Senja Kala Angkutan Kota di Bandarlampung: Dulu Sampai Ribuan, Kini Tinggal Puluhan
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

Senja Kala Angkutan Kota di Bandarlampung: Dulu Sampai Ribuan, Kini Tinggal Puluhan

...
RILIS.ID
Bandarlampung
22 Juli 2021 - 21:40 WIB
Daerah | RILISID
...
Angkot jurusan Tanjungkarang-Rajabasa saat melintas di Jl. Kartini, Tanjungkarang Pusat. FOTO: Sulaiman/Rilisid

RILISID, Bandarlampung — Jumlah angkutan kota (angkot) di Bandarlampung, Lampung semakin menurun setiap tahunnya. Pada tahun ini (2021), jumlahnya hanya tersisa 78 kendaraan. 

Kepala Dinas Perhubungan Pemkot Bandarlampung Ahmad Husna mengatakan, jumlah itu merupakan akumulasi angkot jurusan Wayhalim-Tanjungkarang, Sukarame-Tanjungkarang, Pahoman-Tanjungkarang, dan Telukbetung-Tanjungkarang.

Ia menjelaskan, dari 78 angkot itu, sebanyak 11 unit akan berakhir izinnya di tahun ini. Dan tidak bisa diperpanjang izinnya, karena batas maksimal usia angkot hanya 12 tahun.

Menurut dia, jumlah angkot di Kota Tapis Berseri –julukan Kota Bandarlampung- pada 2016-2017 sekitar 1.500 unit. Lalu, pada 2018 berkurang menjadi 900 unit.

Kemudian sejak masuknya transportasi online pada 2020, jumlah mobil angkot di Bandarlampung menyusut menjadi 107 unit, hingga tahun ini tersisa 78 unit.

Ia menilai, salah satu faktor yang menyebabkan berkurangnya angkot karena semakin berkembangnya taksi dan ojek online di Bandarlampung.

Husna menambahkan, bukan hanya angkot saja yang terimbas moda transportasi berbasis online, kendaraan umum lainnya juga kian sedikit jumlahnya. Seperti bus rapid transit (BRT) milik PT Trans Bandarlampung (warna hijau) dan BRT KPRI Ragom Gawi (warna biru) yang masing-masing hanya tersisa 10 unit kendaraan.

”Adanya transportasi online itu tentu sangat berpengaruh, karena adanya persaingan harga,” ujarnya, Kamis (22/7/2021).(*)

Laporan Sulaiman/Kontributor Rilisid Lampung

Editor : Wirahadikusumah

TAG:

Berita Lainnya

Senja Kala Angkutan Kota di Bandarlampung: Dulu Sampai Ribuan, Kini Tinggal Puluhan

...
RILIS.ID
Bandarlampung
22 Juli 2021 - 21:40 WIB
Daerah | RILISID
...
Angkot jurusan Tanjungkarang-Rajabasa saat melintas di Jl. Kartini, Tanjungkarang Pusat. FOTO: Sulaiman/Rilisid

RILISID, Bandarlampung — Jumlah angkutan kota (angkot) di Bandarlampung, Lampung semakin menurun setiap tahunnya. Pada tahun ini (2021), jumlahnya hanya tersisa 78 kendaraan. 

Kepala Dinas Perhubungan Pemkot Bandarlampung Ahmad Husna mengatakan, jumlah itu merupakan akumulasi angkot jurusan Wayhalim-Tanjungkarang, Sukarame-Tanjungkarang, Pahoman-Tanjungkarang, dan Telukbetung-Tanjungkarang.

Ia menjelaskan, dari 78 angkot itu, sebanyak 11 unit akan berakhir izinnya di tahun ini. Dan tidak bisa diperpanjang izinnya, karena batas maksimal usia angkot hanya 12 tahun.

Menurut dia, jumlah angkot di Kota Tapis Berseri –julukan Kota Bandarlampung- pada 2016-2017 sekitar 1.500 unit. Lalu, pada 2018 berkurang menjadi 900 unit.

Kemudian sejak masuknya transportasi online pada 2020, jumlah mobil angkot di Bandarlampung menyusut menjadi 107 unit, hingga tahun ini tersisa 78 unit.

Ia menilai, salah satu faktor yang menyebabkan berkurangnya angkot karena semakin berkembangnya taksi dan ojek online di Bandarlampung.

Husna menambahkan, bukan hanya angkot saja yang terimbas moda transportasi berbasis online, kendaraan umum lainnya juga kian sedikit jumlahnya. Seperti bus rapid transit (BRT) milik PT Trans Bandarlampung (warna hijau) dan BRT KPRI Ragom Gawi (warna biru) yang masing-masing hanya tersisa 10 unit kendaraan.

”Adanya transportasi online itu tentu sangat berpengaruh, karena adanya persaingan harga,” ujarnya, Kamis (22/7/2021).(*)

Laporan Sulaiman/Kontributor Rilisid Lampung

Editor : Wirahadikusumah

TAG:

Berita Lainnya