Tanam 56 Pohon Ganja, Montir asal Lumajang Diringkus Polres Malang
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

Tanam 56 Pohon Ganja, Montir asal Lumajang Diringkus Polres Malang

...
Imron Hakiki
Malang
3 September 2021 - 14:30 WIB
Daerah | RILISID
...
Kapolres Malang AKBP Bagoes Wibisono dalam konferensi pers kasus penanaman ganja, Jumat (3/9/2021). Foto: RILIS.ID/Imron Hakiki

RILISID, Malang — Tumbuhan ganja ternyata juga hidup di dataran pulau Jawa. Terbukti pada Sabtu (31/8/2021) lalu jajaran Satreskoba Polres Malang berhasil meringkus seorang petani tanaman terlarang itu atas nama Timbul (30) warga Desa Tempursari, Kecamatan Tempursari, Kabupaten Lumajang.

Ia berhasil ditangkap oleh jajaran Satreskoba Polres Malang di rumah kosnya yang beralamat di Desa Sumberpasir, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur.

"Saat ditangkap, kami menemukan 2 paket ranting dan daun ganja yang sudah kering," ungkap Kapolres Malang AKBP Bagoes Wibisono saat konferensi pers di Mapolres setempat, Jumat (3/9/2021).

Saat diinterogasi, pelaku mengakui bahwa pihaknya memang menanam ganja di ladang miliknya yang berada di Desa Tempursari, Kecamatan Tempursari, Kabupaten Lumajang.

"Kemudian kami bergerak ke sana dan menemui tanaman ganja hidup sebanyak 56 batang," tuturnya.

Pria yang berprofesi sebagai montir tersebut mengaku mendapatkan benih ganja itu dari temannya yang berinisial JW saat bekerja di Bali.

"Sementara ini kami hanya menangkap Timbul. Namun kami masih terus melakukan penyelidikan, apakah ada keterlibatan orang lain," tuturnya.

Selama ini pelaku memasarkan tanaman ganja tersebut di daerah Malang, dengan bandrol harga Rp700 ribu per poket ganja.

Atas perbuatannya pelaku dijerat dengan pasal 114 ayat (1) Sub Pasal 111 ayat (2 dan 1) UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang narkoba.

"Ancaman hukumannya minimal 5 dan maksimal 20 tahun penjara," pungkasnya. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya

Tanam 56 Pohon Ganja, Montir asal Lumajang Diringkus Polres Malang

...
Imron Hakiki
Malang
3 September 2021 - 14:30 WIB
Daerah | RILISID
...
Kapolres Malang AKBP Bagoes Wibisono dalam konferensi pers kasus penanaman ganja, Jumat (3/9/2021). Foto: RILIS.ID/Imron Hakiki

RILISID, Malang — Tumbuhan ganja ternyata juga hidup di dataran pulau Jawa. Terbukti pada Sabtu (31/8/2021) lalu jajaran Satreskoba Polres Malang berhasil meringkus seorang petani tanaman terlarang itu atas nama Timbul (30) warga Desa Tempursari, Kecamatan Tempursari, Kabupaten Lumajang.

Ia berhasil ditangkap oleh jajaran Satreskoba Polres Malang di rumah kosnya yang beralamat di Desa Sumberpasir, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur.

"Saat ditangkap, kami menemukan 2 paket ranting dan daun ganja yang sudah kering," ungkap Kapolres Malang AKBP Bagoes Wibisono saat konferensi pers di Mapolres setempat, Jumat (3/9/2021).

Saat diinterogasi, pelaku mengakui bahwa pihaknya memang menanam ganja di ladang miliknya yang berada di Desa Tempursari, Kecamatan Tempursari, Kabupaten Lumajang.

"Kemudian kami bergerak ke sana dan menemui tanaman ganja hidup sebanyak 56 batang," tuturnya.

Pria yang berprofesi sebagai montir tersebut mengaku mendapatkan benih ganja itu dari temannya yang berinisial JW saat bekerja di Bali.

"Sementara ini kami hanya menangkap Timbul. Namun kami masih terus melakukan penyelidikan, apakah ada keterlibatan orang lain," tuturnya.

Selama ini pelaku memasarkan tanaman ganja tersebut di daerah Malang, dengan bandrol harga Rp700 ribu per poket ganja.

Atas perbuatannya pelaku dijerat dengan pasal 114 ayat (1) Sub Pasal 111 ayat (2 dan 1) UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang narkoba.

"Ancaman hukumannya minimal 5 dan maksimal 20 tahun penjara," pungkasnya. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya