Diduga Terlibat Kasus PLTU Riau-1, Ini Bantahan Airlangga Hartarto - RILIS.ID
Diduga Terlibat Kasus PLTU Riau-1, Ini Bantahan Airlangga Hartarto

Rabu | 26/09/2018 21.40 WIB
Diduga Terlibat Kasus PLTU Riau-1, Ini Bantahan Airlangga Hartarto
Airlangga Hartarto. FOTO: RILIS.ID

RILIS.ID, Jakarta – Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto membantah ikut terlibat dalam kasus proyek PLTU Riau 1. 

Ia juga menepis telah meminta Eni Maulani Saragih untuk mengawal proyek senilai US$900 juta dari awal hingga akhir.

"Saya tidak pernah sekalipun terlibat proyek PLTU Riau-1," kata Airlangga di DPP Golkar, Jakarta, Rabu (26/9/2018).

Menurut Airlangga, dirinya hanya pernah bertemu Idrus Marham sekali pada tanggal 17 Januari 2018 lalu.

Kala itu, kata Airlangga, dirinya hanya janjian dengan Idrus. Namun rupanya, Idrus mengajak Eni Saragih dan Johannes Kotjo.

"Beliau (Idrus) datang bersilaturahim ke rumah saya. Namun tanpa sepengetahuan atau persetujuan saya sebelumnya, saudara Idrus Marham ternyata ditemani oleh saudara Johannes Kotjo dan saudari Eni Saragih," ujarnya.

Kendati begitu, Airlangga menegaskan dalam pertemuan itu tidak dibahas soal perkembangan proyek PLTU Riau 1. 

"Pembicaraan kami tidak keluar dari kepantasan pembicaraan antara pimpinan partai dan fungsionaris partai lainnya. Tidak ada pembicaraan bisnis, proyek, atau pun saham perusahaan apapun," tegas Airlangga.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Saragih mengaku memang sempat melakukan pertemuan dengan Airlangga. 

Namun begitu, ia tak menjabarkan isi pertemuan tersebut.

"Pokoknya bahwa pertemuan itu ada. Pertemuan itu ada dan saya sudah jelaskan pertemuan itu apa saja kepada penyidik. Kalau Pak Airlangga menyanggah silahkan saja nanti tinggal tanya yang ada disitu kan ada beberapa orang," paparnya.

KPK dalam hal ini baru menetapkan tiga orang tersangka dalam kasus dugaan suap proyek pembangunan PLTU Riau-I. 

Ketiga tersangka itu antara lain, Wakil Ketua Komisi VII Eni Maulani Saragih, bos Blackgold Natural Resources Limited Johannes Budisutrisno Kotjo dan mantan Menteri Sosial Idrus Marham.

Eni diduga telah menerima suap Rp4,8 miliar dari Johannes untuk mengatur Blackgold Natural Resources Limited masuk dalam konsorsium penggarap proyek PLTU Riau-I. 

Sementara Idrus dijanjikan hadiah oleh Johannes sebanyak US$5 juta.
 

Editor


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2020 | WWW.RILIS.ID