Tak Terima Gerainya Disegel, Bakso Sony Gugat Pemkot Pekan Depan
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

Tak Terima Gerainya Disegel, Bakso Sony Gugat Pemkot Pekan Depan

...
RILIS.ID
Bandarlampung
22 September 2021 - 21:04 WIB
Daerah | RILISID
...
Ilustrasi: Rilisid/Kalbi Rikardo

RILISID, Bandarlampung — Manajemen Bakso Sonhaji Sony atau dikenal dengan sebutan Bakso Sony nampaknya belum menerima tindakan penyegelan yang dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Bandarlampung.

Melalui kuasa hukumnya, manajemen Bakso Sony akan berupaya menempuh jalur hukum atas tindakan Pemkot yang sudah menyegel 18 gerai mereka.

Pihak Bakso Sony akan mengajukan gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Bandarlampung pada pekan depan.

”Rencananya akan tetap gugat ke PTUN. Mudah-mudahan pekan depan,” ujar kuasa hukum Bakso Sony Dedi Setiyadi seperti dilansir Rilisid Lampung (Grup Rilisid), Rabu (22/9/2021).

Ia mengatakan bahwa pihaknya akan tetap menjalankan rencana pengajuan gugatan di PTUN perihal masalah prosedur penyegelan yang dilakukan Pemkot Bandarlampung.

Menurut Dedi, penyegelan tersebut merupakan tindakan sewenang-wenang dan tanpa memberikan peringatan terlebih dahulu.

Perihal pertemuan dengan pihak Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Bandarlampung, Dedi mengatakan masih ada beberapa data atau berkas yang belum dilengkapi. Di antaranya surat pemberitahuan tahunan pajak.

”Masih akan kita lengkapi. Kami akan mendatangi BPPRD lagi Senin pekan depan,” terangnya.

Kepala Dinas Kominfo Bandarlampung Ahmad Nurizki mengatakan tindakan penyegelan yang dilakukan Pemkot merupakan tindak lanjut dari upaya persuasif yang telah dilakukan.

"Semoga dengan penutupan ini, ada itikad baik dari pihak Bakso Sony untuk menyelesaikan persoalan ini," ujarnya.

Sebelumnya, pemilik Bakso Sony Sonhaji (bukan Haji Sony-red) menanggapi penyegelan seluruh gerai yang dilakukan Pemkot Bandarlampung pada Senin (20/9/2021) lalu.

Ia mengaku tidak mempermasalahkan penutupan 18 gerai Bakso Sony yang ada di beberapa wilayah di Bandarlampung, Lampung.

Hanya saja, ia memikirkan nasib seluruh karyawan yang berjumlah 200 orang beserta keluarganya.

"Saya tidak masalah disegel. Saya masih punya beras untuk satu sampai dua tahun. Tapi kalau karyawan saya ini punya anak yang masih sekolah," ujarnya.

Ia juga membantah jika Bakso Sony tidak taat membayar pajak. Menurutnya, tempat usahanya itu rajin membayar pajak sehingga sering mendapat penghargaan karena tertib pajak.

"Saya bingung kok disegel tidak ada teguran apa-apa. Ajak berbicara lah kalau masalah pajak. Jangan seenaknya saja mentang-mentang punya kuasa," ungkapnya.

Soal pemakaian tapping box, Sonhaji tak membantah dan juga tidak membenarkan.

"Kalau ke Pemkot kan pakai tapping box, nah dua mesin kami untuk audit pribadi," tandasnya. (*)

Laporan Sulaiman, Bandarlampung

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya

Tak Terima Gerainya Disegel, Bakso Sony Gugat Pemkot Pekan Depan

...
RILIS.ID
Bandarlampung
22 September 2021 - 21:04 WIB
Daerah | RILISID
...
Ilustrasi: Rilisid/Kalbi Rikardo

RILISID, Bandarlampung — Manajemen Bakso Sonhaji Sony atau dikenal dengan sebutan Bakso Sony nampaknya belum menerima tindakan penyegelan yang dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Bandarlampung.

Melalui kuasa hukumnya, manajemen Bakso Sony akan berupaya menempuh jalur hukum atas tindakan Pemkot yang sudah menyegel 18 gerai mereka.

Pihak Bakso Sony akan mengajukan gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Bandarlampung pada pekan depan.

”Rencananya akan tetap gugat ke PTUN. Mudah-mudahan pekan depan,” ujar kuasa hukum Bakso Sony Dedi Setiyadi seperti dilansir Rilisid Lampung (Grup Rilisid), Rabu (22/9/2021).

Ia mengatakan bahwa pihaknya akan tetap menjalankan rencana pengajuan gugatan di PTUN perihal masalah prosedur penyegelan yang dilakukan Pemkot Bandarlampung.

Menurut Dedi, penyegelan tersebut merupakan tindakan sewenang-wenang dan tanpa memberikan peringatan terlebih dahulu.

Perihal pertemuan dengan pihak Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Bandarlampung, Dedi mengatakan masih ada beberapa data atau berkas yang belum dilengkapi. Di antaranya surat pemberitahuan tahunan pajak.

”Masih akan kita lengkapi. Kami akan mendatangi BPPRD lagi Senin pekan depan,” terangnya.

Kepala Dinas Kominfo Bandarlampung Ahmad Nurizki mengatakan tindakan penyegelan yang dilakukan Pemkot merupakan tindak lanjut dari upaya persuasif yang telah dilakukan.

"Semoga dengan penutupan ini, ada itikad baik dari pihak Bakso Sony untuk menyelesaikan persoalan ini," ujarnya.

Sebelumnya, pemilik Bakso Sony Sonhaji (bukan Haji Sony-red) menanggapi penyegelan seluruh gerai yang dilakukan Pemkot Bandarlampung pada Senin (20/9/2021) lalu.

Ia mengaku tidak mempermasalahkan penutupan 18 gerai Bakso Sony yang ada di beberapa wilayah di Bandarlampung, Lampung.

Hanya saja, ia memikirkan nasib seluruh karyawan yang berjumlah 200 orang beserta keluarganya.

"Saya tidak masalah disegel. Saya masih punya beras untuk satu sampai dua tahun. Tapi kalau karyawan saya ini punya anak yang masih sekolah," ujarnya.

Ia juga membantah jika Bakso Sony tidak taat membayar pajak. Menurutnya, tempat usahanya itu rajin membayar pajak sehingga sering mendapat penghargaan karena tertib pajak.

"Saya bingung kok disegel tidak ada teguran apa-apa. Ajak berbicara lah kalau masalah pajak. Jangan seenaknya saja mentang-mentang punya kuasa," ungkapnya.

Soal pemakaian tapping box, Sonhaji tak membantah dan juga tidak membenarkan.

"Kalau ke Pemkot kan pakai tapping box, nah dua mesin kami untuk audit pribadi," tandasnya. (*)

Laporan Sulaiman, Bandarlampung

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya