Baru Sebulan Dilantik Jokowi, Menteri Bahlil Sukses Datangkan Investasi Asing Rp5 Triliun
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

Baru Sebulan Dilantik Jokowi, Menteri Bahlil Sukses Datangkan Investasi Asing Rp5 Triliun

...
RILIS.ID
Jakarta
21 Mei 2021 - 19:14 WIB
Bisnis | RILISID
...
Groundbreaking PT KCC Glass Indonesia di Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang, Jawa Tengah pada Kamis (20/5/2021). Foto: Humas Pemprov Jateng

RILISID, Jakarta — Belum genap sebulan dilantik Presiden Joko Widodo (Jokowi), Menteri Investasi dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Bahlil Lahadalia sudah sukses mendatangkan investasi asing.

Investasi asing itu berasal dari Korea Selatan (Korsel) dengan nilai Rp5 triliun. Perusahaan asal Negeri Gingseng tersebut menjadi investor perdana yang melakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) di Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang, Jawa Tengah (Jateng) pada Kamis (20/5/2021).

PT KCC Glass Indonesia diproyeksikan akan menjadi perusahaan kaca terbesar se-Asia Tenggara berorientasi ekspor dengan menempati lahan seluas 49 hektare di KIT Batang.

Perusahaan ini juga diperkirakan mampu menyerap tenaga kerja langsung sebanyak 1.200 orang.

Menurut Bahlil, dari 450 hektare yang dialokasikan pada tahap pertama pengembangan KIT Batang, semuanya telah terisi oleh para investor. Selanjutnya akan dilakukan pengembangan tahap kedua.

"Ini sebuah langkah komprehensif yang akan kita lakukan untuk kita dorong,” ujarnya seperti dikutip Rilis.id dari laman Sekretariat Kabinet, Jumat (21/5/2021).

Bahlil meminta investor di KIT Batang untuk melibatkan para pelaku usaha lokal di Jateng, khususnya di Kabupaten Batang. Juga mendorong pemerataan pertumbuhan ekonomi.

"Biarlah anak-anak Jawa Tengah menjadi tuan di negerinya sendiri. Jangan lagi membawa orang Jawa Tengah yang sudah konglomerat di Jakarta. Kita harus menciptakan konglomerat-konglomerat baru di daerah Jawa Tengah, khususnya Kabupaten Batang. Ini yang harus kita dorong,” terangnya.

Lebih lanjut Bahlil menceritakan awal KIT dibuka pada 30 Juni 2020 oleh Presiden Jokowi. Sebelas bulan kemudian atau tepatnya 20 Mei 2021, pembukaan tahap pertama kawasan tersebut rampung.

"Hari ini kita menyaksikan groundbreaking KCC. Ini sebuah kerja yang sangat luar biasa,” ucap Bahlil saat sambutan di hadapan Duta Besar Korea Selatan untuk Indonesia Park Tae-sung, CEO KCC Glass Nae-Hoan Kim, dan Bupati Batang Wihaji.

Sementara itu, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menyampaikan apresiasinya atas kerja sama berbagai pihak dalam mewujudkan KIT Batang.

"Saya tentu mengucapkan terima kasih pada semua pihak. Ini adalah kolaborasi yang baik antara pemerintah pusat, daerah, dan pihak lain, termasuk PTPN yang berperan besar di sini,” ujar Ganjar.

Dengan dibangunnya pabrik pertama di kawasan industri Batang, akan menjadi awal yang baik bagi pertumbuhan ekonomi di Jateng.

Apalagi, kawasan ini merupakan kawasan yang strategis dan dibangun hanya membutuhkan waktu tak lebih dari setahun.

Ganjar menegaskan pihaknya akan terus mengawal pengembangan kawasan industri terpadu ini.

"Kami akan amankan apa yang sudah menjadi keputusan (pemerintah) pusat untuk mengembangkan ekonomi kita,” tegasnya.

Ganjar menambahkan, pihaknya juga akan terus melakukan upaya untuk mendorong realisasi investasi Jateng.

"Kami juga sudah berbicara dengan Kementerian BUMN bahwa dari yang pertama ini kita akan langsung untuk melakukan akselerasi pada investasi berikutnya yang akan muncul, baik nanti di Batang maupun di tempat lain di Jawa Tengah,” tandasnya.

Sebelumnya, Presiden Jokowi mengatakan bahwa KIT nantinya akan dihuni oleh perusahaan-perusahaan multinasional yang melakukan relokasi dan investasi ke Indonesia.

Selain KCC Glass Corporation, sejumlah perusahaan multinasional diketahui telah berkomitmen untuk berinvestasi di kawasan ini, seperti perusahaan baterai asal Korea Selatan LG Chem, produsen pipa plastik asal Belanda Wavin, dan perusahaan keramik asal India Abroad Vitrified.

Pemerintah menyiapkan kurang lebih 4.300 hektare lahan bagi pengembangan kawasan. Pada fase pertama, 450 hektare disiapkan untuk membangun tiga zona, yakni manufaktur dan logistik, inovasi dan ekonomi kreatif, serta industri ringan dan menengah.

Kawasan industri ini dikembangkan selain untuk menjadi salah satu tumpuan pengembangan industri di Indonesia, juga memberi kesempatan kerja yang seluas-luasnya bagi setidaknya 250 ribu tenaga kerja setempat. Lebih jauh, kawasan tersebut juga diharapkan dapat mendatangkan investasi sebesar Rp41,8 triliun di fase pertama sekaligus menjadi program prioritas untuk mendukung pemulihan ekonomi nasional.

"Kita harapkan ini akan menyerap tenaga kerja yang sebanyak-banyaknya, memberikan peluang pekerjaan yang sebanyak-banyaknya, seluas-luasnya, dan ada arus modal masuk ke negara kita yang ini akan bisa menggerakkan pertumbuhan ekonomi nasional kita,” tutur Jokowi belum lama ini. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya

Baru Sebulan Dilantik Jokowi, Menteri Bahlil Sukses Datangkan Investasi Asing Rp5 Triliun

...
RILIS.ID
Jakarta
21 Mei 2021 - 19:14 WIB
Bisnis | RILISID
...
Groundbreaking PT KCC Glass Indonesia di Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang, Jawa Tengah pada Kamis (20/5/2021). Foto: Humas Pemprov Jateng

RILISID, Jakarta — Belum genap sebulan dilantik Presiden Joko Widodo (Jokowi), Menteri Investasi dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Bahlil Lahadalia sudah sukses mendatangkan investasi asing.

Investasi asing itu berasal dari Korea Selatan (Korsel) dengan nilai Rp5 triliun. Perusahaan asal Negeri Gingseng tersebut menjadi investor perdana yang melakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) di Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang, Jawa Tengah (Jateng) pada Kamis (20/5/2021).

PT KCC Glass Indonesia diproyeksikan akan menjadi perusahaan kaca terbesar se-Asia Tenggara berorientasi ekspor dengan menempati lahan seluas 49 hektare di KIT Batang.

Perusahaan ini juga diperkirakan mampu menyerap tenaga kerja langsung sebanyak 1.200 orang.

Menurut Bahlil, dari 450 hektare yang dialokasikan pada tahap pertama pengembangan KIT Batang, semuanya telah terisi oleh para investor. Selanjutnya akan dilakukan pengembangan tahap kedua.

"Ini sebuah langkah komprehensif yang akan kita lakukan untuk kita dorong,” ujarnya seperti dikutip Rilis.id dari laman Sekretariat Kabinet, Jumat (21/5/2021).

Bahlil meminta investor di KIT Batang untuk melibatkan para pelaku usaha lokal di Jateng, khususnya di Kabupaten Batang. Juga mendorong pemerataan pertumbuhan ekonomi.

"Biarlah anak-anak Jawa Tengah menjadi tuan di negerinya sendiri. Jangan lagi membawa orang Jawa Tengah yang sudah konglomerat di Jakarta. Kita harus menciptakan konglomerat-konglomerat baru di daerah Jawa Tengah, khususnya Kabupaten Batang. Ini yang harus kita dorong,” terangnya.

Lebih lanjut Bahlil menceritakan awal KIT dibuka pada 30 Juni 2020 oleh Presiden Jokowi. Sebelas bulan kemudian atau tepatnya 20 Mei 2021, pembukaan tahap pertama kawasan tersebut rampung.

"Hari ini kita menyaksikan groundbreaking KCC. Ini sebuah kerja yang sangat luar biasa,” ucap Bahlil saat sambutan di hadapan Duta Besar Korea Selatan untuk Indonesia Park Tae-sung, CEO KCC Glass Nae-Hoan Kim, dan Bupati Batang Wihaji.

Sementara itu, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menyampaikan apresiasinya atas kerja sama berbagai pihak dalam mewujudkan KIT Batang.

"Saya tentu mengucapkan terima kasih pada semua pihak. Ini adalah kolaborasi yang baik antara pemerintah pusat, daerah, dan pihak lain, termasuk PTPN yang berperan besar di sini,” ujar Ganjar.

Dengan dibangunnya pabrik pertama di kawasan industri Batang, akan menjadi awal yang baik bagi pertumbuhan ekonomi di Jateng.

Apalagi, kawasan ini merupakan kawasan yang strategis dan dibangun hanya membutuhkan waktu tak lebih dari setahun.

Ganjar menegaskan pihaknya akan terus mengawal pengembangan kawasan industri terpadu ini.

"Kami akan amankan apa yang sudah menjadi keputusan (pemerintah) pusat untuk mengembangkan ekonomi kita,” tegasnya.

Ganjar menambahkan, pihaknya juga akan terus melakukan upaya untuk mendorong realisasi investasi Jateng.

"Kami juga sudah berbicara dengan Kementerian BUMN bahwa dari yang pertama ini kita akan langsung untuk melakukan akselerasi pada investasi berikutnya yang akan muncul, baik nanti di Batang maupun di tempat lain di Jawa Tengah,” tandasnya.

Sebelumnya, Presiden Jokowi mengatakan bahwa KIT nantinya akan dihuni oleh perusahaan-perusahaan multinasional yang melakukan relokasi dan investasi ke Indonesia.

Selain KCC Glass Corporation, sejumlah perusahaan multinasional diketahui telah berkomitmen untuk berinvestasi di kawasan ini, seperti perusahaan baterai asal Korea Selatan LG Chem, produsen pipa plastik asal Belanda Wavin, dan perusahaan keramik asal India Abroad Vitrified.

Pemerintah menyiapkan kurang lebih 4.300 hektare lahan bagi pengembangan kawasan. Pada fase pertama, 450 hektare disiapkan untuk membangun tiga zona, yakni manufaktur dan logistik, inovasi dan ekonomi kreatif, serta industri ringan dan menengah.

Kawasan industri ini dikembangkan selain untuk menjadi salah satu tumpuan pengembangan industri di Indonesia, juga memberi kesempatan kerja yang seluas-luasnya bagi setidaknya 250 ribu tenaga kerja setempat. Lebih jauh, kawasan tersebut juga diharapkan dapat mendatangkan investasi sebesar Rp41,8 triliun di fase pertama sekaligus menjadi program prioritas untuk mendukung pemulihan ekonomi nasional.

"Kita harapkan ini akan menyerap tenaga kerja yang sebanyak-banyaknya, memberikan peluang pekerjaan yang sebanyak-banyaknya, seluas-luasnya, dan ada arus modal masuk ke negara kita yang ini akan bisa menggerakkan pertumbuhan ekonomi nasional kita,” tutur Jokowi belum lama ini. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya