Inpari IR Nutri Zinc Primadona Baru di Tanah Timor
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

Inpari IR Nutri Zinc Primadona Baru di Tanah Timor

...
RILIS.ID
Jakarta
26 Oktober 2020 - 14:02 WIB
Bisnis | RILISID
...
FOTO: Humas Balitbangtan

RILISID, Jakarta — Meskipun saat ini di tanah Timor dalam masa puncak musim kemarau, namun tidak menyurutkan antusiasme dari kelompok tani Ie Ray unttuk melakukan panen bersama varietas padi Inpari IR Nutri Zinc pada hamparan persawahan seluas 5 hektare di tepi sungai Noelmina, Kecamatan Takari, Kabupaten Kupang, NTT, Jumat (23/10/2020).

Inpari IR Nutri Zinc merupakan salah satu varietas unggul baru padi khusus yang dilepas Badan Litbang Pertanian pada 2019.  Kegiatan panen bersama ini dihadiri oleh Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) NTT Procula Rudlof Matitaputty beserta para peneliti dan penyuluh,  ketua dan anggota kelompok tani Ie Ray, unsur Desa Noelmina, perwakilan Camat Takari,Penyuluh BPP Takari,serta Komandan Rayon Militer 160402 Camplong. 

Procula Rudlof Matitaputty menyampaikan bahwa hasil dari ubinan Inpari IR Nutrizinc  pada panen bersama kali ini  mencapai 6.7 ton per hektare sehingga cukup memuaskan untuk panen di puncak musim kemarau ini. “Kami berharap varietas ini dapat diadopsi dan berkembang di kelompok tani lain di NTT untuk membantu pemerintah dalam mengatasi stunting," ujarnya.

Rudlof juga mengapresiasi kelompok tani Ie Ray yang telah menanam dan merawat padi Inpari IR Nutri Zinc dengan baik sehingga bisa dilakukan panen bersama. “BPTP NTT akan terus melakukan pendampingan kepada kelompok Ie Ray dan apabila dimungkinkan bisa sampai pada pendampingan untuk menjadi penangkar," tambahnya.

Ketua Kelompok Tani le Ray, Agustinus Kore,  menyampaikan rasa terima kasihnya kepada BPTP NTT yang sudah mengenalkan Varietas unggul Inpari IR Nutrizinc  dan  memberikan pendampingan secara rutin selama proses budidaya. 

“Untuk diketahui bahwa pada saat melakukan pertanaman padi terjadi serangan hama wereng cokelat  pada kawasan persawahan,  tetapi varietas Inpari IR Nutrizinc relatif tahan dan aman dari serangan hama sehingga petani semakin antusias untuk mengembangkan varietas ini dan menjadi primadona baru bagi petani,” terang Agustinus.

Terpisah, Kepala Balitbangtan Fadjry Djufry menyampaikan bahwa varietas Inpari IR Nutri Zinc ini merupakan varietas terobosan Badan Litbang Pertanian dengan kandungan Zn yang tinggi untuk mengatasi Stunting dan sangat cocok untuk dikembangkan di Nusa Tenggara Timur.

“Hadirnya inovasi varietas pangan fungsional ini merupakan percepatan hilirisasi teknologi pertanian,” imbuh Fadjry. 

Berdasarkan hasil penelitian tim pemulia varietas Inpari IR Nutri Zinc, varietas ini memiliki rata-rata kandungan Zn 29,54 ppm dengan potensi mencapai 34,51 ppm, rata-rata hasil produksi setara dengan ciherang yaitu sebesar 6,21 ton per hektare dengan potensi hasil 9,98 ton per hektare, Tekstur nasi pulen, sehingga akan disukai oleh sebagian besar konsumen di Indonesia serta ketahanan terhadap hama dan penyakit utama tanaman padi.

Rudlof menambahkan bahwa BPTP NTT selalu membuka diri kepada kelompok tani dan masyarakat yang ingin berkonsultasi dan memerlukan pendampingan tentang inovasi teknologi di bidang pertanian dan peternakan. 

“Harapan kami, di Desa Noelmina ada penangkar yang dapat mensuplay kebutuhan benih padi di kawasan persawahan Kec.Takari,” pungkas Rudlof.

