rumahnya.

Semburan awan panas gunung berapi yang berada di Kabupaten Lumajang itu membuat warga Dusun Curah Koboan, Desa Supit Urang, Kecamatan Poronojiwo, berlarian ke luar rumah.

BPBD Kabupaten Lumajang melaporkan peristiwa itu terjadi pada pukul 15.00 WIB.

"Terjadi peningkatan aktivitas gunung berapi, disertai APG (awan panas guguran)," demikian keterangan BPBD Lumajang yang diterima Rilisid, Sabtu sore. (*)

Sumber: Antara

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya

Satu Tewas dan Puluhan Warga Menderita Luka Bakar Akibat Semburan Gunung Semeru

...
RILIS.ID
Jakarta
5 Desember 2021 - 8:27 WIB
Breaking News | RILISID
...
Erupsi Gunung Semeru pada Sabtu sore. Foto: Tangkapan layar

RILISID, Jakarta — Semburan awan panas guguran (APG) akibat letusan Gunung Semeru menelan korban. Setidaknya dilaporkan 45 warga menderita luka bakar.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mendata para korban Gunung Semeru hingga Sabtu (4/12/2021) malam.

Dari data tersebut, sebagian besar korban mengalami luka bakar akibat tertimbun material erupsi yang melanda empat wilayah RT di satu RW.

"Sementara ini luka bakar 45 orang, yang berat dan dirujuk ke RSUD dan RS Bhayangkara 17 orang," kata Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin.

Lebih lanjut, Budi mengungkapkan rerata korban menderita luka bakar tingkat 2A-B. Sementara enam orang mengalami luka bakar 50 persen dan empat warga dirawat di ICU.

"Korban yang dirujuk ke RSUD Dr Haryoto satu orang karena butuh infus vena sentral," ujarnya.

Para korban dilaporkan telah menumpuk di puskesmas setempat. Dinas Kesehatan Kabupaten Lumajang saat ini membutuhkan pasokan obat-obatan untuk luka bakar.

Selain itu, jumlah tenaga kesehatan juga disebut membutuhkan perlengkapan tambahan untuk merawat korban.

BPBD setempat menentukan tiga lokasi pengungsian sementara masyarakat terdampak abu vulkanik Semeru, yakni di Pertigaan Jalan Pronojiwo, Desa Supiturang, Balai Desa Sumber Wuluh Candipuro dan Balai Desa Kamarkajang Candipuro.

Sebelumnya, Bupati Lumajang Indah Amperawati Masdar menyatakan satu orang telah dinyatakan meninggal dalam peristiwa erupsi Gunung Semeru.

Sementara itu masih ada 10 orang yang belum ditemukan dan sedang diupayakan evakuasi.

Indah juga mengatakan hampir semua rumah di area Curah Kobokan hancur. Warga disebut mengungsi ke Balai Desa Penanggal.

Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur dilaporkan mengalami erupsi disertai memuntahkan awan panas guguran pada Sabtu sekitar pukul 15.00 WIB.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyatakan status Gunung Semeru tetap level II atau Waspada.

Diberitakan sebelumnya, Gunung Semeru meletus pada Sabtu (4/12/2021) sore. Warga pun panik hingga berlarian meninggalkan rumahnya.

Semburan awan panas gunung berapi yang berada di Kabupaten Lumajang itu membuat warga Dusun Curah Koboan, Desa Supit Urang, Kecamatan Poronojiwo, berlarian ke luar rumah.

BPBD Kabupaten Lumajang melaporkan peristiwa itu terjadi pada pukul 15.00 WIB.

"Terjadi peningkatan aktivitas gunung berapi, disertai APG (awan panas guguran)," demikian keterangan BPBD Lumajang yang diterima Rilisid, Sabtu sore. (*)

Sumber: Antara

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya