Cengkeh Siantan Agribun: Varietas Unggul Baru dari Anambas
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

Cengkeh Siantan Agribun: Varietas Unggul Baru dari Anambas

...
RILIS.ID
Jakarta
23 November 2020 - 14:02 WIB
Bisnis | RILISID
...
FOTO: Humas Balitbangtan

RILISID, Jakarta — Cengkeh (Syzygium aromaticum L. Merr. and Perr.) merupakan salah satu tanaman rempah asli Indonesia yang berasal dari Kepulauan Maluku. Cengkeh merupakan tanaman rakyat, karena 98,2 persen diusahakan oleh petani kecil sehingga merupakan sumber pendapatan petani dan sisanya (1,8 persen) diusahakan oleh perkebunan besar negara dan swasta.

Tanaman cengkeh telah dibudidayakan oleh masyarakat di Kabupaten Kepulauan Anambas, provinsi Kepulauan Riau, sejak 1970-an dengan tipe cengkeh Siputih. Kondisi tanaman cengkeh sangat baik dan produksinya tinggi.

Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas bekerjasama dengan Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) serta Balai Besar Perbenihan dan Proteksi Tanaman Perkebunan (BBP2TP) Medan melakukan penilaian dan menetapkan pertanaman cengkeh di Desa Tiangau Pulau Siantan sebagai Blok Penghasil Tinggi (BPT). Hasil seleksi individu pohon unggul pada BPT Tiangau, terpilih 20 pohon induk (PIT) yang diajukan untuk dilepas.

Pada sidang pelepasan varietas tahap II pada 18 Oktober 2019 di Solo, Tim Penilai Varietas Tanaman (TPV) Perkebunan menyetujui untuk melepas 20 PIT cengkeh Tiangau sebagai varietas unggul dengan nama Siantan Agribun.

Keunggulan dari cengkeh varietas Siantan Agribun, selain produksi bunga per pohon, keunggulan lain adalah keseragaman cukup tinggi, ukuran bunga lebih besar (0,41 ± 0,02 g) dari cengkeh Zanzibar, kadar ß-caryophyllen 20,26 ± 2,38 persen dan humulene 2,12 ± 0,33 persen.

Adanya varietas unggul baru, ketersediaan benih bermutu untuk pengembangan cengkeh di Indonesia lebih terjamin. Potensi benih cengkeh Siantan Agribun mencapai 50.000 benih per tahun. Pelepasan varietas cengkeh Siantan Agribun sebagai varietas unggul baru diharapkan dapat dimanfaatkan secara luas oleh petani cengkeh di Indonesia, sehingga pada akhirnya dapat meningkatkan produksi, produkvitas dan mutu cengkeh nasional.

Editor : RILIS.ID

TAG:

Berita Lainnya

Cengkeh Siantan Agribun: Varietas Unggul Baru dari Anambas

...
RILIS.ID
Jakarta
23 November 2020 - 14:02 WIB
Bisnis | RILISID
...
FOTO: Humas Balitbangtan

RILISID, Jakarta — Cengkeh (Syzygium aromaticum L. Merr. and Perr.) merupakan salah satu tanaman rempah asli Indonesia yang berasal dari Kepulauan Maluku. Cengkeh merupakan tanaman rakyat, karena 98,2 persen diusahakan oleh petani kecil sehingga merupakan sumber pendapatan petani dan sisanya (1,8 persen) diusahakan oleh perkebunan besar negara dan swasta.

Tanaman cengkeh telah dibudidayakan oleh masyarakat di Kabupaten Kepulauan Anambas, provinsi Kepulauan Riau, sejak 1970-an dengan tipe cengkeh Siputih. Kondisi tanaman cengkeh sangat baik dan produksinya tinggi.

Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas bekerjasama dengan Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) serta Balai Besar Perbenihan dan Proteksi Tanaman Perkebunan (BBP2TP) Medan melakukan penilaian dan menetapkan pertanaman cengkeh di Desa Tiangau Pulau Siantan sebagai Blok Penghasil Tinggi (BPT). Hasil seleksi individu pohon unggul pada BPT Tiangau, terpilih 20 pohon induk (PIT) yang diajukan untuk dilepas.

Pada sidang pelepasan varietas tahap II pada 18 Oktober 2019 di Solo, Tim Penilai Varietas Tanaman (TPV) Perkebunan menyetujui untuk melepas 20 PIT cengkeh Tiangau sebagai varietas unggul dengan nama Siantan Agribun.

Keunggulan dari cengkeh varietas Siantan Agribun, selain produksi bunga per pohon, keunggulan lain adalah keseragaman cukup tinggi, ukuran bunga lebih besar (0,41 ± 0,02 g) dari cengkeh Zanzibar, kadar ß-caryophyllen 20,26 ± 2,38 persen dan humulene 2,12 ± 0,33 persen.

Adanya varietas unggul baru, ketersediaan benih bermutu untuk pengembangan cengkeh di Indonesia lebih terjamin. Potensi benih cengkeh Siantan Agribun mencapai 50.000 benih per tahun. Pelepasan varietas cengkeh Siantan Agribun sebagai varietas unggul baru diharapkan dapat dimanfaatkan secara luas oleh petani cengkeh di Indonesia, sehingga pada akhirnya dapat meningkatkan produksi, produkvitas dan mutu cengkeh nasional.

Editor : RILIS.ID

TAG:

Berita Lainnya