Gelar Rakor Spasial, Airlangga Minta Perekonomian di Daerah Digenjot
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

Gelar Rakor Spasial, Airlangga Minta Perekonomian di Daerah Digenjot

...
RILIS.ID
JAKARTA
22 April 2021 - 23:20 WIB
Bisnis | RILISID
...
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto./FOTO ISTIMEWA

RILISID, JAKARTA — Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Pembahasan Percepatan Pembangunan Ekonomi Kewilayahan (Spasial) di kantornya, Kamis (22/4/2021). Rakor itu digelar dalam upaya penyelarasan kebijakan.  

Diketahui, pada 2020, hanya 3 provinsi yang pertumbuhan ekonominya di atas nol, yakni Sulawesi Tengah, Maluku, dan Papua. Sementara, yang mengalami kontraksi terdalam adalah Bali dengan sektor pariwisata yang sepenuhnya bergantung pada mobilitas, sedangkan selama pandemi mobilitas sangat dibatasi.

Dan pada tahun ini, perekonomian Indonesia mulai pulih. Karenanya, perlu mengoptimalkan sumberdaya dan kapasitas lokal dalam rangka membangun potensinya.

Airlangga mengatakan, motor penggerak dalam membangun ekonomi daerah merupakan seluruh pemangku kepentingan ekonomi dalam tingkat komunitas, perkotaan, dan kabupaten. Meskipun ini fokus ke lokal/daerah, namun perlu juga diselaraskan dengan kebijakan pemerintah pusat.

”Kita perlu melakukan penyesuaian tentang apa yang perlu dilakukan untuk menggenjot perekonomian di daerah-daerah”, ujarnya dalam siaran persnya yang dikutip dari ekon.go.id, Kamis (22/4/2021).

Airlangga menjelaskan, semua pihak dapat memanfaatkan kesempatan dengan efektif menggunakan modal tenaga kerja, modal kapital, dan segala sumber daya yang ada untuk mencapai prioritas yang ditetapkan daerah tersebut.

Inisiatif wiraswasta formal, informal, mikro, menengah, dan besar untuk maju bersama juga perlu didukung dengan memfasilitasi akses pasar, juga menciptakan iklim yang kondusif untuk investasi dan aktivitas bisnis.

Ia memaparkan, saat ini, lapangan usaha yang berpotensi mendorong pemulihan ekonomi adalah pertanian, kehutanan dan perikanan; industri kimia, farmasi, dan obat tradisional; industri logam dasar; informasi dan komunikasi; jasa pendidikan; serta jasa kesehatan dan kegiatan sosial.

”Penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) di setiap daerah juga perlu dikawal oleh Kementerian Dalam Negeri agar selaras dengan pembangunan ekonomi nasional,” pintanya.

Airlangga menambahkan, program percepatan pembangunan ekonomi spasial ini sempat tertunda saat pandemi karena adanya pergantian prioritas. Namun, jika ingin tumbuh lebih cepat maka program ini dirasa sangat penting untuk segera dilaksanakan kembali.

”Hasil dari pertemuan awal ini, akan kita cari formula yang lebih tepat  untuk mengevaluasi dan mendorong sektor perekonomian masyarakat di setiap daerah,” pungkasnya.(*)

Editor : Wirahadikusumah

TAG:

Berita Lainnya

Gelar Rakor Spasial, Airlangga Minta Perekonomian di Daerah Digenjot

...
RILIS.ID
JAKARTA
22 April 2021 - 23:20 WIB
Bisnis | RILISID
...
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto./FOTO ISTIMEWA

RILISID, JAKARTA — Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Pembahasan Percepatan Pembangunan Ekonomi Kewilayahan (Spasial) di kantornya, Kamis (22/4/2021). Rakor itu digelar dalam upaya penyelarasan kebijakan.  

Diketahui, pada 2020, hanya 3 provinsi yang pertumbuhan ekonominya di atas nol, yakni Sulawesi Tengah, Maluku, dan Papua. Sementara, yang mengalami kontraksi terdalam adalah Bali dengan sektor pariwisata yang sepenuhnya bergantung pada mobilitas, sedangkan selama pandemi mobilitas sangat dibatasi.

Dan pada tahun ini, perekonomian Indonesia mulai pulih. Karenanya, perlu mengoptimalkan sumberdaya dan kapasitas lokal dalam rangka membangun potensinya.

Airlangga mengatakan, motor penggerak dalam membangun ekonomi daerah merupakan seluruh pemangku kepentingan ekonomi dalam tingkat komunitas, perkotaan, dan kabupaten. Meskipun ini fokus ke lokal/daerah, namun perlu juga diselaraskan dengan kebijakan pemerintah pusat.

”Kita perlu melakukan penyesuaian tentang apa yang perlu dilakukan untuk menggenjot perekonomian di daerah-daerah”, ujarnya dalam siaran persnya yang dikutip dari ekon.go.id, Kamis (22/4/2021).

Airlangga menjelaskan, semua pihak dapat memanfaatkan kesempatan dengan efektif menggunakan modal tenaga kerja, modal kapital, dan segala sumber daya yang ada untuk mencapai prioritas yang ditetapkan daerah tersebut.

Inisiatif wiraswasta formal, informal, mikro, menengah, dan besar untuk maju bersama juga perlu didukung dengan memfasilitasi akses pasar, juga menciptakan iklim yang kondusif untuk investasi dan aktivitas bisnis.

Ia memaparkan, saat ini, lapangan usaha yang berpotensi mendorong pemulihan ekonomi adalah pertanian, kehutanan dan perikanan; industri kimia, farmasi, dan obat tradisional; industri logam dasar; informasi dan komunikasi; jasa pendidikan; serta jasa kesehatan dan kegiatan sosial.

”Penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) di setiap daerah juga perlu dikawal oleh Kementerian Dalam Negeri agar selaras dengan pembangunan ekonomi nasional,” pintanya.

Airlangga menambahkan, program percepatan pembangunan ekonomi spasial ini sempat tertunda saat pandemi karena adanya pergantian prioritas. Namun, jika ingin tumbuh lebih cepat maka program ini dirasa sangat penting untuk segera dilaksanakan kembali.

”Hasil dari pertemuan awal ini, akan kita cari formula yang lebih tepat  untuk mengevaluasi dan mendorong sektor perekonomian masyarakat di setiap daerah,” pungkasnya.(*)

Editor : Wirahadikusumah

TAG:

Berita Lainnya