Editor : RILIS.ID

TAG:

Berita Lainnya

Inpari IR Nutri Zinc Primadona Baru di Tanah Timor

...
RILIS.ID
Jakarta
26 Oktober 2020 - 14:02 WIB
Bisnis | RILISID
...
FOTO: Humas Balitbangtan

RILISID, Jakarta — Meskipun saat ini di tanah Timor dalam masa puncak musim kemarau, namun tidak menyurutkan antusiasme dari kelompok tani Ie Ray unttuk melakukan panen bersama varietas padi Inpari IR Nutri Zinc pada hamparan persawahan seluas 5 hektare di tepi sungai Noelmina, Kecamatan Takari, Kabupaten Kupang, NTT, Jumat (23/10/2020).

Inpari IR Nutri Zinc merupakan salah satu varietas unggul baru padi khusus yang dilepas Badan Litbang Pertanian pada 2019.  Kegiatan panen bersama ini dihadiri oleh Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) NTT Procula Rudlof Matitaputty beserta para peneliti dan penyuluh,  ketua dan anggota kelompok tani Ie Ray, unsur Desa Noelmina, perwakilan Camat Takari,Penyuluh BPP Takari,serta Komandan Rayon Militer 160402 Camplong. 

Procula Rudlof Matitaputty menyampaikan bahwa hasil dari ubinan Inpari IR Nutrizinc  pada panen bersama kali ini  mencapai 6.7 ton per hektare sehingga cukup memuaskan untuk panen di puncak musim kemarau ini. “Kami berharap varietas ini dapat diadopsi dan berkembang di kelompok tani lain di NTT untuk membantu pemerintah dalam mengatasi stunting," ujarnya.

Rudlof juga mengapresiasi kelompok tani Ie Ray yang telah menanam dan merawat padi Inpari IR Nutri Zinc dengan baik sehingga bisa dilakukan panen bersama. “BPTP NTT akan terus melakukan pendampingan kepada kelompok Ie Ray dan apabila dimungkinkan bisa sampai pada pendampingan untuk menjadi penangkar," tambahnya.

Ketua Kelompok Tani le Ray, Agustinus Kore,  menyampaikan rasa terima kasihnya kepada BPTP NTT yang sudah mengenalkan Varietas unggul Inpari IR Nutrizinc  dan  memberikan pendampingan secara rutin selama proses budidaya. 

“Untuk diketahui bahwa pada saat melakukan pertanaman padi terjadi serangan hama wereng cokelat  pada kawasan persawahan,  tetapi varietas Inpari IR Nutrizinc relatif tahan dan aman dari serangan hama sehingga petani semakin antusias untuk mengembangkan varietas ini dan menjadi primadona baru bagi petani,” terang Agustinus.

Terpisah, Kepala Balitbangtan Fadjry Djufry menyampaikan bahwa varietas Inpari IR Nutri Zinc ini merupakan varietas terobosan Badan Litbang Pertanian dengan kandungan Zn yang tinggi untuk mengatasi Stunting dan sangat cocok untuk dikembangkan di Nusa Tenggara Timur.

“Hadirnya inovasi varietas pangan fungsional ini merupakan percepatan hilirisasi teknologi pertanian,” imbuh Fadjry. 

Berdasarkan hasil penelitian tim pemulia varietas Inpari IR Nutri Zinc, varietas ini memiliki rata-rata kandungan Zn 29,54 ppm dengan potensi mencapai 34,51 ppm, rata-rata hasil produksi setara dengan ciherang yaitu sebesar 6,21 ton per hektare dengan potensi hasil 9,98 ton per hektare, Tekstur nasi pulen, sehingga akan disukai oleh sebagian besar konsumen di Indonesia serta ketahanan terhadap hama dan penyakit utama tanaman padi.

Rudlof menambahkan bahwa BPTP NTT selalu membuka diri kepada kelompok tani dan masyarakat yang ingin berkonsultasi dan memerlukan pendampingan tentang inovasi teknologi di bidang pertanian dan peternakan. 

“Harapan kami, di Desa Noelmina ada penangkar yang dapat mensuplay kebutuhan benih padi di kawasan persawahan Kec.Takari,” pungkas Rudlof.

Editor : RILIS.ID

TAG:

Berita Lainnya