Pertama di Asia Tenggara, Pabrik Baterai Kendaraan Listrik Senilai USD 1,1 Miliar Dibangun di Karawang
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

Pertama di Asia Tenggara, Pabrik Baterai Kendaraan Listrik Senilai USD 1,1 Miliar Dibangun di Karawang

...
RILIS.ID
Karawang
15 September 2021 - 14:41 WIB
Ekonomi | RILISID
...
Presiden Jokowi saat groundbreaking pabrik industri baterai kendaraan listrik. Foto: Humas Setkab/Agung

RILISID, Karawang — Indonesia akhirnya memiliki pabrik industri baterai kendaraan listrik yang dikelola PT HKML Battery Indonesia. Industri ini merupakan yang pertama di Tanah Air.

Peletakan batu pertama atau groundbreaking pabrik industri baterai kendaraan listrik dilakukan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Karawang, Jawa Barat, pada Rabu (15/9/2021) pagi.

"Kita patut bersyukur hari ini bisa menyaksikan groundbreaking pembangunan pabrik baterai kendaraan listrik pertama di Indonesia," kata Jokowi dalam tayangan YouTube Sekretariat Presiden.

"Bahkan yang pertama di Asia Tenggara dengan nilai investasi sebesar USD 1,1 miliar,” lanjut Presiden.

Menurut Jokowi, pembangunan pabrik ini merupakan wujud keseriusan pemerintah untuk melakukan hilirisasi industri. Juga mengubah struktur ekonomi yang selama ini berbasis komoditas menjadi berbasis industrialisasi.

"Menjadi negara industri yang kuat dengan berbasis pada pengembangan inovasi teknologi,” ujarnya.

Pembangunan pabrik baterai kendaraan listrik ini merupakan kolaborasi antara perusahaan Indonesia dengan perusahaan Korea Selatan.

Jokowi mengharapkan kerja sama tersebut bisa semakin diperkuat, termasuk realisasi kerja sama investasi dalam industri baterai dan kendaraan listrik.

"Saya berpesan agar kolaborasi yang terbangun bukan hanya di antara perusahaan-perusahaan besar atau BUMN-BUMN kita, tetapi juga melibatkan usaha mikro, usaha kecil, dan usaha menengah,” imbuhnya.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu optimistis pengembangan industri baterai listrik akan meningkatkan daya tarik Indonesia sebagai negara tujuan investasi dari industri turunan yang menggunakan baterai. Seperti motor listrik, bus listrik, dan mobil listrik.

Pemerintah, masih kata Jokowi, berkomitmen penuh untuk memberikan dukungan dan pengembangan ekosistem industri baterai dan kendaraan listrik.

Juga akan terus menggulirkan reformasi struktural untuk memberikan kepastian hukum dan kemudahan perizinan kepada para pelaku usaha, para investor.

"Untuk mengembangkan usahanya di negara kita Indonesia. Pemerintah juga terbuka atas berbagai inisiatif kerja sama dengan negara-negara sahabat,” pungkas Jokowi.

Sementara itu, Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia menyatakan pabrik baterai kendaraan listrik akan memprioritaskan pembukaan lapangan pekerjaan bagi pekerja lokal.

Hal itu, kata Bahlil, merupakan komitmen dan bagian dari perjanjian kerja sama dengan investor dari Republik Korea.

"Luar negeri boleh selama dia memenuhi spesifikasi-spesifikasi khusus dan jabatan-jabatan tertentu,” ucapnya. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya

Pertama di Asia Tenggara, Pabrik Baterai Kendaraan Listrik Senilai USD 1,1 Miliar Dibangun di Karawang

...
RILIS.ID
Karawang
15 September 2021 - 14:41 WIB
Ekonomi | RILISID
...
Presiden Jokowi saat groundbreaking pabrik industri baterai kendaraan listrik. Foto: Humas Setkab/Agung

RILISID, Karawang — Indonesia akhirnya memiliki pabrik industri baterai kendaraan listrik yang dikelola PT HKML Battery Indonesia. Industri ini merupakan yang pertama di Tanah Air.

Peletakan batu pertama atau groundbreaking pabrik industri baterai kendaraan listrik dilakukan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Karawang, Jawa Barat, pada Rabu (15/9/2021) pagi.

"Kita patut bersyukur hari ini bisa menyaksikan groundbreaking pembangunan pabrik baterai kendaraan listrik pertama di Indonesia," kata Jokowi dalam tayangan YouTube Sekretariat Presiden.

"Bahkan yang pertama di Asia Tenggara dengan nilai investasi sebesar USD 1,1 miliar,” lanjut Presiden.

Menurut Jokowi, pembangunan pabrik ini merupakan wujud keseriusan pemerintah untuk melakukan hilirisasi industri. Juga mengubah struktur ekonomi yang selama ini berbasis komoditas menjadi berbasis industrialisasi.

"Menjadi negara industri yang kuat dengan berbasis pada pengembangan inovasi teknologi,” ujarnya.

Pembangunan pabrik baterai kendaraan listrik ini merupakan kolaborasi antara perusahaan Indonesia dengan perusahaan Korea Selatan.

Jokowi mengharapkan kerja sama tersebut bisa semakin diperkuat, termasuk realisasi kerja sama investasi dalam industri baterai dan kendaraan listrik.

"Saya berpesan agar kolaborasi yang terbangun bukan hanya di antara perusahaan-perusahaan besar atau BUMN-BUMN kita, tetapi juga melibatkan usaha mikro, usaha kecil, dan usaha menengah,” imbuhnya.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu optimistis pengembangan industri baterai listrik akan meningkatkan daya tarik Indonesia sebagai negara tujuan investasi dari industri turunan yang menggunakan baterai. Seperti motor listrik, bus listrik, dan mobil listrik.

Pemerintah, masih kata Jokowi, berkomitmen penuh untuk memberikan dukungan dan pengembangan ekosistem industri baterai dan kendaraan listrik.

Juga akan terus menggulirkan reformasi struktural untuk memberikan kepastian hukum dan kemudahan perizinan kepada para pelaku usaha, para investor.

"Untuk mengembangkan usahanya di negara kita Indonesia. Pemerintah juga terbuka atas berbagai inisiatif kerja sama dengan negara-negara sahabat,” pungkas Jokowi.

Sementara itu, Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia menyatakan pabrik baterai kendaraan listrik akan memprioritaskan pembukaan lapangan pekerjaan bagi pekerja lokal.

Hal itu, kata Bahlil, merupakan komitmen dan bagian dari perjanjian kerja sama dengan investor dari Republik Korea.

"Luar negeri boleh selama dia memenuhi spesifikasi-spesifikasi khusus dan jabatan-jabatan tertentu,” ucapnya. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya