Tolak Beberapa Poin Pakta Integritas, Bakso Sony Ogah Damai dengan Pemkot
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

Tolak Beberapa Poin Pakta Integritas, Bakso Sony Ogah Damai dengan Pemkot

...
RILIS.ID
Bandarlampung
28 September 2021 - 14:50 WIB
Daerah | RILISID
...
Kuasa hukum Bakso Sony Dedi Setiyadi. Ilustrasi: Rilisid/Kalbi Rikardo

RILISID, Bandarlampung — Kisruh Bakso Sony dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Bandarlampung nampaknya bakal berkepanjangan. Ini setelah manajemen Bakso Sony menolak beberapa poin yang tertuang dalam pakta integritas.

Sehari sebelumnya atau tepatnya pada Senin (27/92/2021), kedua belah pihak mengisyaratkan islah setelah melakukan pertemuan dengan Wali Kota Bandarlampung Eva Dwiana.

"Kami batal datang ke Pemkot hari ini," kata Dedi Setiyadi selaku kuasa hukum Bakso Sony, Selasa (28/9/2021).

Dedi mengungkapkan ketidakhadiran kliennya ke kantor wali kota lantaran ada beberapa poin dalam pakta integritas yang tidak sesuai harapan manajemen Bakso Sony.

"Ada poin yang belum kita sepakati, ya jadi mohon maaf, batal (damai)," ucapnya.

Dedi mengaku masih mendiskusikan beberapa poin tersebut dengan manajemen Bakso Sony. Ia bilang kliennya belum bisa menerima poin yang dimaksud.

Namun sayangnya, Dedi enggan menjelaskan poin apa yang belum bisa diterima kliennya tersebut.

"Belum bisa kita sampaikan, karena masih kita diskusikan," ujarnya.

Pada Senin lalu, baik Pemkot maupun Bakso Sony mengisyaratkan damai setelah pertemuan dengan Wali Kota Bandarlampung Eva Dwiana. Mereka pun kompak mengatakan hasil kesepakatan akan disampaikan hari ini, Selasa (28/9/2021).

"Untuk hasil pertemuan tadi disampaikan besok. Sudah ada kepastian yang baik dari Pemkot dan juga pihak Bakso Sony," ungkap Ketua Tim Pengendalian Pemeriksaan Pengawasan Pajak Daerah (TP4D) Kota Bandarlampung Muhammad Umar.

Bahkan Umar yang juga Inspektur Kota Bandarlampung tersebut menyatakan harus salat istikharah terlebih dahulu sebelum menyampaikan hasilnya ke publik.

"Kita harus ada istikharah dulu, iya nggak? Pokoknya kita sudah punya keputusan yang terbaik," sebutnya.

Senada dengan Umar, kuasa hukum Bakso Sonhaji Sony Dedi Setiyadi menyatakan kesepakatan telah tercapai.

"Sudah bisa kerjasama dengan Pemkot (Bandarlampung)," tuturnya.

Menurut Dedi, setelah ini akan ada pertemuan lagi. Namun, intinya 18 gerai Bakso Sony secepatnya dibuka lagi.

"Sudah tanda tangan, mudah-mudahan besok," pungkasnya. (*)

Laporan: Sulaiman, Bandarlampung

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya

Tolak Beberapa Poin Pakta Integritas, Bakso Sony Ogah Damai dengan Pemkot

...
RILIS.ID
Bandarlampung
28 September 2021 - 14:50 WIB
Daerah | RILISID
...
Kuasa hukum Bakso Sony Dedi Setiyadi. Ilustrasi: Rilisid/Kalbi Rikardo

RILISID, Bandarlampung — Kisruh Bakso Sony dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Bandarlampung nampaknya bakal berkepanjangan. Ini setelah manajemen Bakso Sony menolak beberapa poin yang tertuang dalam pakta integritas.

Sehari sebelumnya atau tepatnya pada Senin (27/92/2021), kedua belah pihak mengisyaratkan islah setelah melakukan pertemuan dengan Wali Kota Bandarlampung Eva Dwiana.

"Kami batal datang ke Pemkot hari ini," kata Dedi Setiyadi selaku kuasa hukum Bakso Sony, Selasa (28/9/2021).

Dedi mengungkapkan ketidakhadiran kliennya ke kantor wali kota lantaran ada beberapa poin dalam pakta integritas yang tidak sesuai harapan manajemen Bakso Sony.

"Ada poin yang belum kita sepakati, ya jadi mohon maaf, batal (damai)," ucapnya.

Dedi mengaku masih mendiskusikan beberapa poin tersebut dengan manajemen Bakso Sony. Ia bilang kliennya belum bisa menerima poin yang dimaksud.

Namun sayangnya, Dedi enggan menjelaskan poin apa yang belum bisa diterima kliennya tersebut.

"Belum bisa kita sampaikan, karena masih kita diskusikan," ujarnya.

Pada Senin lalu, baik Pemkot maupun Bakso Sony mengisyaratkan damai setelah pertemuan dengan Wali Kota Bandarlampung Eva Dwiana. Mereka pun kompak mengatakan hasil kesepakatan akan disampaikan hari ini, Selasa (28/9/2021).

"Untuk hasil pertemuan tadi disampaikan besok. Sudah ada kepastian yang baik dari Pemkot dan juga pihak Bakso Sony," ungkap Ketua Tim Pengendalian Pemeriksaan Pengawasan Pajak Daerah (TP4D) Kota Bandarlampung Muhammad Umar.

Bahkan Umar yang juga Inspektur Kota Bandarlampung tersebut menyatakan harus salat istikharah terlebih dahulu sebelum menyampaikan hasilnya ke publik.

"Kita harus ada istikharah dulu, iya nggak? Pokoknya kita sudah punya keputusan yang terbaik," sebutnya.

Senada dengan Umar, kuasa hukum Bakso Sonhaji Sony Dedi Setiyadi menyatakan kesepakatan telah tercapai.

"Sudah bisa kerjasama dengan Pemkot (Bandarlampung)," tuturnya.

Menurut Dedi, setelah ini akan ada pertemuan lagi. Namun, intinya 18 gerai Bakso Sony secepatnya dibuka lagi.

"Sudah tanda tangan, mudah-mudahan besok," pungkasnya. (*)

Laporan: Sulaiman, Bandarlampung

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya