Catat! Bantuan Subsidi Upah untuk Pekerja Tidak Dipungut Biaya
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

Catat! Bantuan Subsidi Upah untuk Pekerja Tidak Dipungut Biaya

...
RILIS.ID
Jakarta
27 September 2021 - 15:30 WIB
Ekonomi | RILISID
...
Menaker Ida Fauziyah. Foto: Istimewa

RILISID, Jakarta — Dana bantuan subsidi upah (BSU) untuk pekerja atau buruh sebesar Rp1 juta mulai disalurkan melalui Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah menegaskan bahwa dana BSU tidak dikenakan potongan apapun termasuk potongan biaya administrasi.

“Jadi bantuan BSU dapat ditarik atau dicairkan seluruhnya,” ujar Ida dikutip dari laman Kementerian Ketenagakerjaan, Senin (27/9/2021).

Ida menjelaskan, saat ini penyaluran BSU telah memasuki tahap V dengan total data calon penerima BSU yang telah diserahkan BPJS Ketenagakerjaan kepada Kemenaker sebanyak 7.748.630 calon penerima. Setelah melalui proses pemadanan data, BSU telah disalurkan sebanyak 4.911.200 orang penerima.

“Kita prioritaskan penerima BSU ini tidak menerima program lain, sehingga ada pemerataan penyaluran berbagai bantuan pemerintah yang telah dikeluarkan oleh pemerintah,” tuturnya.

Menaker menyampaikan, BSU yang digulirkan pemerintah dapat membantu pekerja/buruh yang terdampak pandemi Covid-19, khususnya di masa Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

"Kita berharap semua program ini akan selesai di bulan Oktober 2021,” ucapnya.

Sebagai informasi, hingga 24 September, penyaluran BSU telah mencapai Rp4,9 triliun. Data tersebut disalurkan melalui rekening bank Himbara milik penerima yang sudah ada maupun pembukaan rekening secara kolektif (burekol) bagi penerima.

Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Kemenaker Indah Anggoro Putri mengungkapkan, total data calon penerima BSU yang dikirimkan BPJS Ketenagakerjaan (BPJSTK) sebanyak 7.748.630 calon penerima. Setelah melalui proses pemadanan data, BSU telah disalurkan sebanyak 4.911.200 orang penerima.

Lebih lanjut, Indah menyampaikan, memasuki tahap 5 penyaluran BSU, Kemnaker menyelenggarakan kegiatan evaluasi empat tahap penyaluran BSU Tahun 2021.

Evaluasi dilakukan terkait data penerima BSU, mekanisme penyaluran, kendala, dan kemungkinan perluasan cakupan wilayah penerima, serta percepatan penyaluran BSU Tahun 2021.

“Evaluasi ini penting untuk meningkatkan persentase penerima BSU tahun 2021 dan meningkatkan kualitas program BSU,” kata Indah.

Kemenaker hanya menyalurkan BSU lewat rekening Himbara. Untuk pekerja yang telah memenuhi syarat dan lolos verifikasi namun tak memiliki rekening Himbara akan dibukakan rekening baru secara kolektif. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya

Catat! Bantuan Subsidi Upah untuk Pekerja Tidak Dipungut Biaya

...
RILIS.ID
Jakarta
27 September 2021 - 15:30 WIB
Ekonomi | RILISID
...
Menaker Ida Fauziyah. Foto: Istimewa

RILISID, Jakarta — Dana bantuan subsidi upah (BSU) untuk pekerja atau buruh sebesar Rp1 juta mulai disalurkan melalui Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah menegaskan bahwa dana BSU tidak dikenakan potongan apapun termasuk potongan biaya administrasi.

“Jadi bantuan BSU dapat ditarik atau dicairkan seluruhnya,” ujar Ida dikutip dari laman Kementerian Ketenagakerjaan, Senin (27/9/2021).

Ida menjelaskan, saat ini penyaluran BSU telah memasuki tahap V dengan total data calon penerima BSU yang telah diserahkan BPJS Ketenagakerjaan kepada Kemenaker sebanyak 7.748.630 calon penerima. Setelah melalui proses pemadanan data, BSU telah disalurkan sebanyak 4.911.200 orang penerima.

“Kita prioritaskan penerima BSU ini tidak menerima program lain, sehingga ada pemerataan penyaluran berbagai bantuan pemerintah yang telah dikeluarkan oleh pemerintah,” tuturnya.

Menaker menyampaikan, BSU yang digulirkan pemerintah dapat membantu pekerja/buruh yang terdampak pandemi Covid-19, khususnya di masa Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

"Kita berharap semua program ini akan selesai di bulan Oktober 2021,” ucapnya.

Sebagai informasi, hingga 24 September, penyaluran BSU telah mencapai Rp4,9 triliun. Data tersebut disalurkan melalui rekening bank Himbara milik penerima yang sudah ada maupun pembukaan rekening secara kolektif (burekol) bagi penerima.

Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Kemenaker Indah Anggoro Putri mengungkapkan, total data calon penerima BSU yang dikirimkan BPJS Ketenagakerjaan (BPJSTK) sebanyak 7.748.630 calon penerima. Setelah melalui proses pemadanan data, BSU telah disalurkan sebanyak 4.911.200 orang penerima.

Lebih lanjut, Indah menyampaikan, memasuki tahap 5 penyaluran BSU, Kemnaker menyelenggarakan kegiatan evaluasi empat tahap penyaluran BSU Tahun 2021.

Evaluasi dilakukan terkait data penerima BSU, mekanisme penyaluran, kendala, dan kemungkinan perluasan cakupan wilayah penerima, serta percepatan penyaluran BSU Tahun 2021.

“Evaluasi ini penting untuk meningkatkan persentase penerima BSU tahun 2021 dan meningkatkan kualitas program BSU,” kata Indah.

Kemenaker hanya menyalurkan BSU lewat rekening Himbara. Untuk pekerja yang telah memenuhi syarat dan lolos verifikasi namun tak memiliki rekening Himbara akan dibukakan rekening baru secara kolektif. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya