Komisi II DPRD Lampung: Usut Tuntas Dugaan Monopoli PT Pelindo II!
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

Komisi II DPRD Lampung: Usut Tuntas Dugaan Monopoli PT Pelindo II!

...
Wirahadikusumah
BANDARLAMPUNG
21 Maret 2021 - 9:28 WIB
Bisnis | RILISID
...
Ketua Komisi II DPRD Lampung Wahrul Fauzi Silalahi/Foto Ilustrasi Rililampung.id

RILISID, BANDARLAMPUNG — Dugaan adanya monopoli di tubuh PT Pelindo II menuai sorotan berbagai pihak. Salah satunya datang dari Ketua Komisi II DPRD Lampung Wahrul Fauzi Silalahi.

Wahrul mengatakan, komisi II mendukung penuh upaya yang sedang dilakukan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Wilayah II yang tengah menyelidiki dugaan tersebut.

Baca: Dugaan Monopoli PT Pelindo II, KPPU: Status Naik ke Penyelidikan!

Terlebih, kata dia, PT Pelindo II diduga melakukan persaingan tidak sehat dalam bongkar muat di Pelabuhan Panjang, Bandarlampung.

”Kami dukung langkah KPPU. Apalagi ini terjadi di Pelabuhan Panjang. Yang statusnya adalah pelabuhan internasional,” ujarnya kepada rilis.id melalui sambungan telepon, Minggu (21/3/2021).

Menurut dia, jika berbicara Pelabuhan Panjang, bukan hanya berbicara mengenai Lampung, tapi juga Indonesia. Sebab, proses ekspor impor banyak dilakukan di pelabuhan tersebut.

”Pelabuhan Panjang itu salah satu denyut nadi perekonomian Indonesia. Jadi, bukan hanya Lampung. Untuk itu, persaingan usaha di Pelabuhan Panjang harus sehat. Terlebih dalam proses bongkar muat yang diselidiki KPPU tersebut,” tegasnya.

Politisi Partai NasDem ini juga berharap, KPPU nantinya membuka secara terang benderang hasil penyelidikan yang dilakukan. Apalagi, KPPU telah menemukan bukti awal yang diduga dilakukan PT Pelindo II dan anak perusahaannya sehingga meningkatkan dugaan tersebut ke penyelidikan yang akan dilakukan selama 60 hari.

”Kami pasti support KPPU. Usut tuntas dugaan monopoli di Pelabuhan Panjang!” pungkasnya.

Diketahui, dugaan adanya monopoli di tubuh PT Pelindo II kian menguat. Buktinya, KPPU Wilayah II meningkatkan status dugaan tersebut ke tahap penyelidikan.

KPPU menduga PT Pelindo II melakukan persaingan tidak sehat dalam bongkar muat di Pelabuhan Panjang, Bandarlampung. 

Informasinya, KPPU menemukan bukti awal yang dilakukan PT Pelindo II dan anak perusahaannya sehingga meningkatkan dugaan tersebut ke penyelidikan yang bakal dilakukan selama 60 hari.(*)

Editor : RILIS.ID

TAG:

Berita Lainnya

Komisi II DPRD Lampung: Usut Tuntas Dugaan Monopoli PT Pelindo II!

...
Wirahadikusumah
BANDARLAMPUNG
21 Maret 2021 - 9:28 WIB
Bisnis | RILISID
...
Ketua Komisi II DPRD Lampung Wahrul Fauzi Silalahi/Foto Ilustrasi Rililampung.id

RILISID, BANDARLAMPUNG — Dugaan adanya monopoli di tubuh PT Pelindo II menuai sorotan berbagai pihak. Salah satunya datang dari Ketua Komisi II DPRD Lampung Wahrul Fauzi Silalahi.

Wahrul mengatakan, komisi II mendukung penuh upaya yang sedang dilakukan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Wilayah II yang tengah menyelidiki dugaan tersebut.

Baca: Dugaan Monopoli PT Pelindo II, KPPU: Status Naik ke Penyelidikan!

Terlebih, kata dia, PT Pelindo II diduga melakukan persaingan tidak sehat dalam bongkar muat di Pelabuhan Panjang, Bandarlampung.

”Kami dukung langkah KPPU. Apalagi ini terjadi di Pelabuhan Panjang. Yang statusnya adalah pelabuhan internasional,” ujarnya kepada rilis.id melalui sambungan telepon, Minggu (21/3/2021).

Menurut dia, jika berbicara Pelabuhan Panjang, bukan hanya berbicara mengenai Lampung, tapi juga Indonesia. Sebab, proses ekspor impor banyak dilakukan di pelabuhan tersebut.

”Pelabuhan Panjang itu salah satu denyut nadi perekonomian Indonesia. Jadi, bukan hanya Lampung. Untuk itu, persaingan usaha di Pelabuhan Panjang harus sehat. Terlebih dalam proses bongkar muat yang diselidiki KPPU tersebut,” tegasnya.

Politisi Partai NasDem ini juga berharap, KPPU nantinya membuka secara terang benderang hasil penyelidikan yang dilakukan. Apalagi, KPPU telah menemukan bukti awal yang diduga dilakukan PT Pelindo II dan anak perusahaannya sehingga meningkatkan dugaan tersebut ke penyelidikan yang akan dilakukan selama 60 hari.

”Kami pasti support KPPU. Usut tuntas dugaan monopoli di Pelabuhan Panjang!” pungkasnya.

Diketahui, dugaan adanya monopoli di tubuh PT Pelindo II kian menguat. Buktinya, KPPU Wilayah II meningkatkan status dugaan tersebut ke tahap penyelidikan.

KPPU menduga PT Pelindo II melakukan persaingan tidak sehat dalam bongkar muat di Pelabuhan Panjang, Bandarlampung. 

Informasinya, KPPU menemukan bukti awal yang dilakukan PT Pelindo II dan anak perusahaannya sehingga meningkatkan dugaan tersebut ke penyelidikan yang bakal dilakukan selama 60 hari.(*)

Editor : RILIS.ID

TAG:

Berita Lainnya