Terungkap! Bakso Sony Setor Pajak Cuma Rp130 Juta per Bulan Sejak 2018, Seharusnya Segini
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

Terungkap! Bakso Sony Setor Pajak Cuma Rp130 Juta per Bulan Sejak 2018, Seharusnya Segini

...
RILIS.ID
Bandarlampung
21 September 2021 - 15:05 WIB
Daerah | RILISID
...
Pemkot Bandarlampung menyegel Bakso Sony pada Senin (20/9/2021). Foto: Sulaiman

RILISID, Bandarlampung — Tunggakan pajak Bakso Sonhaji Sony atau lebih dikenal dengan sebutan Bakso Sony akhirnya diungkap Pemerintah Kota (Pemkot) Bandarlampung.

Pemkot melalui Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Bandarlampung memanggil manajemen Bakso Sony untuk pemeriksaan pajak pada Selasa (21/9/2021).

Kepala Bidang Pajak BPPRD Bandarlampung Andre Setiawan mengungkapkan potensi pajak dari 18 gerai yang dimiliki Bakso Sony sejak tahun 2018 mencapai sebesar Rp400 juta per bulan.

Namun, Andre mengakui bahwa pihak Bakso Sony hanya menyetor kewajibannya sebesar Rp120 sampai Rp130 juta per bulan.

"Uji potensi pajak ini sudah kami lakukan dan sudah diklarifikasi ke pihak Bakso Sony. Tapi sampai sekarang tidak ada itikad baik untuk menyelesaikan persoalan," ujarnya dikutip dari Rilisid Lampung (Grup Rilisid), Selasa (21/9/2021).

Karenanya, Andre meminta manajemen Bakso Sony bersikap kooperatif untuk memenuhi undangan panggilan dari BPPRD Bandarlampung.

"Sebelum-sebelumnya sudah dipanggil, tapi tidak hadir. Kita minta mereka hadir," ujarnya.

Terpisah, Kepala Dinas Kominfo Bandarlampung Ahmad Nurizki mengatakan tindakan penyegelan yang dilakukan Pemkot merupakan tindak lanjut dari upaya persuasif yang telah dilakukan.

"Semoga dengan penutupan ini, ada itikad baik dari pihak Bakso Sony untuk menyelesaikan persoalan ini," ujarnya.

Fakta menarik juga diungkap Kepala Bappeda Bandarlampung Khaidarmansyah saat penyegelan seluruh gerai Bakso Sony oleh Tim Pengendalian Pemeriksaan Pengawasan Pajak Daerah (TP4D) Bandarlampung pada Senin (20/9/2021).

Saat memeriksa tapping box di empat gerai hasil transaksi pada 1 Agustus 2021, ditemukan nilai transaksi di tiga gerai antara Rp1,3 juta hingga Rp1,4 juta. Hanya satu gerai Bakso Sony di Jalan Pramuka yang mencapai Rp3 juta lebih.

Untuk gerai Bakso Sony di Jalan Cut Nyak Dien tercatat transaksi sebesar Rp1,3 Juta. Kemudian gerai Bakso Sony Kemiling Jalan Teuku Cik Ditiro sekitar Rp1,4 juta. Sementara Bakso Sony di kawasan Universitas Lampung Rp1,3 juta.

Khaidarmansyah pun terkejut melihat transaksi tersebut. Menurutnya, sangat tidak mungkin dalam satu hari dengan gerai yang ramai dan cukup besar transaksi hanya Rp1,3 juta sampai 1,4 juta per hari.

"Coba masuk akal tidak dengan angka seperti itu?" katanya.

Diminta untuk memberikan bukti transaksi, kasir empat gerai Bakso Sony tersebut kompak menolak. Mereka bilang mesin hanya bisa dikendalikan gerai pusat di Jalan Wolter Monginsidi.

"Nggak bisa Pak, itu gerai pusat," ujar pegawai kasir di Bakso Sony Jalan Pramuka. (*)

Laporan: Sulaiman, Bandarlampung

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya

Terungkap! Bakso Sony Setor Pajak Cuma Rp130 Juta per Bulan Sejak 2018, Seharusnya Segini

...
RILIS.ID
Bandarlampung
21 September 2021 - 15:05 WIB
Daerah | RILISID
...
Pemkot Bandarlampung menyegel Bakso Sony pada Senin (20/9/2021). Foto: Sulaiman

RILISID, Bandarlampung — Tunggakan pajak Bakso Sonhaji Sony atau lebih dikenal dengan sebutan Bakso Sony akhirnya diungkap Pemerintah Kota (Pemkot) Bandarlampung.

Pemkot melalui Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Bandarlampung memanggil manajemen Bakso Sony untuk pemeriksaan pajak pada Selasa (21/9/2021).

Kepala Bidang Pajak BPPRD Bandarlampung Andre Setiawan mengungkapkan potensi pajak dari 18 gerai yang dimiliki Bakso Sony sejak tahun 2018 mencapai sebesar Rp400 juta per bulan.

Namun, Andre mengakui bahwa pihak Bakso Sony hanya menyetor kewajibannya sebesar Rp120 sampai Rp130 juta per bulan.

"Uji potensi pajak ini sudah kami lakukan dan sudah diklarifikasi ke pihak Bakso Sony. Tapi sampai sekarang tidak ada itikad baik untuk menyelesaikan persoalan," ujarnya dikutip dari Rilisid Lampung (Grup Rilisid), Selasa (21/9/2021).

Karenanya, Andre meminta manajemen Bakso Sony bersikap kooperatif untuk memenuhi undangan panggilan dari BPPRD Bandarlampung.

"Sebelum-sebelumnya sudah dipanggil, tapi tidak hadir. Kita minta mereka hadir," ujarnya.

Terpisah, Kepala Dinas Kominfo Bandarlampung Ahmad Nurizki mengatakan tindakan penyegelan yang dilakukan Pemkot merupakan tindak lanjut dari upaya persuasif yang telah dilakukan.

"Semoga dengan penutupan ini, ada itikad baik dari pihak Bakso Sony untuk menyelesaikan persoalan ini," ujarnya.

Fakta menarik juga diungkap Kepala Bappeda Bandarlampung Khaidarmansyah saat penyegelan seluruh gerai Bakso Sony oleh Tim Pengendalian Pemeriksaan Pengawasan Pajak Daerah (TP4D) Bandarlampung pada Senin (20/9/2021).

Saat memeriksa tapping box di empat gerai hasil transaksi pada 1 Agustus 2021, ditemukan nilai transaksi di tiga gerai antara Rp1,3 juta hingga Rp1,4 juta. Hanya satu gerai Bakso Sony di Jalan Pramuka yang mencapai Rp3 juta lebih.

Untuk gerai Bakso Sony di Jalan Cut Nyak Dien tercatat transaksi sebesar Rp1,3 Juta. Kemudian gerai Bakso Sony Kemiling Jalan Teuku Cik Ditiro sekitar Rp1,4 juta. Sementara Bakso Sony di kawasan Universitas Lampung Rp1,3 juta.

Khaidarmansyah pun terkejut melihat transaksi tersebut. Menurutnya, sangat tidak mungkin dalam satu hari dengan gerai yang ramai dan cukup besar transaksi hanya Rp1,3 juta sampai 1,4 juta per hari.

"Coba masuk akal tidak dengan angka seperti itu?" katanya.

Diminta untuk memberikan bukti transaksi, kasir empat gerai Bakso Sony tersebut kompak menolak. Mereka bilang mesin hanya bisa dikendalikan gerai pusat di Jalan Wolter Monginsidi.

"Nggak bisa Pak, itu gerai pusat," ujar pegawai kasir di Bakso Sony Jalan Pramuka. (*)

Laporan: Sulaiman, Bandarlampung

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya