Tak Punya Biaya, Kakek Penderita Kanker Ganas di Tubaba Gagal Operasi Kedua
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

Tak Punya Biaya, Kakek Penderita Kanker Ganas di Tubaba Gagal Operasi Kedua

...
RILIS.ID
Tulangbawang Barat
20 Mei 2021 - 0:22 WIB
Daerah | RILISID
...
Kadimin terbaring lemah karena sakit yang dideritanya, Rabu (19/5/2021). Foto: Surmadi

RILISID, Tulangbawang Barat — Cuaca cerah pada Rabu (19/5/2021) siang, tidak secerah raut wajah Jamilah (70), warga Gunungkatun Tanjungan, Kecamatan Tulangbawang Udik, Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba), Lampung.

Tidak ada sedikit pun canda dan tawa yang terdengar saat wartawan Rilisid Lampung (Grup Rilis.id) dan Kades Gunungkatun Tanjungan Laily Wandanar menyambangi rumah Surono, menantu Jamilah.

Di dalam rumah itu, Kadimin (78) tampak terbaring lemah tanpa mengenakan pakaian dengan kondisi tubuh yang kaku.

Suami Jamilah ini hanya bisa menahan rasa sakit yang menjalar di tubuhnya sambil sesekali meneteskan air matanya.

Bapak dua anak ini terpaksa tinggal di rumah Surono agar putrinya, Moinem (42) bisa membantu Jamilah merawat sakit yang ia derita.

Kadimin sudah tiga tahun ini terbaring lemah setelah lehernya terus membengkak.

Menurut Sadimin (45), anak sulung Kadimin, ayahnya divonis mengidap kelenjar getah benih.

"Pada tahun 2018 yang lalu, bapak sudah dilakukan tindakan operasi di Rumah Sakit Harapan Bunda Bandarjaya, Lampung Tengah," katanya.

Usai menjalani operasi, Kadimin kemudian melakukan kontrol rutin hingga akhirnya divonis mengidap kanker ganas.

"Saat dilakukan pengecekan kembali, pihak rumah sakit mengatakan bahwa bapak menderita kanker ganas," ucapnya.

Lantaran tak cukup biaya untuk menjalani operasi kedua, pihak keluarga pun memutuskan untuk menjalani pengobatan terapi dan herbal di berbagai daerah di Lampung. Di antaranya ke Liwa, Pesawaran, Penumangan, dan beberapa daerah lainnya.

"Kami berupaya melakukan pengobatan secara terapi dan herbal namun tidak ada hasilnya. Karena kami tidak mempunyai biaya untuk melakukan operasi kembali," ungkap Sadimin.

Buruh tani ini sangat mengharapkan bantuan dari pemerintah daerah dan pihak terkait untuk kesembuhan ayahnya.

"Saat ini, kami tidak tahu harus berupaya apa lagi. Hanya doa yang bisa kami panjatkan untuk kesembuhan bapak," tutur Sadimin.

Sadimin juga mengucap syukur atas bantuan berupa sembako yang diberikan Kepala Desa Gunungkatun Tanjungan Laily Wandanar.

Sang kades pun berharap kepada pemerintah daerah untuk dapat membantu Kadimin yang menderita kanker ganas.

"Saya berharap kepada pemerintah daerah dan pihak yang terkait untuk dapat membantu Kadimin, karena kanker ganas yang berada di leher pak Kadimin saat ini sudah cukup memprihatinkan," ujarnya. (*)

Laporan: Surmadi, Kontributor Tulangbawang Barat

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya

Tak Punya Biaya, Kakek Penderita Kanker Ganas di Tubaba Gagal Operasi Kedua

...
RILIS.ID
Tulangbawang Barat
20 Mei 2021 - 0:22 WIB
Daerah | RILISID
...
Kadimin terbaring lemah karena sakit yang dideritanya, Rabu (19/5/2021). Foto: Surmadi

RILISID, Tulangbawang Barat — Cuaca cerah pada Rabu (19/5/2021) siang, tidak secerah raut wajah Jamilah (70), warga Gunungkatun Tanjungan, Kecamatan Tulangbawang Udik, Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba), Lampung.

Tidak ada sedikit pun canda dan tawa yang terdengar saat wartawan Rilisid Lampung (Grup Rilis.id) dan Kades Gunungkatun Tanjungan Laily Wandanar menyambangi rumah Surono, menantu Jamilah.

Di dalam rumah itu, Kadimin (78) tampak terbaring lemah tanpa mengenakan pakaian dengan kondisi tubuh yang kaku.

Suami Jamilah ini hanya bisa menahan rasa sakit yang menjalar di tubuhnya sambil sesekali meneteskan air matanya.

Bapak dua anak ini terpaksa tinggal di rumah Surono agar putrinya, Moinem (42) bisa membantu Jamilah merawat sakit yang ia derita.

Kadimin sudah tiga tahun ini terbaring lemah setelah lehernya terus membengkak.

Menurut Sadimin (45), anak sulung Kadimin, ayahnya divonis mengidap kelenjar getah benih.

"Pada tahun 2018 yang lalu, bapak sudah dilakukan tindakan operasi di Rumah Sakit Harapan Bunda Bandarjaya, Lampung Tengah," katanya.

Usai menjalani operasi, Kadimin kemudian melakukan kontrol rutin hingga akhirnya divonis mengidap kanker ganas.

"Saat dilakukan pengecekan kembali, pihak rumah sakit mengatakan bahwa bapak menderita kanker ganas," ucapnya.

Lantaran tak cukup biaya untuk menjalani operasi kedua, pihak keluarga pun memutuskan untuk menjalani pengobatan terapi dan herbal di berbagai daerah di Lampung. Di antaranya ke Liwa, Pesawaran, Penumangan, dan beberapa daerah lainnya.

"Kami berupaya melakukan pengobatan secara terapi dan herbal namun tidak ada hasilnya. Karena kami tidak mempunyai biaya untuk melakukan operasi kembali," ungkap Sadimin.

Buruh tani ini sangat mengharapkan bantuan dari pemerintah daerah dan pihak terkait untuk kesembuhan ayahnya.

"Saat ini, kami tidak tahu harus berupaya apa lagi. Hanya doa yang bisa kami panjatkan untuk kesembuhan bapak," tutur Sadimin.

Sadimin juga mengucap syukur atas bantuan berupa sembako yang diberikan Kepala Desa Gunungkatun Tanjungan Laily Wandanar.

Sang kades pun berharap kepada pemerintah daerah untuk dapat membantu Kadimin yang menderita kanker ganas.

"Saya berharap kepada pemerintah daerah dan pihak yang terkait untuk dapat membantu Kadimin, karena kanker ganas yang berada di leher pak Kadimin saat ini sudah cukup memprihatinkan," ujarnya. (*)

Laporan: Surmadi, Kontributor Tulangbawang Barat

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya