Pimpinan Komite I DPD Apresiasi Pelatihan Digital Leadership Academy Kemenkominfo
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

Pimpinan Komite I DPD Apresiasi Pelatihan Digital Leadership Academy Kemenkominfo

...
RILIS.ID
Jakarta
30 November 2021 - 10:23 WIB
Teknologi | RILISID
...
Wakil Ketua Komite I DPD Ahmad Bastian SY. Foto: Istimewa

RILISID, Jakarta — Pimpinan Komite I DPD mengapresiasi pelatihan Digital Leadership Academy-National Universitys of Singapore Bacth 4 dan 5 yang digelar Badan Penelitian dan Pengembangan SDM Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo). Hal itu disampaikan Wakil Ketua Komite I DPD Ahmad Bastian SY saat menutup pelatihan, Selasa (30/11/2021).

Menurutnya, pelatihan tersebut merupakan program pelatihan unggulan yang sangat strategis karena membekali para calon pengambil kebijakan dengan pemahaman yang utuh akan pentingnya teknologi informasi dan transformasi digital untuk membuat perubahandahsyat di lingkungannya masing-masing.

"Program ini bisa mendorong manifestasi kolaborasi antara pemerintah, pelaku bisnis dan akademisi dalam mempercepat proses transformasi digital ke depan. Ini harus didukung terus menerus karena menjadi bagian penting dalam menyiapkan para pemimpin agar mampu menginisiasi perubahan dan membangun kolaborasi digital untuk kemajuan kedepan," ujar Bastian, sapaan akrab senator asal Lampung itu.

Program transformasi digital nasional, peta jalan Indonesia 2021-2024, dalam penyediaan infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi, dan pemanfaatan teknologi informasi ada empat sektor strategis dan program kegiatan yang sedang dilakukan yaitu terkait yaitu infrastruktur digital, pemerintahan digital, ekonomi digital dan masyarakat digital.

"Kami mengapresiasi penuh atas kebijakan dan program yang sedang dilakukan kementerian komunikasi dan informatika. Dalam kaca mata kami, program-program seperti ini yang dibutuhkan dalam menjawab tantangan perubahan yang sedang berlangsung. Pandemi Covid-19 yang ada, memberi pelajaran sangat berharga, bahwa migrasi ke ruang digital menjadi katup penyelamat atas berbagai keterbatasan aktivitas fisik/tatap muka. Dunia digital membuka peradaban baru atas banyak hal, diantaranya ; pemerintah yang lebih terbuka, kecepatan transaksi ekonomi dan bisnis, keterbukaan informasi publik, desiminasi informasi publik dan pengetahuan yang semakin cepat dan efisien," paparnya.

Namun demikian, lanjut Bastian, semua pihak harus menyadari bahwa proses transformasi digital bukanlah sesuatu yang mudah. Setidaknya ada dua hal utama. Pertama, besiap menghadapi kesenjangan digital atau digital divide.

"Beberapa hal yang menjadi penyebabnya adalah infrastuktur TIK baik berupa jaringan internet, ketersedian listrik maupun perangkat digital yang belum sepenuhnya merata di setiap daerah. Ini perlu kami sampaikan di hadapan para peserta pelatihan, para pemimpin/pengambil kebijakan, bahwa sampai saat ini masih ada 12.548 desa/kelurahan yang belum terjangkau akses 4G. Oleh karena itu, percepatan pembangunan infrastruktur teknologi informasi menjadi keharusan, mengingat akses atas jaringan internet menjadi pembuka pertama dunia digital," ungkapnya.

Lebih lanjut, Bastian menegaskan bahwa Komite I DPD akan mendorong sinergisitas antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah di Indonesia untuk melakukan percepatan pembangunan dan pelayanan infrastruktur telekomunikasi dan informatika digital.

Karena bagi DPD transformasi digital akan menjadi baik, apabila saat yang sama dijadikan sebagai bagian dari pengembangan daerah untuk mengurangi kesenjangan dan menjamin pemerataan pembangunan. Ini artinya proses tranformasi digital, harus dijamin untuk dapat dinikmati di seluruh daerah, hingga pelosok-pelosok desa.

Pemerataan infrastruktur teknologi informasi akan menjadi katalisator, bagi daerah untuk tumbuh secara lebih cepat. Konektifitas yang ada mampu menciptakan inovasi dalam upaya meningkatkan ekonomi daerah dan desa, mendorong UMKM naik kelas, ekonomi mikro, koperasi dan BUMDes tumbuh semua untuk memanfaatkan marketplace. Oleh karena itu gap kesenjangan digital harus mampu kita tutup, agar program transformasi digital bisa dinikmati seluruh rakyat Indonesia, keseluruh pelosok- pelosok desa.

Yang kedua, kata Bastian, kurangnya sumber daya manusia (SDM). Menurutnya, tranformasi digital membutuhkan kesiapan sumber daya manusia (SDM) yang paham dan mengerti dalam dunia digital.

"Apa yang dilakukan hari ini guna meningkatkan kapabilitas digital merupakan strategi yang tepat. Empat sektor strategis yang digagas pemerintah terkait Infrastruktur digital, pemerintahan digital, ekonomi digital dan masyarakat digital, pada ujungnya membutuhkan SDM yang handal dalam pelaksanaanya," ujarnya.

"Pilihan kebijakan dan strategi yang dilakukan oleh Kemenkominfo dengan program pengembangan SDM untuk mendukung pelaksanaan transformasi digital harus semakin diperluas, semakin diperbanyak. Semakin banyak yang tersentuh dengan program-program ini, maka busur anak panah atas pelaksanaan transformasi digital bergerak semakin cepat," ia menambahkan.

Ketiga, ekosistem digital. Ekosistem digital harus mulai dibangun dan dbentuk, membutuhkan iklim yang kondusif, regulasi yang mendukung berkembangnya semua potensi dari dunia digital. DPD akan mendorong regulasi yang ramah dan mendukung proses transformasi dunia digital di semua tingkatan baik pusat maupun daerah.

Bastian mengakui bahwa ada problematika data yang masih menjadi masalah besar dalam dunia digital Indonesia. DPD pun berkomitmen untuk mendorong penggunaan satu data tunggal dalam pemerintahan agar ada efisiensi dalam pengambilan kebijakan dalam pemerintahan.

"Mengingat dunia digital mengandaikan kecepatan dan efisiensi, maka dualisme data yang dikelola pemerintah pusat dan daerah sampai saat ini harus segera diakhiri," tuturnya.

Menurut Bastian, banyak pekerjaan rumah yang harus dibenahi dalam upaya mendukung pelaksanaan transformasi digital. Hal inilah yang akan diemban para peserta pelatihan dengan segera melakukan perubahan.

"Hasrat untuk mengejar ketertinggalan harus menyala dalam dada kita semua. Saat ini, kita memiiki kesadaran ideologis, bahwa teknologi informasi dan transformasi digitaladalah kebutuhanyang sangat penting bagi kita, untuk hari ini dan masa depan. Ini akan memicu kita semua untuk mengejar berbagai ketertinggan dan keterbatasan yang ada selama ini, dibanding dengan berbagai negara maju lainnya," tambahnya.

Ia pun optimistis peserta mampu menjadi agen penting dalam mentransformasikan dunia di ruang digital. Juga memanfaatkan ruang digital di masyarakat yang mungkin kurang produktif, kelak bisa dibimbing dalam kepentingan menghasilkan produktivitas, inovasi yang masih minim bisa digali lebih dalam, konten-konten yang dibutuhkan, bisa diproduksi bersama, ruang-ruang kolaborasi bisa tercipta di semua lini, dunia digital kitaharus bisa menjadi ruang bagi pemberdayaan masyarakat.

"Hari ini menjadi titik akhir dari pelatihan digital leadership academy dan menjadi titik awal bagi bapak/ibu untuk kembali ke masyarakat, siapa yang mampu fokus sangat mungkin kelak menjadi pemimpin kemajuan di lingkungannya. Kami berharap bisa mengembangkan cara kerja baru, yang penuh inovatif, bisa melakukan terobosan terobosan besar, guna membantu mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Kita semua harus mempergunakan semua daya yang ada untuk memaksimalkan semua potensi yang ada, bekerja lebih keras, berpikir lebih strategis bagi kemajuan bangsa indonesia, mewujudkan keadian sosial bagi seluruh Indonesia," pungkasnya. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya

Pimpinan Komite I DPD Apresiasi Pelatihan Digital Leadership Academy Kemenkominfo

...
RILIS.ID
Jakarta
30 November 2021 - 10:23 WIB
Teknologi | RILISID
...
Wakil Ketua Komite I DPD Ahmad Bastian SY. Foto: Istimewa

RILISID, Jakarta — Pimpinan Komite I DPD mengapresiasi pelatihan Digital Leadership Academy-National Universitys of Singapore Bacth 4 dan 5 yang digelar Badan Penelitian dan Pengembangan SDM Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo). Hal itu disampaikan Wakil Ketua Komite I DPD Ahmad Bastian SY saat menutup pelatihan, Selasa (30/11/2021).

Menurutnya, pelatihan tersebut merupakan program pelatihan unggulan yang sangat strategis karena membekali para calon pengambil kebijakan dengan pemahaman yang utuh akan pentingnya teknologi informasi dan transformasi digital untuk membuat perubahandahsyat di lingkungannya masing-masing.

"Program ini bisa mendorong manifestasi kolaborasi antara pemerintah, pelaku bisnis dan akademisi dalam mempercepat proses transformasi digital ke depan. Ini harus didukung terus menerus karena menjadi bagian penting dalam menyiapkan para pemimpin agar mampu menginisiasi perubahan dan membangun kolaborasi digital untuk kemajuan kedepan," ujar Bastian, sapaan akrab senator asal Lampung itu.

Program transformasi digital nasional, peta jalan Indonesia 2021-2024, dalam penyediaan infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi, dan pemanfaatan teknologi informasi ada empat sektor strategis dan program kegiatan yang sedang dilakukan yaitu terkait yaitu infrastruktur digital, pemerintahan digital, ekonomi digital dan masyarakat digital.

"Kami mengapresiasi penuh atas kebijakan dan program yang sedang dilakukan kementerian komunikasi dan informatika. Dalam kaca mata kami, program-program seperti ini yang dibutuhkan dalam menjawab tantangan perubahan yang sedang berlangsung. Pandemi Covid-19 yang ada, memberi pelajaran sangat berharga, bahwa migrasi ke ruang digital menjadi katup penyelamat atas berbagai keterbatasan aktivitas fisik/tatap muka. Dunia digital membuka peradaban baru atas banyak hal, diantaranya ; pemerintah yang lebih terbuka, kecepatan transaksi ekonomi dan bisnis, keterbukaan informasi publik, desiminasi informasi publik dan pengetahuan yang semakin cepat dan efisien," paparnya.

Namun demikian, lanjut Bastian, semua pihak harus menyadari bahwa proses transformasi digital bukanlah sesuatu yang mudah. Setidaknya ada dua hal utama. Pertama, besiap menghadapi kesenjangan digital atau digital divide.

"Beberapa hal yang menjadi penyebabnya adalah infrastuktur TIK baik berupa jaringan internet, ketersedian listrik maupun perangkat digital yang belum sepenuhnya merata di setiap daerah. Ini perlu kami sampaikan di hadapan para peserta pelatihan, para pemimpin/pengambil kebijakan, bahwa sampai saat ini masih ada 12.548 desa/kelurahan yang belum terjangkau akses 4G. Oleh karena itu, percepatan pembangunan infrastruktur teknologi informasi menjadi keharusan, mengingat akses atas jaringan internet menjadi pembuka pertama dunia digital," ungkapnya.

Lebih lanjut, Bastian menegaskan bahwa Komite I DPD akan mendorong sinergisitas antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah di Indonesia untuk melakukan percepatan pembangunan dan pelayanan infrastruktur telekomunikasi dan informatika digital.

Karena bagi DPD transformasi digital akan menjadi baik, apabila saat yang sama dijadikan sebagai bagian dari pengembangan daerah untuk mengurangi kesenjangan dan menjamin pemerataan pembangunan. Ini artinya proses tranformasi digital, harus dijamin untuk dapat dinikmati di seluruh daerah, hingga pelosok-pelosok desa.

Pemerataan infrastruktur teknologi informasi akan menjadi katalisator, bagi daerah untuk tumbuh secara lebih cepat. Konektifitas yang ada mampu menciptakan inovasi dalam upaya meningkatkan ekonomi daerah dan desa, mendorong UMKM naik kelas, ekonomi mikro, koperasi dan BUMDes tumbuh semua untuk memanfaatkan marketplace. Oleh karena itu gap kesenjangan digital harus mampu kita tutup, agar program transformasi digital bisa dinikmati seluruh rakyat Indonesia, keseluruh pelosok- pelosok desa.

Yang kedua, kata Bastian, kurangnya sumber daya manusia (SDM). Menurutnya, tranformasi digital membutuhkan kesiapan sumber daya manusia (SDM) yang paham dan mengerti dalam dunia digital.

"Apa yang dilakukan hari ini guna meningkatkan kapabilitas digital merupakan strategi yang tepat. Empat sektor strategis yang digagas pemerintah terkait Infrastruktur digital, pemerintahan digital, ekonomi digital dan masyarakat digital, pada ujungnya membutuhkan SDM yang handal dalam pelaksanaanya," ujarnya.

"Pilihan kebijakan dan strategi yang dilakukan oleh Kemenkominfo dengan program pengembangan SDM untuk mendukung pelaksanaan transformasi digital harus semakin diperluas, semakin diperbanyak. Semakin banyak yang tersentuh dengan program-program ini, maka busur anak panah atas pelaksanaan transformasi digital bergerak semakin cepat," ia menambahkan.

Ketiga, ekosistem digital. Ekosistem digital harus mulai dibangun dan dbentuk, membutuhkan iklim yang kondusif, regulasi yang mendukung berkembangnya semua potensi dari dunia digital. DPD akan mendorong regulasi yang ramah dan mendukung proses transformasi dunia digital di semua tingkatan baik pusat maupun daerah.

Bastian mengakui bahwa ada problematika data yang masih menjadi masalah besar dalam dunia digital Indonesia. DPD pun berkomitmen untuk mendorong penggunaan satu data tunggal dalam pemerintahan agar ada efisiensi dalam pengambilan kebijakan dalam pemerintahan.

"Mengingat dunia digital mengandaikan kecepatan dan efisiensi, maka dualisme data yang dikelola pemerintah pusat dan daerah sampai saat ini harus segera diakhiri," tuturnya.

Menurut Bastian, banyak pekerjaan rumah yang harus dibenahi dalam upaya mendukung pelaksanaan transformasi digital. Hal inilah yang akan diemban para peserta pelatihan dengan segera melakukan perubahan.

"Hasrat untuk mengejar ketertinggalan harus menyala dalam dada kita semua. Saat ini, kita memiiki kesadaran ideologis, bahwa teknologi informasi dan transformasi digitaladalah kebutuhanyang sangat penting bagi kita, untuk hari ini dan masa depan. Ini akan memicu kita semua untuk mengejar berbagai ketertinggan dan keterbatasan yang ada selama ini, dibanding dengan berbagai negara maju lainnya," tambahnya.

Ia pun optimistis peserta mampu menjadi agen penting dalam mentransformasikan dunia di ruang digital. Juga memanfaatkan ruang digital di masyarakat yang mungkin kurang produktif, kelak bisa dibimbing dalam kepentingan menghasilkan produktivitas, inovasi yang masih minim bisa digali lebih dalam, konten-konten yang dibutuhkan, bisa diproduksi bersama, ruang-ruang kolaborasi bisa tercipta di semua lini, dunia digital kitaharus bisa menjadi ruang bagi pemberdayaan masyarakat.

"Hari ini menjadi titik akhir dari pelatihan digital leadership academy dan menjadi titik awal bagi bapak/ibu untuk kembali ke masyarakat, siapa yang mampu fokus sangat mungkin kelak menjadi pemimpin kemajuan di lingkungannya. Kami berharap bisa mengembangkan cara kerja baru, yang penuh inovatif, bisa melakukan terobosan terobosan besar, guna membantu mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Kita semua harus mempergunakan semua daya yang ada untuk memaksimalkan semua potensi yang ada, bekerja lebih keras, berpikir lebih strategis bagi kemajuan bangsa indonesia, mewujudkan keadian sosial bagi seluruh Indonesia," pungkasnya. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya