Waduh, Pemkot Malang Akui Ada Selisih Data Kematian Covid-19
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

Waduh, Pemkot Malang Akui Ada Selisih Data Kematian Covid-19

...
RILIS.ID
Kota Malang
22 Juli 2021 - 15:26 WIB
Daerah | RILISID
...
Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang, Husnul Muarif saat dikonfirmasi di Balai Kota Malang, Kamis (22/7/2021). RILIS.ID/Imron Hakiki.

RILISID, Kota Malang — Angka kematian pasien Covid-19 di Kota Malang yang terlapor secara resmi ternyata ada selisih dengan jumlah di lapangan.

Hal itu dibenarkan Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang Husnul Muarif. Menurutnya, berdasarkan laporan resmi atau dari NAR (New All Record) pasien meninggal karena Covid-19 mengalami penurunan hingga 2 persen.

”Jadi kalau kasus kematian yang terlaporkan, dengan kasus kematian yang ada di masyarakat, itu beda. Kalau kematian kita berada di 7,8 persen yang sebelumnya 10,1 persen,” ujarnya, Kamis (22/7/2021).

Husnul menjelaskan, perbedaan data jumlah kematian yang terlaporkan dan kenyataan di masyarakat ini dikarenakan sistem pendataan.

Yang dicatat pada NAR, hanyalah pasien Covid-19 yang sebelumnya dirawat dan tercatat di Rumah sakit (RS) rujukan Covid-19.

”Kasus kematian yang terlapor itu adalah pasien dalam perawatan yang ada di rumah sakit. Mereka yang dirawat dengan konfirmasi baik PCR maupun antigen. Ada daftarnya di kita, sehingga yang kita rilis adalah kasus meninggal dalam perawatan,” kata Husnul.

Sementara, yang tidak tercatat adalah pasien Covid-19 yang melakukan isolasi mandiri dan tidak dalam pantauan Dinas Kesehatan maupun Puskesmas wilayah pasien.

”Sehingga, kalau pun dia ada kasus meninggal, tetap kita catat, tapi daftar nama ini belum masuk di dalam NAR-nya. Kota Malang tidak bisa merilis yang sebelumnya tidak ada di daftar,” paparnya.

Terlebih, lanjut Husnul, beberapa pasien yang isolasi mandiri memang tidak melapor ke rumah sakit. Hal ini pun menyebabkan pasien tidak bisa ditangani dengan tepat.

Ke depannya, ia mengharapkan warga yang sudah mendapatkan pemeriksaan lalu hasilnya positif, baik antigen maupun PCR, bisa memberi informasi ke Puskesmas wilayah.

”Sehingga nanti akan ada pemantauan. Baik secara daring atau langsung. Sehingga ini mengurangi kasus-kasus yang terlambat untuk dilakukan perawatan,” ucapnya.

Sementara, hingga kini jumlah pasien Covid-19 yang melakukan isoman dan tercatat di NAR adalah 1.634.

”Pasien isoman yang tercatat itu konfirmasi positif dengan tes swab PCR. Jumlahnya ada 1634,” pungkasnya.(*)

Editor : Wirahadikusumah

TAG:

Berita Lainnya

Waduh, Pemkot Malang Akui Ada Selisih Data Kematian Covid-19

...
RILIS.ID
Kota Malang
22 Juli 2021 - 15:26 WIB
Daerah | RILISID
...
Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang, Husnul Muarif saat dikonfirmasi di Balai Kota Malang, Kamis (22/7/2021). RILIS.ID/Imron Hakiki.

RILISID, Kota Malang — Angka kematian pasien Covid-19 di Kota Malang yang terlapor secara resmi ternyata ada selisih dengan jumlah di lapangan.

Hal itu dibenarkan Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang Husnul Muarif. Menurutnya, berdasarkan laporan resmi atau dari NAR (New All Record) pasien meninggal karena Covid-19 mengalami penurunan hingga 2 persen.

”Jadi kalau kasus kematian yang terlaporkan, dengan kasus kematian yang ada di masyarakat, itu beda. Kalau kematian kita berada di 7,8 persen yang sebelumnya 10,1 persen,” ujarnya, Kamis (22/7/2021).

Husnul menjelaskan, perbedaan data jumlah kematian yang terlaporkan dan kenyataan di masyarakat ini dikarenakan sistem pendataan.

Yang dicatat pada NAR, hanyalah pasien Covid-19 yang sebelumnya dirawat dan tercatat di Rumah sakit (RS) rujukan Covid-19.

”Kasus kematian yang terlapor itu adalah pasien dalam perawatan yang ada di rumah sakit. Mereka yang dirawat dengan konfirmasi baik PCR maupun antigen. Ada daftarnya di kita, sehingga yang kita rilis adalah kasus meninggal dalam perawatan,” kata Husnul.

Sementara, yang tidak tercatat adalah pasien Covid-19 yang melakukan isolasi mandiri dan tidak dalam pantauan Dinas Kesehatan maupun Puskesmas wilayah pasien.

”Sehingga, kalau pun dia ada kasus meninggal, tetap kita catat, tapi daftar nama ini belum masuk di dalam NAR-nya. Kota Malang tidak bisa merilis yang sebelumnya tidak ada di daftar,” paparnya.

Terlebih, lanjut Husnul, beberapa pasien yang isolasi mandiri memang tidak melapor ke rumah sakit. Hal ini pun menyebabkan pasien tidak bisa ditangani dengan tepat.

Ke depannya, ia mengharapkan warga yang sudah mendapatkan pemeriksaan lalu hasilnya positif, baik antigen maupun PCR, bisa memberi informasi ke Puskesmas wilayah.

”Sehingga nanti akan ada pemantauan. Baik secara daring atau langsung. Sehingga ini mengurangi kasus-kasus yang terlambat untuk dilakukan perawatan,” ucapnya.

Sementara, hingga kini jumlah pasien Covid-19 yang melakukan isoman dan tercatat di NAR adalah 1.634.

”Pasien isoman yang tercatat itu konfirmasi positif dengan tes swab PCR. Jumlahnya ada 1634,” pungkasnya.(*)

Editor : Wirahadikusumah

TAG:

Berita Lainnya