Tujuh Gerai Bakso Disegel, Salah Satunya Bakso Lapangan Tembak Senayan
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

Tujuh Gerai Bakso Disegel, Salah Satunya Bakso Lapangan Tembak Senayan

...
RILIS.ID
BANDARLAMPUNG
16 Juni 2021 - 13:30 WIB
Daerah | RILISID
...
Penyegelan salah satu dari tujuh gerai bakso oleh tim P4D Pemkot Bandarlampung, Selasa (15/6/2021).FOTO SULAIMAN/RILIS.ID

RILISID, BANDARLAMPUNG — Tim Pengendalian Pemeriksaan dan Pengawasan Pajak Daerah (P4D) Pemkot Bandarlampung menyegel tujuh gerai bakso di kota setempat, Selasa (15/6/2021).

Ketujuh gerai bakso itu adalah lima gerai bakso Son Hajisony, dan satu gerai Bakso Ngalam yang ada di Mal Kartini, serta satu gerai Bakso Lapangan Tembak Senayan yang berada di Mal Central Plaza.

Sementara, lima gerai Bakso Son Hajisony yang disegel berada di Jalan Z.A. Pagar Alam, Jalan Sultan Agung, Jalan Ratu Dibalau, Jalan Endro Suratmin, dan Jalan Pangeran Antasari.

Pihak P4D menutup kelima gerai lantaran dinilai tidak maksimal dalam penggunaan tapping box, dan bahkan ada yang menyatakan tak ingin memasang tapping box.

Ketua Tim P4D Bandarlampung M. Umar beralasan, penutupan sementara lima gerai itu karena bertentangan dengan Peraturan Daerah Nomor 6 Tahun 2018, dan Perwali Nomor 43 Tahun 2018. 

”Penyegelan ini juga merupakan tindak lanjut dari Perwali dan rekomendasi dari BPK dan KPK, sejak 2018 penggunaan tapping box sudah disampaikan. (Upaya) Persuasif sudah cukup, maka kini pemerintah melaksanakan penegakan hukum. Kalau sudah menyelesaikan dan mengikuti aturan, maka akan dibuka kembali,” ungkapnya.

Inspektur Bandarlampung ini juga mengatakan, pelaksanaan penyegelan ini juga dalam rangka edukasi kepada masyarakat, untuk memberikan bantuan koreksi. Berupa melihat langsung, apakah pembayaran yang dilakukan sudah masuk ke tapping box atau tidak. 

”Jadi (konsumen) harus lihat, apakah dimasukan tapping box atau tidak. Kalau tidak, minta untuk hidupkan tapping box dulu baru bayar. Jadi membantu pemerintah melakukan pengawasan,’ sarannya.

Umar menjelaskan, manajemen Son Hajisony sudah diberikan kesempatan untuk menyelesaikan dan menjalankan aturan sesuai perda dan perwali.

”Sudah diberikan surat peringatan dan diberi waktu tiga hari, tetapi tidak dijalankan.  Maka tim turun. Akan ada tim yang berjaga setiap hari. Bagi saya, jika tapping box dipasang secara optimal dan transparan, maka pendapatan yang masuk akan kembali ke masyarakat,” kata dia.

Sementara, terus dia, alasan pihaknya juga menutup gerai Bakso Lapangan Tembak Senayan dan Bakso Ngalam karena sudah menunggak pajak sejak Maret 2021.

Angga, salah satu kasir Bakso Son Hajisony yang berada di Jalan Ratu Dibalau, Angga, mengaku pihaknya memasang tapping box sejak pertama buka. 

”Sejak awal kita pakai kok mesin tapping box. Kalau perihal ada mesin lain, saya tidak tahu kalau begitu,” kilahnya.(*)

Laporan Sulaiman/Kontributor Rilis.id Bandarlampung

Lihat Video:

Editor : Wirahadikusumah

TAG:

Berita Lainnya

Tujuh Gerai Bakso Disegel, Salah Satunya Bakso Lapangan Tembak Senayan

...
RILIS.ID
BANDARLAMPUNG
16 Juni 2021 - 13:30 WIB
Daerah | RILISID
...
Penyegelan salah satu dari tujuh gerai bakso oleh tim P4D Pemkot Bandarlampung, Selasa (15/6/2021).FOTO SULAIMAN/RILIS.ID

RILISID, BANDARLAMPUNG — Tim Pengendalian Pemeriksaan dan Pengawasan Pajak Daerah (P4D) Pemkot Bandarlampung menyegel tujuh gerai bakso di kota setempat, Selasa (15/6/2021).

Ketujuh gerai bakso itu adalah lima gerai bakso Son Hajisony, dan satu gerai Bakso Ngalam yang ada di Mal Kartini, serta satu gerai Bakso Lapangan Tembak Senayan yang berada di Mal Central Plaza.

Sementara, lima gerai Bakso Son Hajisony yang disegel berada di Jalan Z.A. Pagar Alam, Jalan Sultan Agung, Jalan Ratu Dibalau, Jalan Endro Suratmin, dan Jalan Pangeran Antasari.

Pihak P4D menutup kelima gerai lantaran dinilai tidak maksimal dalam penggunaan tapping box, dan bahkan ada yang menyatakan tak ingin memasang tapping box.

Ketua Tim P4D Bandarlampung M. Umar beralasan, penutupan sementara lima gerai itu karena bertentangan dengan Peraturan Daerah Nomor 6 Tahun 2018, dan Perwali Nomor 43 Tahun 2018. 

”Penyegelan ini juga merupakan tindak lanjut dari Perwali dan rekomendasi dari BPK dan KPK, sejak 2018 penggunaan tapping box sudah disampaikan. (Upaya) Persuasif sudah cukup, maka kini pemerintah melaksanakan penegakan hukum. Kalau sudah menyelesaikan dan mengikuti aturan, maka akan dibuka kembali,” ungkapnya.

Inspektur Bandarlampung ini juga mengatakan, pelaksanaan penyegelan ini juga dalam rangka edukasi kepada masyarakat, untuk memberikan bantuan koreksi. Berupa melihat langsung, apakah pembayaran yang dilakukan sudah masuk ke tapping box atau tidak. 

”Jadi (konsumen) harus lihat, apakah dimasukan tapping box atau tidak. Kalau tidak, minta untuk hidupkan tapping box dulu baru bayar. Jadi membantu pemerintah melakukan pengawasan,’ sarannya.

Umar menjelaskan, manajemen Son Hajisony sudah diberikan kesempatan untuk menyelesaikan dan menjalankan aturan sesuai perda dan perwali.

”Sudah diberikan surat peringatan dan diberi waktu tiga hari, tetapi tidak dijalankan.  Maka tim turun. Akan ada tim yang berjaga setiap hari. Bagi saya, jika tapping box dipasang secara optimal dan transparan, maka pendapatan yang masuk akan kembali ke masyarakat,” kata dia.

Sementara, terus dia, alasan pihaknya juga menutup gerai Bakso Lapangan Tembak Senayan dan Bakso Ngalam karena sudah menunggak pajak sejak Maret 2021.

Angga, salah satu kasir Bakso Son Hajisony yang berada di Jalan Ratu Dibalau, Angga, mengaku pihaknya memasang tapping box sejak pertama buka. 

”Sejak awal kita pakai kok mesin tapping box. Kalau perihal ada mesin lain, saya tidak tahu kalau begitu,” kilahnya.(*)

Laporan Sulaiman/Kontributor Rilis.id Bandarlampung

Lihat Video:

Editor : Wirahadikusumah

TAG:

Berita Lainnya