Waspada! Akses Menuju Tempat Wisata di Lampung Sudah Tewaskan 5 Pelancong
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

Waspada! Akses Menuju Tempat Wisata di Lampung Sudah Tewaskan 5 Pelancong

...
RILIS.ID
Lampung Selatan
1 Juni 2021 - 22:13 WIB
Daerah | RILISID
...
ILUSTRASI: RILIS.ID/Kalbi Rikardo

RILISID, Lampung Selatan — Kabar duka kembali datang dari tempat wisata Pantai Minang Rua, Kecamatan Bakauheni, Lampung Selatan, Lampung, pada Selasa (1/6/2021).

Sebuah mobil Mitsubishi Kuda BE 1483 RX masuk jurang saat menuju destinasi wisata tersebut. Dua orang tewas dan tiga luka-luka dalam peristiwa itu.

Tepat setahun yang lalu, peristiwa serupa terjadi di lokasi tersebut. Kala itu, tiga wisatawan tewas saat bus yang mereka tumpangi masuk jurang pada awal Juni 2020 lalu.

Kasatlantas Polres Lamsel AKP Edwin DW mengatakan kecelakaan itu terjadi saat mobil melalui jalur curam di destinasi wisata tersebut. Namun kendaraan diduga dalam kondisi kurang baik.

“Saat di pintu masuk Minang Rua, penjaga bertanya tentang kondisi kendaraan dan pengemudi yang bernama Supriyono mengatakan mobil dalam kondisi baik. Mobil lalu berjalan menurun kemudian langsung hilang kendali,” kata Edwin.

Karena kehilangan kendali, lanjut Edwin, mobil langsung masuk ke dalam jurang dan kondisinya terbalik.

“Menurut saksi mata, pengemudi mencoba mengendalikan kendaraan agar tidak menabrak perbukitan di bagian kanan, kendaraan diarahkan ke kiri dan langsung masuk ke jurang,” terus Edwin.

Setelah kejadian, para korban yang diduga satu keluarga warga Desa Bumi Agung, Kecamatan Tegineneng, Kabupaten Pesawaran itu, langsung dievakuasi ke RSUD Bob Bazar Kalianda.

Dua korban meninggal dunia adalah warga Desa Bumi Agung bernama Supriyono (58) dan Komariah (55).

Lalu korban luka-luka yakni Anisa (21) dan Ria (24) yang juga warga Desa Bumi Agung, serta satu orang warga Desa Dono Mulyo, Kecamatan Banjit, Kabupaten Way Kanan bernama Endang Safitri (24).

Kecelakaan maut tersebut telah memantik anggota DPRD Lampung Selatan (Lamsel), Syaiful Azumar.

Anggota Komisi III ini meminta Pemkab Lamsel turun tangan demi keselamatan wisatawan yang berkunjung di Minang Rua Desa Bakauheni Kecamatan Bakauheni.

Terlebih kecelakaan maut seperti itu tidak hanya kali ini terjadi. Pada tahun 2020 lalu, sebuah bus masuk jurang di Minang Rua dan menyebabkan tiga orang wisatawan tewas.

"Saya meminta kepada Dinas Pariwisata Lamsel untuk maksimal turun ke lapangan," ujar politikus partai Golkar itu.

Ia mengatakan, kondisi jalan menuju Minang Rua sangat membahayakan, khususnya bagi pengendara kendaraan roda empat.

"Karena kalau kita lihat secara fisik kondisi jalan memang sempit dan curam, sehingga terkesan membahayakan pengunjung," tambahnya.

Jika perbaikan akses menuju objek wisata ini sulit dilakukan, maka Pemkab Lamsel harus mengeluarkan aturan kendaraan yang diperbolehkan lewat jalan tersebut.

"Khusus roda dua saja, roda empat ke atas tidak boleh," pungkas dia. (*)

Laporan: Ahmad Kurdy, Kontributor Lampung Selatan

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya

Waspada! Akses Menuju Tempat Wisata di Lampung Sudah Tewaskan 5 Pelancong

...
RILIS.ID
Lampung Selatan
1 Juni 2021 - 22:13 WIB
Daerah | RILISID
...
ILUSTRASI: RILIS.ID/Kalbi Rikardo

RILISID, Lampung Selatan — Kabar duka kembali datang dari tempat wisata Pantai Minang Rua, Kecamatan Bakauheni, Lampung Selatan, Lampung, pada Selasa (1/6/2021).

Sebuah mobil Mitsubishi Kuda BE 1483 RX masuk jurang saat menuju destinasi wisata tersebut. Dua orang tewas dan tiga luka-luka dalam peristiwa itu.

Tepat setahun yang lalu, peristiwa serupa terjadi di lokasi tersebut. Kala itu, tiga wisatawan tewas saat bus yang mereka tumpangi masuk jurang pada awal Juni 2020 lalu.

Kasatlantas Polres Lamsel AKP Edwin DW mengatakan kecelakaan itu terjadi saat mobil melalui jalur curam di destinasi wisata tersebut. Namun kendaraan diduga dalam kondisi kurang baik.

“Saat di pintu masuk Minang Rua, penjaga bertanya tentang kondisi kendaraan dan pengemudi yang bernama Supriyono mengatakan mobil dalam kondisi baik. Mobil lalu berjalan menurun kemudian langsung hilang kendali,” kata Edwin.

Karena kehilangan kendali, lanjut Edwin, mobil langsung masuk ke dalam jurang dan kondisinya terbalik.

“Menurut saksi mata, pengemudi mencoba mengendalikan kendaraan agar tidak menabrak perbukitan di bagian kanan, kendaraan diarahkan ke kiri dan langsung masuk ke jurang,” terus Edwin.

Setelah kejadian, para korban yang diduga satu keluarga warga Desa Bumi Agung, Kecamatan Tegineneng, Kabupaten Pesawaran itu, langsung dievakuasi ke RSUD Bob Bazar Kalianda.

Dua korban meninggal dunia adalah warga Desa Bumi Agung bernama Supriyono (58) dan Komariah (55).

Lalu korban luka-luka yakni Anisa (21) dan Ria (24) yang juga warga Desa Bumi Agung, serta satu orang warga Desa Dono Mulyo, Kecamatan Banjit, Kabupaten Way Kanan bernama Endang Safitri (24).

Kecelakaan maut tersebut telah memantik anggota DPRD Lampung Selatan (Lamsel), Syaiful Azumar.

Anggota Komisi III ini meminta Pemkab Lamsel turun tangan demi keselamatan wisatawan yang berkunjung di Minang Rua Desa Bakauheni Kecamatan Bakauheni.

Terlebih kecelakaan maut seperti itu tidak hanya kali ini terjadi. Pada tahun 2020 lalu, sebuah bus masuk jurang di Minang Rua dan menyebabkan tiga orang wisatawan tewas.

"Saya meminta kepada Dinas Pariwisata Lamsel untuk maksimal turun ke lapangan," ujar politikus partai Golkar itu.

Ia mengatakan, kondisi jalan menuju Minang Rua sangat membahayakan, khususnya bagi pengendara kendaraan roda empat.

"Karena kalau kita lihat secara fisik kondisi jalan memang sempit dan curam, sehingga terkesan membahayakan pengunjung," tambahnya.

Jika perbaikan akses menuju objek wisata ini sulit dilakukan, maka Pemkab Lamsel harus mengeluarkan aturan kendaraan yang diperbolehkan lewat jalan tersebut.

"Khusus roda dua saja, roda empat ke atas tidak boleh," pungkas dia. (*)

Laporan: Ahmad Kurdy, Kontributor Lampung Selatan

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya